Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 86

Pinjaman Kilat Tapi Menjerat, Kenali Ciri-ciri Pinjol Ilegal yang Harus Diwaspadai!

0

Di tengah kesulitan ekonomi dan kebutuhan mendesak, pinjaman online sering jadi pilihan cepat. Tapi sayangnya, nggak semua pinjol bisa dipercaya. Banyak yang terjebak dalam praktik pinjol ilegal yang justru bikin hidup makin ruwet. Maka dari itu, penting banget untuk tahu ciri-ciri pinjol ilegal biar nggak salah langkah. Masalahnya, pinjol ilegal sering menyamar dan tampil seolah resmi.

Satu hal yang paling mencolok dari ciri-ciri pinjol ilegal adalah mereka nggak terdaftar atau berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau ada yang nawarin pinjaman tanpa proses verifikasi yang wajar, bunga super tinggi, dan pencairan super kilat tanpa kejelasan, bisa dipastikan itu patut dicurigai. Apalagi kalau mereka minta akses ke seluruh kontak dan galeri ponsel—ini red flag banget!

Tanda-Tanda Mencurigakan yang Perlu Dikenali

Biasanya, pinjol ilegal akan menggunakan pendekatan yang agresif. Mereka promosi lewat SMS atau DM secara acak, bahkan sering muncul di grup-grup media sosial. Bukan cuma itu, bunga yang dikenakan sering nggak masuk akal dan nggak dijelaskan secara transparan di awal. Begitu nasabah telat bayar, ancamannya pun bermunculan, dari teror WhatsApp sampai menyebar data pribadi.

Berikut beberapa hal yang bisa jadi patokan untuk membedakan pinjol legal dan ilegal:

  • Tidak terdaftar di OJK. Kamu bisa cek langsung lewat situs resmi atau aplikasi OJK untuk memastikan legalitasnya.

  • Persetujuan terlalu cepat. Pinjol resmi biasanya tetap butuh proses verifikasi data, walaupun tidak seribet bank.

  • Bunga dan denda nggak jelas. Kalau nggak ada perjanjian tertulis yang transparan, wajib curiga.

  • Minta akses ke seluruh data ponsel. Ini ciri klasik pinjol ilegal buat nyebar data saat tagih utang.

  • Penagihan dengan cara kasar. Teror psikologis, intimidasi, sampai menyebarkan aib sudah jadi modus mereka.

Gimana Cara Menghindarinya?

Langkah pertama adalah edukasi diri. Jangan tergiur kemudahan tanpa tahu konsekuensinya. Kedua, pastikan hanya mengajukan pinjaman di aplikasi yang terdaftar dan diawasi OJK. Ketiga, kalau butuh pinjaman darurat, pertimbangkan koperasi resmi atau lembaga keuangan yang punya legalitas.

Ingat juga, jangan pernah klik tautan pinjaman dari sumber yang nggak jelas. Bisa-bisa bukan cuma terjerat utang, tapi juga data pribadi dicuri. Lebih baik cari tahu dulu daripada menyesal di belakang.

BSU Tahap II Cair Juli, Cek Nama dan Rekeningmu Sekarang!

Pekerja aktif yang belum sempat menikmati bantuan pada gelombang sebelumnya kini bisa bernapas lega. Pemerintah kembali menggulirkan BSU tahap II atau Bantuan Subsidi Upah tahun 2025 senilai Rp600 ribu yang mulai disalurkan awal Juli mendatang. Bagi yang belum menerima pencairan pada tahap pertama, dana tersebut akan otomatis ditransfer ke rekening yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Program BSU tahap II ini menargetkan sekitar 4,5 juta penerima baru, melanjutkan pencairan tahap I yang lebih dulu diterima oleh sekitar 3,7 juta pekerja aktif pada 24 Juni 2025. Dana bantuan hanya disalurkan satu kali langsung ke rekening masing-masing, dan tidak melalui perantara.

Kapan Jadwal Pencairan BSU Tahap II?

BPJS Ketenagakerjaan telah mengirimkan data calon penerima sejak awal Juni lalu. Data itu kemudian diverifikasi dan dicocokkan dengan informasi rekening bank para pekerja. Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur sebelum pencairan dilakukan.

Jika tidak ada hambatan, pencairan akan berlangsung bertahap mulai minggu pertama hingga minggu kedua bulan Juli. Soft launching atau uji coba sistem sudah dilakukan sejak akhir Juni untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Siapa Saja yang Berhak Menerima?

