Indonesia Akan Manfaatkan Single’s Days di China untuk Naikkan Ekspor e-Commerce

0
82
Ilustrasi E-commerce (Liputan6.com/Sangaji)

Berempat.com – Pemerintah ingin meningkatkan ekspor produk Indonesia melalui e-commerce. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun mengungkapkan, salah satu cara yang akan ditempuh ialah dengan memanfaatkan Single’s Day di Tiongkok yang jatuh pada 11 November 2018.

“Bisa memperluas pasar dan ekspor, salah satunya ke China. Saya sudah minta Kementerian Perdagangan dan Bekraf untuk menyiapkan UMKM yang akan bisa mengikuti Singles’ Day,” ungkap Rudiantara di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10).

Sebagai informasi, Single’s Day merupakan hari perayaan bagi muda-mudi di Tiongkok yang masih lajang. Pada hari perayaan tersebut, umumnya muda-mudi di Tiongkok akan keranjingan berbelanja online. Bila di Indonesia, fenomena itu hampir bisa disamakan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Rudiantara pun mengatakan, pemerintah akan menggandeng raksasa e-commerce negeri Tirai Bambu tersebut, yakni Alibaba sebagai wadah untuk mengekspor produk Indonesia ke Tiongkok. Dengan demikian, Rudiantara berhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengekspor produk.

Lalu, kenapa harus Alibaba?

Pada Single’s Day tahun lalu, Alibaba berhasil mendapatkan transaksi mencapai US$ 25,4 miliar atau setara Rp 342,9 triliun (kurs Rp 13.500) hanya dalam tempo 24 jam. Menurut CNN Money, transaksi tersebut pun menjadi yang terbesar sepanjang sejarah e-commerce di dunia. Tak heran memang, sebab Alibaba merupakan pencetus Single’s Day  tersebut.

Selain itu, dipilihnya Tiongkok sebagai negara tujuan mengekspor produk Indonesia lantaran  Tiongkok merupakan pasar ritel online terbesar di dunia saat ini. Bahkan, Rudiantara menyebut bahwa retailing online China akan mengalami pertumbuhan dari 17% pada 2017 menjadi 25% pada 2020.

Namun, untuk benar-benar bisa merealisasikan hal tersebut, Rudiantara menyebut bahwa UMKM di Indonesia harus benar-benar mempersiapkan diri, terutama dalam kemampuan penyediaan barang. Pasalnya, volume belanja di Tiongkok bisa mencapai jutaan sehingga UMKM harus sanggup memenuhi banyaknya permintaan nanti.

Menulis adalah upaya menjaga nalar agar tetap hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here