Irvy Ristanti, Iringi Kesuksesan dalam Bisnis dengan Berbagi

0
749

 

Dewasa ini kita melihat banyak pebisnis yang sukses. Namun, jika kesuksesan itu dibarengi dengan semangat kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai plus yang tidak ternilai.

Adalah Irvy Ristanti yang mampu melakukannya. Wanita cantik ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Andika Pradana  Jaya. Perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran dan penjualan bahan bakar minyak solar industri.

Meski sukses sebagai pebisnis, namun Irvy tak lupa dengan lingkungan sekitar. Bahkan ia bersama teman-teman sosialita membentuk dua komunitas yang mereka namakan Jakarta With Love dan Peace and Love. Kedua komunitas tersebut sengaja dibentuk atas dasar kepedulian terhadap lingkungan.

Wanita kelahiran Ciamis, 26 Juni 1976 ini adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia menghabiskan masa kecil dan sekolah di tanah kelahirannya, Ciamis, Jawa Barat. Irvy kemudian melanjutkan studi jurusan Akuntansi di Akademi Keuangan Perbankan Indonesia, Bandung-Jawa Barat. Setelah rampung kuliah, Irvy langsung menikah dengan Anton Tripambudi, dan ikut bersama suaminya tinggal di Singapura dan Filipina.

Semangat Berbisnis

Setelah kembali ke Jakarta tahun 2009, Irvy membuka bisnis salon dan butik bersama temannya.

“Saya berdua sama teman joinan. Namanya Salon Tropical. Dan butik juga sama namanya,” cerita Irvy.

Tahun 2011, Irvy ekspansi usaha bersama kakaknya di di bidang pemasaran dan penjualan bahan bakar minyak solar industri.

“Awalnya saya sebagai foundering aja di salah satu perusahaan di mana kakak saya kerja. Kakak saya kan ada di bidang solar juga, ikut orang lain. Lama-lama karena kakak saya sudah menguasai lapangan itu, terus akhirnya mengajak saya untuk buka bisnis ini. Karena bisnisnya bagus,” kenang Irvy.

Awalnya Irvy menjalankan usaha dari rumahnya. Namun seiring waktu, ia pun membuka kantor di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

“Kakak saya sebagai direkturnya dan saya sebagai komisarisnya. Saya bertugas mengawasi aja. Keluar masuk uang dan perputarannya. Saya kan sebagai komisaris di pendanaan. Yang menjalankan adalah kakak saya,” lanjut Irvy.

Karena di bisnis ini membutuhkan waktu dan konsentrasi, Irvy pun melepas usaha salon dan butiknya. “Dengan berjalannya waktu, bisnis itu udah nggak bisa saya pegang lagi,” ujar Irvy.

Setelah tiga tahun membangun usaha di bidang BBM, tahun 2014, Irvy pun mengibarkan bisnis ini sendiri. Ia tak lagi mengandalkan kakaknya. “Kalau sekarang saya sudah sendiri. Kakak saya sendiri. Saya di wilayah Jabodetabek aja. Kalau kakak di Jakarta sama di Palembang,” terang Irvy.

Saat pertama kali merintis bisnis di bidang ini, Irvy merasa tak mudah. Ada banyak hambatan yang harus dilaluinya. Misalnya saja, ia pernah tertipu dengan salah satu partner kerja.

“Mereka membohongi saya. Saya transfer uang, ternyata mereka nggak mengirimkan barang ke perusahaan-perusahaan tersebut,” sesal Irvy.

Belum lagi, Irvy juga banyak menghadapi customer yang sulit dalam pembayaran. Sehingga ia pun memutar otak agar perekonomian di perusahaannya tetap stabil.

“Menghadapi customer-customer yang memang sulit di pembayaran, kan resikonya besar. Kita modal duluan, mereka kan pembayaranya tempo. Awalnya juga saya kaget. Tapi setelah dijalani enak-enak saja,” ucapnya.

Meski begitu, Irvy tetap tegar menghadapi itu semua. Agar kejadian tak terulang kembali, ia pun lebih berhati-hati dalam memilih rekan kerja.

“Kita memilih customer-customer. Membatasi setiap satu PT berapa PO gitu. Membatasi pengiriman ke satu PT, kita batasi jumlah pengirimannya,” ucap Irvy.

Irvy menganggap semua masalah yang dihadapi dalam bisnis merupakan pelajaran bagi dirinya. Karena yang terpenting buatnya adalah harus selalu semangat dan terus berusaha.

“Kalau saya sih yang penting jangan pantang menyerah. Meskipun banyak benturan dan masalah harus tetap mencoba terus. Insya Allah bisa sukses,” ucapnya.

Senang Berbagi

Selain sibuk menjadi Komisaris Utama PT. Andika Pradana Jaya ternyata Irvy juga aktif dalam kegiatan sosial. Kegiatan tersebut berawal dari perkumpulan arisan sosialita. Irvy bersama sejumlah sosialita membentuk dua komunitas yang mereka namakan Jakarta With Love dan Peace and Love. Komunitas tersebut dibentuk atas dasar kepedulian terhadap lingkungan dan ingin berbagi cinta.

“Kegiatan itu berawal dari arisan-arisan. Selain arisan kita juga ingin membuat berguna bagi sesama, berbagi juga. Kita juga menyalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujar Irvy.

Hampir setiap bulan mereka mengadakan aksi sosial kepada masyarakat. Misalnya, menyantuni anak yatim, berkunjung ke panti jompo, operasi katarak, sunatan massal, dan bakti sosial.

“Arisan yang tiap bulan mengadakan baksos. Selain Jakarta with Love, ada juga Peace and Love. Itu yang Peace and Love itu tiap bulan mengunjungi yayasan-yayasan. Dari Bali, Bandung, Jakarta. Kalau Jakarta with Love itu dalam satu tahun cuma ada dua event. Santunan, sunatan massal, operasi katarak,  dan operasi kanker,” ucap Irvy.

Hingga kini, Jakarta With Love dan Peace Love sudah memiliki seratus lebih anggota yang berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, para artis pun ikut tergabung di dalamnya, sebut saja Ussy Sulistiawati dan Edies Adelia.

“Anggota ada 100 lebih yang terdiri dari 8 grup arisan. Terdiri dari berbagai macam kalangan, profesi, dan macam-macam. Banyak dari artis juga,” terang Irvi.

Irvy pun merasa senang bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan. Sebab menurutnya hal itu merupakan keinginannya untuk membantu orang di sekitarnya.

“Saya senang banget baksos. Pengennya banyak memberi daripada menerima. Kalau kerja sendiri dan dapat penghasilan sendiri kan saya senang. Jiwa saya kan lebih senang berbagi,” terang Irvy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.