Berikut ini kriteria lengkap penerima bantuan BSU 2025 tahap II:

  • Terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan

  • Belum pernah menerima BSU tahap I

  • Masuk dalam daftar validasi Juni 2025

  • Memiliki rekening bank yang aktif dan terverifikasi

  • Penghasilan sesuai ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan

  • Tidak sedang menerima bantuan lain seperti PKH atau BPNT

Cara Mengecek Status Penerima BSU

Penerima bisa memantau status pencairan lewat tiga jalur resmi berikut:

  1. Situs BPJS Ketenagakerjaan
    Masuk ke https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id lalu input NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir.

  2. Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile)
    Unduh aplikasinya, login dengan akun BPJS, dan pilih menu “Cek Bantuan Subsidi Upah”.

  3. Website Kemnaker
    Kunjungi https://bsu.kemnaker.go.id, daftar akun, dan lengkapi data. Jika lolos verifikasi, status penerimaan akan muncul.

Bagi yang statusnya masih “diproses” atau “belum terdaftar”, tidak perlu khawatir. Sinkronisasi data bisa berlangsung hingga pertengahan Juli, jadi pantau terus secara berkala.

Impor Produk untuk Dijual di Indonesia, Tren Bisnis yang Makin Dilirik di Tahun ini

Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap bisnis impor barang printilan dari luar negeri makin meningkat. Terlebih di tahun 2025 ini, berbagai platform e-commerce internasional seperti AliExpress, Taobao, hingga 1688 menjadi “ladang” mencari produk murah dan unik. Tidak sedikit pelaku usaha pemula yang mulai mencoba peruntungan dengan impor produk untuk dijual di Indonesia karena dianggap menjanjikan dan minim risiko produksi.

Barang-barang yang banyak diincar antara lain aksesoris gadget, perlengkapan dapur multifungsi, alat kecantikan, mainan anak, dan dekorasi rumah yang tak mudah ditemukan di toko lokal. Produk-produk seperti ini seringkali terlihat unik, punya harga grosir yang jauh lebih murah, dan sangat menarik di mata pasar lokal—terutama generasi muda yang aktif di media sosial.

Proses Impor dari Luar Negeri, Gimana Potensi Keuntungannya?

Meski terlihat sederhana, impor produk untuk dijual di Indonesia tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Pelaku bisnis perlu mempelajari proses impor secara legal, mulai dari memilih supplier terpercaya, menghitung estimasi biaya pengiriman dan bea masuk, hingga memilih jalur logistik yang aman.

Biasanya, pebisnis pemula menggunakan jasa forwarder atau konsolidator yang bisa membantu pengurusan bea cukai dan pengiriman dari luar negeri ke Indonesia. Beberapa juga memilih metode dropship dari platform global yang langsung mengirimkan produk ke pembeli akhir. Namun, metode ini punya risiko lebih besar, seperti lamanya waktu pengiriman atau kendala kualitas barang.

Dari sisi potensi, margin keuntungan bisa cukup tinggi. Misalnya, alat pembersih wajah elektrik yang diimpor seharga Rp30.000 bisa dijual kembali hingga Rp100.000–150.000. Ini baru satu produk. Bayangkan jika menjual belasan jenis produk sekaligus dalam satu katalog online. Tak heran, banyak pelaku usaha kecil mulai beralih dari reseller lokal ke importir langsung.

Yang terpenting adalah riset pasar. Tidak semua barang printilan luar negeri akan cocok dengan selera konsumen Indonesia. Menentukan segmen pasar dan menguji coba produk dengan skala kecil bisa menjadi langkah awal yang bijak sebelum memutuskan impor dalam jumlah besar.

Tren impor produk untuk dijual di Indonesia bisa menjadi pintu masuk bagi siapa pun yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas. Selama riset dilakukan dengan tepat dan prosesnya dijalankan secara legal, bisnis ini berpeluang besar memberikan keuntungan jangka panjang. Apalagi di tengah masyarakat yang selalu mencari hal unik dan praktis, produk printilan luar negeri bisa menjadi peluang emas jika dimanfaatkan secara cerdas.

