Menghadapi Persaingan Tidak Sehat Usaha Gadget

0
110
dok .anaestera.com

 

Perkembangan gadget yang semakin hari semakin tumbuh dengan cepat, berbagai merek gadget baru keluar hampir setiap minggu. Tak heran banyak pemain yang menekuni usaha sejenis. Nah kalau pemainnya sudah penuh sesak, biasa memicu persaingan. Persaingan tidak perlu dirisaukan karena ini memang dunianya bisnis. Yang penting bagaimana kita menyikapi dan merumuskan strategi yang tepat. Pada kondisi tertentu, misalnya untuk kategori produk yang sangat baru, kehadiran pesaing justru diperlukan untuk membesarkan pasar. Namun pada kondisi lain, memang pesaing bisa menggerogoti pangsa pasar kita. Nah, kalau sudah menyangkut persaingan berbagai cara dilakukan untuk menang.

Strategi bersaing pun banyak. Ada yang berhadapan langsung, ada juga yang lewat cara belakang. Menyimak persaingan di usaha Anda, tampak pesaing berusaha menyerang langsung dengan cara menurunkan imej produk gadget second. Bagaimana respon kita sebaiknya? Saran saya, jangan menyerang balik secara langsung. Kalau kita terlalu emosi maka hasilnya akan merugikan kedua belah pihak.

Saya beri contoh yang terjadi di usaha rental VCD film beberapa tahun silam. Perang harga terjadi di sini. Salah satu pemain menawarkan harga sewa Rp 2.500 per CD. Lalu pemain lain tidak mau kalah menurunkan Rp 2.000. Tak mau ketinggalan, pemain berikutnya membanting harga menjadi Rp 1.500 per film. Perang harga terus berlanjut yang ujung-ujungnya menekan laba tiap pemain sehingga akhirnya membuat banyak pemain rugi karena tidak mampu menutup biaya operasional. Ini jelas akhirnya merugikan semua.

Untuk itu lebih baik kita bersikap bersahabat dengan pesaing. Contohnya ada kawasan tertentu yang dihuni banyak pemain dengan barang yang sama namun mereka selalu harmonis. Setiap pemain tidak mau menjatuhkan yang lain, namun justru saling bekerja sama. Kalau barang yang biasa tersedia habis di konternya, meminjam barang di konter lain. Kalau konternya tidak menjual jenis barang yang dicari konsumen, disarankan atau diantar ke pesaing yang menjual jenis tersebut. Demikian sebaliknya, saling melengkapi. Jadinya para pemain saling mendukung dan pembeli merasa nyaman membeli di kawasan tersebut.

Kalau begitu, apa yang sebaiknya dilakukan Anda? Pertama adalah mengajak bersahabat dengan pesaing tersebut. Karena lokasinya tidak terlalu jauh mungkin Anda kenal dengan pemiliknya. Lakukan pendekatan yang akrab sebagai teman atau keluarga. Caranya ajak mengobrol baik-baik. Lalu, kemukakan kalau lebih baik bekerja sama menciptakan kawasan pusat ponsel yang saling mendukung satu dengan yang lain.

Kalau pemilik menyadari, dia akan menurunkan spanduk yang bernada menjelekkan imej handphone seken. Selain itu bisa juga gunakan pendekatan asosiasi atau perkumpulan penjual. Melalui asosiasi penjual, kalau ada masalah atau uneg-uneg bisa dipecahkan bersama dengan semua penjual secara kekeluargaan. Ini penting sehingga kawasan kita menjadi pusat jual beli gadget yang terpercaya.

Bagaimana kalau setelah kita dekati, dia tidak mau bersahabat dan tetap mau menjatuhkan imej kita? Kalau kenyataan seperti ini, kita tidak perlu emosi dengan melakukan serangan balasan langsung misalnya dengan memasang spanduk. Ini tentu saja akan memicu perang spanduk dan pembeli merasa iklim yang tidak nyaman. Belum lagi hubungan sebagai tetangga juga rusak dan jadi bermusuhan. Ini tentu tidak bagus di masyarakat. Untuk itu, sebaiknya yang dilakukan adalah strategi menangkal secara simpati.

Kita dapat bertahan dengan menaikkan imej dan menawarkan nilai lebih ke pelanggan. Tentu ini lebih simpati. Misalnya kita tawarkan garansi ke pembeli dengan membuat  spanduk  yang bertuliskan: “Dapatkan Jaminan Garansi Pembelian Selama 3 Bulan” atau yang lain. Dengan menawarkan nilai lebih ke konsumen, kita merespon pesaing secara tidak langsung, lebih halus dan mampu mengambil simpati konsumen. Semoga tercipta suasana yang rukun dengan para penjual ponsel yang ada.

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus-Jurus Sakti Wirausaha”,

www.istijanto.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.