Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Profil Pilihan Reiner Bonifasius Rahardja, Sukses Usaha di Usia 26 Tahun

Reiner Bonifasius Rahardja, Sukses Usaha di Usia 26 Tahun

0
Rainer (dok accelerator.co.id)

Lahir dari keluarga sederhana dan melihat perjuangan kedua orangtua sulitnya  membangun kehidupan keluarga membuat Reiner Bonifasius Rahardja tersadar. Bungsu dari dua bersaudara ini tak ingin menjadi beban orangtua. Karena itu, sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), ia memutuskan untuk hidup mandiri.

Memang tidak mudah, jalan hidup yang harus dilalui Reiner saat itu. Di tengah anak-anak seusianya menikmati masa remaja, tak begitu dengan Reiner. Ia telah berjanji tak akan membenani orangtuanya. Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta keinginan yang kuat membahagikan orangtua membuatnya mampu melalui segala rintangan dan hambatan yang dihadapi.

Selepas SMA, Reiner memutuskan menjadi sales kartu kredit di salah satu bank terkemuka. Tidak hanya itu, di sela-sela kesibukan menuntut ilmu, Reiner juga bekerja sebagai seorang broker dan marketing di dua perusahaan yang berbeda.

“Saya izin sama kampus untuk bisa kuliah sambil kerja. Waktu itu, saya hanya tidur 3-4 tiap harinya,” kenang Reiner.

Kerja keras dan kegigihan Reiner bekerja di tiga tempat akhirnya membuahkan hasil. Reiner mampu mendapatkan penghargaan sebagai sales terbaik atas pencapaian penjualan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja. Saat itu, pria yang masih berusia 20 tahun itu, telah mengantongi gaji sebesar Rp 25 juta tiap bulan.

Berawal dari Cireng

Sukses di dunia kerja tidak membuat Reiner terlena. Berbekal pandangan hidup bahwa seseorang tidak akan bisa sukses bila masih bekerja pada orang lain membuat Reiner memutuskan untuk membangun usaha pada tahun 2009. Pemuda yang memiliki hobi traveling ini memutuskan berjualan cireng isi. Dengan keuntungan sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan dari satu gerobak, ia pun mensyukuri apa yang telah diperolehnya. Saat berjualan cireng isi itu pun ia mendapat banyak cibiran dari teman-temannya.

“Temen-temen nyinyir saya, tapi saya biarkan. Lambat laun usaha cireng isi saya berkembang, dari satu gerobak tambah jadi lima gerobak, sepuluh, 15 sampai punya 20 gerobak cireng isi,” ucap Reiner.

Keuntungan yang diperoleh dari usaha cireng isi pun digunakan untuk membuka usaha di bidang kuliner yakni resto makanan Jepang. Dengan modal sekitar Rp 60 juta Reiner membuka resto Jepang di salah satu ruko kecil di Jakarta.

Pengalaman menjalankan usaha selama dua tahun, tidak membuat pemuda berzodiak Cancer ini puas. Ia pun mulai melirik usaha yang lebih besar yakni membangun usaha general trading pada tahun 2011. Usaha tersebut tak begitu saja datang menghampiri. Pengalamannya sebagai Vice President Marketing di salah satu perusahaan ekspor-import pada tahun 2010 tidak disia-siakan Reiner untuk belajar tentang berbagai hal yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri.

Ekspor–Impor

Berbekal pengalaman tersebut, dan modal sekitar Rp 120 juta, Reiner mulai membangun usaha general trading-nya. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai produk yang dimpor langsung dari luar negeri khususnya China dan dijual kembali di Indonesia seperti sepatu, baju, berbagai macam gadget, barang elektronik dan lain sebagainya.

Dalam mengembangkan usahanya, Reiner selalu melihat perkembangan pasar. Tak heran produk yang dijualnya selalu bisa diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Meski demikian, tak semua barang yang menurutnya bagus juga pasti laku di Indonesia. Menurutnya, kecenderungan masyarakat Indoensia hanya akan membeli barang yang murah, unik dan terpakai.

“Kalau unik, kepakai tapi mahal orang akan mikir-mikir untuk membelinya. Seperti misalnya tongsis (tongkat narsis) yang tadinya biasa, sekarang jadi tren dan booming di Indonesia. Maklum masyarakat kita narsis dan suka foto, makanya tongsis laris manis,” beber pemuda yang menjadikan ayahanda sebagai sosok inspiratif.

Nah untuk dapat terus menjual berbagai macam produk dari luar negeri, Reiner selalu memantau perkembangan produk-produk yang laris di luar negeri untuk kemudian didatangkan ke Indoensia dan berharap bsia menjadi tren seperti halnya tongsis. Tidak heran diusianya yang masih muda (26 tahun), Reiner sudah berkeliling dunia lebih dari 130 kota di 32 negara.

Selain hobinya travelling berkeliling ke banyak kota di banyak negara juga untuk menemukan barang baru yang bisa laku di jual di Indonesia. Kini dari usaha general tradingnya saja Reiner bisa memperoleh pendapatan mencapai seperempat triliun atau Rp 250 juta.

Impian Terbesar

Setelah sukses menjalankan usahanya, ternyata Reiner masih memiliki impian yang tercapai. Impian tersebut adalah ingin berbagi dan menginspirasi anak muda dalam menjalankan usaha. Reiner berpikir bila ia bisa mewujudkan mimpinya sejak SMA maka orang lain pasti bisa melakukannya.

Karena itu untuk mewujudkan impian tersebut, Reiner mencoba membuat sebuah Gerakan Business & Entrepreneurship Skill Training. Gerakan tersebut bertujuan menjembatani pengusaha di bawah umur 40 tahun dengan para praktisi atau pelaku usaha yang sudah sukses menjalankan usahanya.

“Nanti para pelaku usaha di bawah 40 tahun akan kita develop dengan ilmu yang diberikan oleh pelaku usaha yang sudah sukses dalam menjalankan usaha,” jelasnya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version