Tarif Listrik Terbaru Resmi Diumumkan, Tidak Ada Penyesuaian hingga September 2025

0

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik terbaru untuk periode Juli hingga September 2025 tidak mengalami penyesuaian harga. Keputusan ini berlaku bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi yang menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero). Tidak hanya itu, tarif untuk 24 golongan pelanggan bersubsidi juga tetap, tanpa kenaikan, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.

Penetapan tarif listrik terbaru ini didasarkan pada hasil evaluasi parameter ekonomi makro seperti kurs rupiah, tingkat inflasi, harga minyak mentah Indonesia (ICP), serta harga batu bara acuan (HBA). Sesuai ketentuan dalam Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024, peninjauan tarif dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

Rincian Tarif Listrik Tetap untuk Semua Golongan

Khusus bagi pelanggan rumah tangga miskin, tarif listrik 450 VA tetap sebesar Rp415 per kWh. Sementara untuk daya 900 VA, tarifnya dipatok Rp605 per kWh. Adapun pelanggan rumah tangga nonsubsidi daya 1.300 VA dan 2.200 VA dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh.

Untuk sektor bisnis, pelanggan dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA (golongan B-2) akan tetap membayar tarif sebesar Rp1.444,70 per kWh. Sementara pelanggan industri besar (I-4) dengan kebutuhan daya di atas 30.000 kVA masih menikmati tarif Rp996,74 per kWh.

PLN juga menetapkan bahwa tarif untuk sektor sosial seperti fasilitas ibadah dan kegiatan pelayanan masyarakat tetap terjangkau. Daya 450 VA dikenakan tarif Rp325 per kWh, dan daya 900 VA sebesar Rp455 per kWh.

Langkah ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong keberlangsungan usaha kecil dan menengah di tengah dinamika ekonomi global. Stabilitas tarif juga diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di sektor energi dan industri.

Dengan penetapan ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional PLN dan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan. Konsumen kini bisa tetap tenang menikmati listrik tanpa beban tambahan biaya setidaknya hingga akhir September mendatang.

Dari Ladang ke Pasar Ekspor, Festival Bawang Merah Brebes Angkat Martabat Petani

Brebes kembali menjadi sorotan nasional lewat gelaran Festival Bawang Merah Brebes 2025, sebuah perhelatan yang tak hanya merayakan keberhasilan panen petani lokal, tetapi juga menguatkan posisi daerah ini dalam strategi besar ketahanan pangan nasional. Festival ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pangan Nasional (NFA) yang melihatnya sebagai langkah nyata dalam menjaga stabilitas komoditas strategis, khususnya bawang merah.

Sekretaris Utama NFA, Sarwo Edhy, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Bawang Merah Brebes. Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendukung distribusi pangan nasional yang berkelanjutan.

“Kami melihat Brebes sebagai daerah kunci dalam produksi bawang merah. Festival ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan bawang merah secara nasional,” ujar Sarwo saat menghadiri puncak festival, Jumat (27/6).

Dorong Distribusi Merata dan Harga Stabil

Sarwo menjelaskan, NFA terus memetakan wilayah surplus dan minus untuk memastikan distribusi bawang merah dapat menjangkau seluruh daerah dengan harga yang stabil. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama asosiasi petani melalui direktorat teknis guna memantau distribusi dan mengantisipasi fluktuasi harga.

Ia juga mendorong para petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen melalui praktik budidaya yang baik, mulai dari pemilihan benih unggul hingga pemupukan yang tepat. Guna menjaga ketersediaan sepanjang tahun, NFA telah menyediakan fasilitas cold storage, salah satunya berkapasitas 16 ton yang sudah digunakan di Desa Wanasari sejak April 2023.

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa Brebes menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi bawang merah nasional. “Brebes bukan hanya produsen utama dalam negeri, tapi juga berhasil menembus pasar ekspor. Ini menandakan petani kita tangguh dan produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan komoditas bawang merah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir—mulai dari penyediaan sarana produksi, akses permodalan, hingga dukungan pascapanen. Menurut Arief, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh.

Para Petani Jadi Garda Terdepan dalam Rantai Produksi Pangan

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyatakan bahwa petani merupakan garda terdepan dalam rantai produksi pangan. Ia menegaskan pentingnya dukungan terhadap petani agar hasil panen dapat terserap maksimal dengan harga yang menguntungkan.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki luas tanam sekitar 30 ribu hektare dengan produksi mencapai 300 ribu ton bawang merah per tahun. Ia juga mengumumkan ekspor perdana 11.800 ton bawang merah ke Thailand, Singapura, dan Vietnam.

