Beri Calon Konsumen Waktu     

0
58
Customer gathering (dok merdea.com)

 

Beberapa tahun lalu, sebuah developer property pernah membuat satu event untuk memancing orang-orang membeli apartement yang baru mereka launching. Event yang menghabiskan dana sebesar 2 Miliar itu, ternyata hanya berhasil memasarkan 2 unit saja.

Bayangkan. .
Dana promosi miliaran, dapat pembeli cuma 2 orang.
Nyesek gak tuh? Angka ini bisa dikatakan cukup kecil karena dari analisa marketing, harusnya jumlah pembeli ada diatas angka tersebut.

Tapi mau gimana lagi, begitulah kenyataannya.
Event miliaran berakhir, dengan jumlah closing minim padahal semua strategi pemasaran sudah dijalankan.

Salah dimana ya? Singkat cerita, waktu berlalu. . .

4 bulan setelah itu, masih menceritakan developer yang sama, ada kejadian menarik.

Jadi dalam 1 bulan, tanpa ada iklan, tanpa ada promosi, tanpa menyelenggarakan event apapun, developer tersebut berhasil closing 35 unit. Nah lho?. Padahal, kita sama-sama tahu kalau dulu, dana promosi miliaran tidak berhasil mendapatkan penjualan sebanyak itu.

Lalu darimana jumlah pembeli sebesar itu? Mereka dapat info darimana? Kan gak ada iklan apapun?

Setelah dianalisa, ternyata para pembeli yang membeli setelah 4 bulan, itu ikut hadir di event sebelumnya. Hanya saja, mereka TIDAK LANGSUNG MEMBELI saat event, karena mereka butuh waktu untuk berfikir.

Wajar, 1 unit apartement yang ditawarkan harganya 2,5 Miliar sampai 8 Miliar. Beda dengan harga baju. Kalau beli baju, mikirnya gak perlu lama-lama.
Lha ini beli apartement Miliaran ya perlu banyak pertimbangan, hehe. 😆

Lalu kenapa kami menceritakan kisah nyata diatas kepada Anda? Jadi, dalam istilah pemasaran, fenomena diatas disebut dengan “Customer Journey” Customer Journey adalah tahap yang harus dilalui seseorang untuk jadi pelanggan.

Setiap produk, setiap bisnis punya customer journey masing-masing. Perjalanan yang harus ditempuh seseorang untuk jadi pelanggan sebuah rumah makan, dengan jadi pelanggan sebuah produk kesehatan itu berbeda.

Seseorang bisa jadi pelanggan sebuah rumah makan, bisa karena ketidaksengajaan, atau karena rekomendasi seorang teman.
Ketika makanannya dirasa cocok dan ngangenin, eh jadi deh pelanggan. 😊

Berbeda dengan produk kesehatan. Seseorang bisa jadi pelanggan, mungkin karena percaya dengan penjualnya, banyak testimoni dan ingin mencoba, atau karena kebutuhan. Jika produknya dirasa bermanfaat, maka akan mengundang orang-orang untuk jadi loyal.

Dalam customer journey, ada prinsip yang berbunyi seperti ini “Semakin rumit dan mahal suatu produk, semakin panjang perjalanan yang harus dilalui seseorang untuk jadi pelanggan” dan  “Semakin simpel dan murah suatu produk, semakin singkat perjalanan yang harus dilalui seseorang untuk jadi pelanggan”

Ya, jual mobil dan jual snack, panjang customer journeynya berbeda. Yang mahal, butuh tambahan waktu dibanding jual produk murah.
Paham kan?

Kesimpulannya, Dalam marketing, tidak ada yang sia-sia Jika Anda memperkenalkan produk Anda saat ini, lalu pembelinya belum banyak. Jangan berkecil hati.

Kalau jualan Anda sepi, jangan terburu-buru menyerah. Beri calon pelanggan Anda waktu. Mungkin, dalam diam, mereka mengumpulkan data atau menimbang-nimbang untuk membeli.

Mereka sedang berfikir, mereka butuh diyakinkan.
Eh kalau kita berhenti, siapa yang meyakinkan mereka? Hehe.

Mas Dewangga sebagai salah satu Founder entrepreneurID sering mengulang-ulang kalimat  “Gak jadi pembeli hari ini, bisa jadi Pelanggan dimasa depan”

Setelah pemaparan pesan barusan, kita sama-sama yakin kalau kalimat diatas benar. Calon pembeli Anda, mungkin butuh waktu.  Yang penting Anda jangan berhenti. Terus pasarkan produk Anda. Beri konsumen Anda waktu, dan nikmati prosesnya

Oleh: Tim entrepreneurID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.