Sukses Berbisnis Berkat Pikiran yang Positif

0
398

Berempat.com – Memulai segalanya dari nol dan membesarkannya kemudian tentu bukanlah hal yang mudah. Terlebih memulai sebuah bisnis. Owner Steffie Collection, Stephanie Christiana Agustin adalah salah satu yang pernah mengalaminya, sebelum kemudian sukses membesarkan Steffie Collection.

“Bisnis ini lahir dari sebuah kerinduan untuk memulai usaha sendiri meskipun harus mulai dari nol,” ungkap Christiana. Bisnis ini pun, imbuhnya, lahir dari hobi mamanya yang suka belanja kain seprei untuk kemudian dijahitnya sendiri.

Upaya Christiana memapah diri menuju tangga kesuksesan pun tidaklah mudah. Ia pun pernah mencicipi sebuah kegagalan dalam berbisnis. Dan kegagalan yang masih diingatnya sampai saat ini ialah pernahnya ia tertipu puluhan juta rupiah.

“Tetapi dalam kondisi menyerah dan mulai putus asa, karena do’a, Tuhan pun ubahkan pola pikir (saya) yang pesimis menjadi optimis, yang takut menjadi berani,” kisahnya. Dan berkat keoptimisan dalam dirinyalah kini ia pun bisa membangun Steffie Collection.

Christiana pun berharap kehidupannya dapat bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya. Sebagaimana filosofinya, yaitu sharing, living, caring dan empowering. Dalam harapan dan visinya, ia berkeinginan agar melalui usahanya ini bisa memberi kehidupan bagi sesama, terutama wanita.

“Salah satunya dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak bisa bekerja di luar rumah,” terangnya.

Sebab itulah, imbuhnya, muncul ide dalam diri untuk memperbanyak macam serta menambah kualitas sepreinya. “Yang biasanya motif kain tinggal pilih dari pabrik, kemudian timbullah keinginan untuk mulai memproduksi seprei batik tulis dengan kain tanpa sambungan tengah,” ujarnya.

Selain itu, Christiana pun kini terbiasa mengadakan kursus gratis setiap seminggu sekali dengan mengundang guru membatik. Dan banyak ibu-ibu rumah tangga yang berdatangan untuk belajar cara-cara membatik dengan gratis. Christiana pun berharap nantinya mereka yang belajar bisa membawa pulang pekerjaan membatik itu.

Perempuan yang mengidolai mamanya ini pun gemar terjun dalam kegiatan sosial. Seperti halnya kegiatan sosialnya bersama Forum Peduli Difabel yang mengadakan event Festival Difabel pada 6 Desember 2015. Perempuan satu ini pun sangat menyukai filosofi “hiduplah seperti air”. Sebab, baginya, air dapat memberi kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. “Saya menyukai filosofi air, karena ingin hidup saya bermanfaat dan menjadi berkat bagi dunia,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.