“Dari lahan-lahan di Brebes, bawang merah kita mampu menembus pasar Asia. Ini adalah bukti nyata kekuatan sektor pertanian kita,” katanya.

Festival ini turut dimeriahkan dengan bazar UMKM, gerakan pangan murah, kontes bawang merah, hingga diskusi petani muda. Semua rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa sinergi antara sektor publik dan masyarakat menjadi pondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional berbasis lokal.

Kenapa Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Lebih Susah dari Mencari yang Baru?

Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, mempertahankan loyalitas pelanggan menjadi kunci utama agar usaha bisa terus bertahan dan berkembang. Sekali kehilangan kepercayaan pelanggan, bukan cuma kehilangan satu transaksi—tapi juga potensi repeat order, promosi dari mulut ke mulut, bahkan reputasi. Oleh karena itu, penting sekali bagi pelaku usaha untuk tidak hanya fokus mendatangkan pelanggan baru, tapi juga memastikan mereka tetap setia.

Menariknya, strategi mempertahankan loyalitas pelanggan bukan hanya soal diskon atau hadiah poin. Lebih dari itu, hal-hal kecil seperti pelayanan yang ramah, cepat tanggap, dan konsisten justru menjadi fondasi utama. Banyak pelanggan lebih memilih usaha kecil yang perhatian, daripada brand besar yang terkesan cuek. Di sinilah pentingnya membangun koneksi personal dengan pelanggan.

Cara Efektif Membangun dan Menjaga Kesetiaan Pelanggan

1. Kenali siapa pelanggannya
Bisnis yang baik tahu betul siapa pelanggan setianya. Gunakan data penjualan atau feedback untuk memahami kebiasaan belanja, kebutuhan, dan preferensi mereka. Setelah itu, gunakan informasi tersebut untuk menyesuaikan layanan, produk, atau bahkan gaya komunikasi.

2. Jadikan pelayanan sebagai senjata utama
Satu kesalahan kecil bisa menghapus pengalaman baik yang sudah dibangun bertahun-tahun. Makanya, penting banget menjaga kualitas pelayanan. Balas pesan dengan cepat, tanggapi keluhan dengan solusi, dan perlakukan pelanggan layaknya mitra jangka panjang.

3. Berikan nilai lebih tanpa harus murah
Mempertahankan loyalitas pelanggan bukan berarti harus jual murah terus-terusan. Justru pelanggan akan lebih menghargai kualitas produk dan nilai tambah yang diberikan, seperti kemasan personal, akses eksklusif ke produk baru, atau konten edukatif seputar produk.

4. Bangun komunitas, bukan cuma pasar
Usaha yang bisa menciptakan komunitas pelanggan akan lebih bertahan lama. Ajak pelanggan untuk terlibat—misalnya lewat kontes, review, atau cerita pengalaman mereka menggunakan produk. Semakin dekat hubungan antara pelanggan dan bisnis, semakin kecil kemungkinan mereka berpindah ke kompetitor.

5. Konsisten adalah kunci
Apa pun strategi yang digunakan, semua akan sia-sia jika tidak konsisten. Baik dalam pelayanan, kualitas produk, hingga cara komunikasi. Konsistensi akan membentuk kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah lahir loyalitas.

Mempertahankan loyalitas pelanggan bukan pekerjaan sekali jadi. Perlu kesabaran, perhatian terhadap detail, dan keinginan tulus untuk terus memberikan yang terbaik. Bisnis yang berhasil membangun ikatan emosional dengan pelanggannya akan lebih mudah bertahan di masa sulit, bahkan bisa berkembang lewat rekomendasi organik. Ingat, pelanggan setia bukan hanya sumber pemasukan, tapi juga duta merek paling berpengaruh.

Schneider Electric Bangun Pabrik Pintar, Simbol Transformasi Industri Nasional

0

Pemerintah terus mengakselerasi transformasi industri nasional sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah strategisnya adalah mendorong hilirisasi sumber daya, mempercepat digitalisasi ekonomi, serta memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Ketiga hal ini diyakini menjadi fondasi utama untuk mengangkat daya saing industri, dengan target ambisius pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta mengungkapkan bahwa pemerintah baru saja meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan dengan kapasitas lebih dari 3.200 megawatt. “Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga strategi untuk menopang transformasi industri nasional berbasis energi hijau,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat (27/6).

