Analisis Dampak Jika Erdogan Gagal dalam Pemilihan Presiden Turki

0
4401
Pemilihan Presiden Turki
Analisis Dampak Jika Erdogan Gagal dalam Pemilihan Presiden Turki
Pojok Bisnis

Pemilihan presiden yang akan datang di Turki dianggap sebagai keputusan politik yang paling penting dalam 100 tahun terakhir.

Salah satu aspek penting dari pemilihan ini adalah potensi kekalahan Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan salah satu sekutu terpenting Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kekalahan Erdogan akan menjadi pukulan berat bagi Kremlin, sementara itu akan menjadi keuntungan bagi pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan banyak negara Eropa dan Timur Tengah yang memiliki perbedaan pandangan dengan Erdogan.

Joe Biden, ketika ditanya mengenai pemilihan presiden Turki dan situasi sengketa mengenai hasil pemungutan suara, menjawab dengan kata-kata yang familiar, menunjukkan pentingnya pemilihan ini dalam konteks geopolitik saat ini.

Erdogan telah menjadi pemimpin Turki yang paling lama menjabat dalam sejarah dan negaranya telah berperan sebagai pemain global yang signifikan. Selama masa jabatannya, Erdogan telah memodernisasi Turki dengan meluncurkan berbagai proyek mega, seperti pembangunan jembatan dan bandara baru, serta membangun industri pertahanan yang diminati oleh banyak negara lain.

PT Mitra Mortar indonesia

Namun, kebijakan ekonomi Erdogan yang mencakup suku bunga rendah telah membawa Turki ke dalam krisis biaya hidup dan inflasi yang tinggi. Situasi ini telah menimbulkan kemarahan di kalangan pemilih. Selain itu, respons pemerintah Erdogan terhadap bencana gempa bumi di selatan Turki yang menewaskan 50 ribu orang juga dikritik karena dianggap lambat dan kurang efektif.

Banyak kritikus khawatir bahwa jika Erdogan memenangkan pemilihan, ia akan semakin memperkuat otoritasnya dan mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi. Namun, Erdogan yang berusia 69 tahun dan telah memenangkan banyak pemilihan dalam karir politiknya, mengklaim bahwa ia menghormati prinsip demokrasi.

Salah satu pemilih di Istanbul, Gungor Yucel yang berusia 80 tahun, mengungkapkan perasaannya terhadap Erdogan dan pemilihan ini. Menurutnya, gagasan mengenai Erdogan telah berubah sejak pemilihan sebelumnya. Ia merasa terhina dan lelah dengan janji-janji yang tidak terealisasi. Meskipun mengakui ada hal-hal baik yang dilakukan Erdogan, Yucel merasa bahwa pemerintahan saat ini telah meremehkan dan menghina negara, sehingga sulit untuk mempercayainya di usia tertentu.

Pemilihan presiden di Turki ini menjadi sorotan dunia karena dampaknya yang signifikan bagi politik regional dan geopolitik global. Keputusan ini akan membentuk arah kebijakan Turki di masa depan dan akan mempengaruhi hubungan Turki dengan negara-negara di sekitarnya, serta negara-negara di luar wilayahnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan