Trik Jitu Promosi Menu Baru agar Laku Terjual

0
213

 

Senang mendengar omset bisnis Sop dan Sate Kambing Anda yang laris. Kalau kemudian Anda ingin lebih membesarkan bisnis, tentu ini sangat bagus karena merupakan ciri pebisnis sejati. Anda berupaya membesarkan bisnis dengan menu baru yaitu Tongseng Kambing yang memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan menu sebelumnya.

Menu tersebut sangat cocok karena termasuk menu yang banyak disukai oleh para pencinta daging kambing. Adanya tambahan menu baru ini memungkinkan orang yang selama ini hanya membeli Sop dan Sate Kambing, untuk juga mencoba Tongseng Kambing. Dan juga bisa menarik pembeli baru yang benar-benar penggemar Tongseng Kambing yang selama ini belum terlayani.

Kalau saya pikir harga Tongseng Kambing ini bisa dijual lebih murah dari harga Sop dan Sate Kambing-nya. Misalnya kalau selama ini Sop dan Sate Kambing dijual Rp 10.000, maka Tongseng Kambing bisa dijual dengan hraga katakan Rp 8.000. Tujuannya agar bisa menarik pembeli yang budget makannya lebih rendah sehingga semakin banyak pengunjung yang datang.

Nah sekarang berkaitan dengan komunikasi atau promosi. Apa yang harus dilakukan supaya tambahan menu ini diketahui banyak orang? Kalau dilihat dari lokasi, dikatakan bahwa lokasi Anda di pinggir jalan. Ini berarti target pasar yang dituju adalah orang-orang yang lewat baik pengendara sepeda motor, mobil atau orang yang sedang berjalan. Media promosi yang efektif adalah dengan memasang spanduk. Nah, kalau saat ini Anda sudah memasang spanduk, maka spanduknya perlu diperbarui. Apa saja isi spanduknya?

Spanduk harus memuat identitas makanan yang dijual. Misalnya dari segi gambar. Kalau selama ini hanya ada gambar Sop dan Sate saja, maka desain spanduk yang baru ditambah dengan gambar semangkuk Tongseng Kambing. Berikan tulisan yang besar juga di spanduknya untuk menu makanannya: Sop, Sate dan Tongseng Kambing. Kalau mungkin tambahkan nama yang unik supaya orang semakin ingin tahu misalnya “Tongseng Kambing Hot”. Lalu jangan lupa nama tempat makan Anda harus terekspos jelas.

Yang perlu diingat bahwa spanduk meskipun tampaknya hanya kain yang terbentang namun peranannya sangat besar untuk tempat makan di pinggir jalan. Pilihlah warna yang mencolok mata, misalnya kuning dan merah untuk tulisannya. Saya jadi ingat salah satu tempat makan di pinggir jalan langganan saya di Jakarta. Waktu buka dulu pengunjungnya sepi sekali. Lalu saya sarankan untuk memperjelas tulisan dan gambar makanan di spanduknya. Belum cukup, saya katakan bahwa spanduknya harus mencuri perhatian mata orang-orangyang lewat.

Perlu diingat kalau kita berpromosi di pinggir jalan, kita harus mampu mencuri perhatian pengendara yang lewat. Lalu dia pasang lampu warna-warni, ada yang biru kerlap-kerlip yang benar-benar tampak dari jarak jauh. Rupanya ini mampu membuat lebih banyak orang yang menoleh ke kedai makannya. Saat ini tempat makannya laris manis, tempat duduknya selalu penuh pengunjung.

Nah, hal yang sama juga perlu diterapkan di tempat makan Anda. Selain spanduk yang eye catching atau mencolok mata, pasanglah lampu-lampu yang menyala kerlap-kerlip di sekitar spanduk sehingga dari jauh dan malam hari, orang semakin tahu tempat makan Anda. Kalau perlu dapurnya tempatkan agak di depan sehingga menambah kekuatan sebagai pencuri pandang.

Lalu apa lagi yang perlu dilakukan? Setelah spanduk dan menyalakan lampu kerlap-kerlip di malam hari, pasanglah di meja makan menu baru Anda. Gunakan menu yang berdiri tegak di tiap meja -seperti kalender duduk- di mana pengunjung yang datang akan cepat melihat gambar menu baru Anda. Tampilkan gambar Tongseng Kambing di menu tersebut. Lalu supaya lebih dikenal, karyawan yang melayani atau pramusaji juga diharapkan menginformasikan ke tamu yang datang. Kalau pas sepi, pramusaji dapat menyebarkan brosur ke pejalan kaki yang lewat.

Pada tamu yang duduk, tiap pramusaji bisa mengatakan kepada pelanggan yang sudah order Sop dan Sate Kambing dengan mengatakan: “Apa sudah mencoba menu baru kami: Tongseng Kambing. Sangat cocok dimakan di malam hari karena tongsengnya panas dan segar.” Atau, kalau memang mau dipromosikan langsung, begitu pelanggan memesan menu, langsung ditawarkan menu baru ini. Tawarkan dengan kata-kata dan brosur yang dibagikan ke para tamu. Ada baiknya juga dibuat menu paket keluarga. Misalnya “Paket Pak Le” yang artinya “paket keluarga lengkap” terdiri dari Sop, Sate dan Tongseng.

Nah, selain untuk orang yang lalu lalang, Anda juga berpromosi ke rumah-rumah di sekitar rumah makan Anda. Dalam radius 1-2 km coba sebarkan brosur ke rumah-rumah untuk menginformasikan menu baru Anda. Kalau memungkinkan tawarkan layanan pesan antar dengan order melalui nomor telepon Anda. Ini akan membuka peluang pasar yang besar bagi pemukiman di sekitar rumah makan Anda. Orang-orang yang sedang malas memasak atau ingin mencicipi rasa baru akan tertarik mencobanya.

Silakan dicoba taktik-taktik di atas. Semoga semakin sukses dan besar usaha bisnis rumah makan Anda!

 

oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus – Jurus Sakti Wirausaha”, www.istijanto.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.