Top Mortar Berhasil Menangkan Ketatnya Persaingan Bisnis Mortar, Apa Strateginya?

0
1155
Proyek Tritunggal Semarang yang dikerjakan oleh PT. Nusa Raya Cipta

Industri semen instan atau dikenal dengan mortar semakin berkembang dan diminati pasar karena keunggulannya dibandingkan semen konvensional. Semen mortar atau biasa disebut semen instan atau mortar instan adalah bahan bangunan berbahan dasar semen semen, pasir, filler, dan additive khusus yang diformulasi khusus sesuai dengan fungsi dan kegunaan masing-masing jenis.

Beberapa keunggulan produk mortar di antaranya bersifat instan atau siap pakai, penggunaannya tidak perlu lagi ditambahkan bahan material lain, cukup diaduk dengan air secukupnya dan langsung dipalikasikan. Semen instan atau semen mortar ini menjadi bahan bangunan alternatif pengganti adukan semen-pasir konvensional, yang memiliki banyak keunggulan.

Penggunaan mortar lebih praktis, cukup dicampur dengan air dan siap digunakan. Dengan proses produksi yang sudah terkomputerisasi, porsi semen, pasir silika, maupun zat aditif lainnya dijamin konsisten sehingga kualitas di setiap sack sama.

Pengerjaannya pun lebih cepat dan terukur dan ramah lingkungan karena dalam pengaplikasian tak perlu menggunakan pasir dan tak ada bahan material terbuang. Daya sebarnya juga lebih luas daripada semen konvensional, sehingga menghemat biaya.

Mortar juga bisa membuat konstruksi bangunan lebih awet karena menggunakan zat aditif dalam proses produksinya. Dinding bangunan tak akan mudah retak dan lantai tak akan mudah memuai akibat panas.

Tingkatkan Utilitas

Ceruk pasar semen mortar masih terbuka lebar dan jumlah pemainnya yang masih sedikit dibanding semen konvensional. Dalam catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), perusahaan swasta dan asing saat ini telah menguasai 56% industri semen nasional, sedangkan sisanya dipegang oleh dua BUMN semen, yakni Semen Indonesia dan Semen Baturaja.

Tak heran jika produsen semen dalam negeri semakin serius mengemas pasar semen mortar. Penjualan produk hilir semen ini diharapkan bisa mengerek penyerapan semen yang masih over supply. ASI mencatat, kapasitas produksi semen nasional telah mencapai 110 juta ton per tahun, sementara konsumsi masih berkisar 70 juta ton per tahun. Oleh karena itu, keberadaan mortar bisa membantu meningkatkan utilitas pabrik.

Perkembangan pasar mortar di Indonesia semakin meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat akan produk tersebut. Kecenderungan market terutama di wilayah perkotaan yang saat ini mulai beralih ke produk semen instan karena dinilai lebih praktis dan siap pakai sehingga memiliki peluang market yang menjanjikan.

Tumbuh 10%

Di tengah pandemi  Covid-19 para produsen semen mortar tetap optimis dengan prospek industri ini ke depan, seiring dengan kebangkitan industri properti tahun ini. Sejumlah kebijakan di sektor properti turut membuka peluang kebangkitan sektor properti tahun ini, seperti pemulihan ekonomi dengan adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia BI7DRR 3,75 persen.

Di tahun-tahun mendatang, permintaan terhadap semen mortar diproyeksikan masih akan terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu akan tumbuh sekitar 10% per tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan sektor industri konstruksi dan infrastruktur. Apalagi penggunaan semen mortar lebih ramah lingkungan dan efisien dibanding semen konvensional.

Saat ini persaingan di segmen produk hilir cukup ketat karena sudah ada puluhan pemain mortar. Beberapa pemain besar semen mortar yang bersaing kompetitif di pasar antara lain MU, Drymix, Grand Elephant, dan Top Mortar. Di antara para pemain besar tersebut, Top Mortar mampu bersaing di pasar dengan sejumlah langkah strategis.

Menangkan Persaingan

Direktur PT. Trimitra Karunia Pinastika Novitasari, selaku perusahaan yang menjual produk Top Mortar mengungkap sejurus strategi yang digunakan hingga Top Mortar mampu memenangkan persaingan di tengah ketatnya bisnis mortar. “Kami banyak berkoordinasi dengan owner representative, manajemen konstruksi, ataupun main contractor. Selain itu banyak mendengarkan apa yang dibutuhkan proyek dan mencari solusi terbaik,” jelas Novi.

Top Mortar yang berdiri pada tahun 2018, didukung oleh manajemen yang telah berpengalaman di industri mortar lebih dari 17 tahun. Dalam setiap produksi, Top Mortar telah menerapkan sistem eSmart Industry yang menyandingkan cara kerja dapur produksi dengan teknologi terkini.

“Seluruh proses produksi Top Mortar telah menggunakan teknologi computerized terkini sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan konsisten karena laporan diterima secara real time,” ujar Novi.

Saat ini Top Mortar diproduksi di dua lokasi, yaitu di Sidoarjo, Jawa Timur dan Cibinong, Jawa Barat sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat hingga Jawa Timur untuk pendistribusian. Top Mortar memiliki beberapa produk unggulan di antaranya  Perekat Bata Ringan, Plester/Pasangan Bata, Acian Plesteran dan Perekat Keramik.

Retail dan Proyek

Top Mortar tak hanya melayani segmen retail tetapi juga berbagai proyek, di antaranya proyek Kampus Tritunggal di Semarang, proyek RS Universitas Hasanuddin di Makassar, Proyek RS Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa, proyek rusun di Makassar, proyek perumahan subsidi di Makassar.

“Di antara beberapa proyek tersebut, proyek Kampus Tritunggal di Semarang dan proyek RS Universitas Hasanuddin di Makassar merupakan proyek paling besar yang ditangani Top Mortar di tahun 2020,” sambung Novi.

Di tahun 2021, Top Mortar akan melakukan kerja sama dengan beberapa distributor untuk menangani beberapa proyek. Selain itu juga kerja sama dengan beberapa aplikator, baik aplikator cat, aplikator marmer, aplikator waterproofing, dan sebagainya.

“Tahun 2021 ini, beberapa proyek yang akan ditangani Top Mortar adalah proyek Gedung BRI di Malang, UIN di Makassar, RSU BRIKS di Malang, proyek Kejati Palu, Kampus Universitas Lamongan, dan proyek Gontor,” pungkas Novi.