Setia menambahkan, di tengah tantangan global, pemerintah juga memperkuat ekonomi digital dengan target nilai sebesar USD120 miliar pada 2025. Angka ini bahkan diprediksi melonjak hingga USD400 miliar pada 2030, membuka ruang besar bagi pelaku industri manufaktur dan teknologi untuk berkembang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pabrik Baru Schneider Electric Jadi Simbol Industri Masa Depan

Langkah lain yang tak kalah penting adalah transisi menuju Net Zero Emission di 2060, yang diwujudkan melalui pengembangan pembangkit energi terbarukan seperti surya, angin, air, panas bumi, dan bioenergi. “Kami juga mendorong tumbuhnya industri pendukung EBT—mulai dari sel surya hingga turbin angin—dan berharap pelaku industri seperti Schneider Electric mengambil peran aktif di dalamnya,” tutur Setia.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda nasional, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi atas pengembangan pabrik ketiga PT Schneider Electric Indonesia di kawasan Cikarang. Pabrik ini dinilai sebagai wujud nyata dari penguatan industri manufaktur domestik, terutama pada sektor peralatan listrik yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi tinggi.

“Lebih dari sekadar perluasan produksi, ini adalah simbol keseriusan bangsa dalam berinovasi dan bersaing di industri global. Kini saatnya menunjukkan bahwa SDM Indonesia mampu menjawab tantangan industri masa depan,” imbuh Setia.

Hadir pula dalam peresmian, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Solehan, yang menegaskan pentingnya penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap tahap produksi. Ia menilai pabrik ini akan memicu investasi berkualitas lainnya, serta menggerakkan sinergi sektor industri menuju kemandirian dan keberlanjutan ekonomi.

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan bahwa ekspansi pabrik pintar (smart factory) di Cikarang merupakan bentuk dukungan jangka panjang terhadap agenda transformasi industri nasional. Pabrik tersebut mengusung konsep ramah lingkungan dengan teknologi EcoStruxure™, sistem panel surya atap, kecerdasan buatan (AI), serta pengujian digital (digital FAT).

“Lebih dari investasi, ini adalah kontribusi nyata kami untuk membangun ekosistem industri yang tangguh, hijau, dan siap bersaing secara global,” kata Martin.

Pajak E-Commerce Resmi Digodok, Ini Dampaknya bagi Pedagang Online

Pemerintah resmi menggodok kebijakan baru terkait pajak e-commerce, yang akan segera diberlakukan kepada para pelaku usaha di platform digital. Isu ini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat, terutama para pedagang online yang khawatir terhadap dampak regulasi tersebut terhadap kelangsungan usaha mereka. Meski menuai pro dan kontra, sejumlah asosiasi pelaku usaha dan pemerintah menyatakan dukungan terhadap langkah ini sebagai bagian dari keadilan fiskal dan perlindungan pelaku usaha konvensional.

Pajak e commerce dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menyamakan level playing field antara pedagang daring dan luring. Selama ini, banyak pelaku usaha online yang tidak tersentuh kewajiban perpajakan meski omzet mereka tidak kalah besar dari toko-toko fisik. Dengan kebijakan baru ini, Ditjen Pajak (DJP) akan mulai menertibkan pelaporan pajak bagi para penjual yang menggunakan platform seperti TikTok Shop, Tokopedia, Shopee, dan lainnya.

Regulasi Sedang Disiapkan, Platform Diminta Bersiap

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini tengah mematangkan aturan teknis mengenai pemungutan dan pelaporan pajak oleh pedagang online. Menurut DJP, regulasi ini tidak bertujuan membebani usaha mikro, melainkan mendorong formalitas dan transparansi di sektor digital.

Pihak TikTok Indonesia menyatakan bahwa mereka siap menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang akan diberlakukan. Mereka juga tengah mempersiapkan strategi adaptasi, termasuk memberikan edukasi kepada para seller terkait kewajiban pajak mereka.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pun memberikan respons hati-hati. Mereka meminta agar kebijakan ini diterapkan secara bertahap, terutama bagi UMKM yang masih dalam tahap awal merintis usaha. Pendekatan yang humanis dan edukatif dinilai penting agar tidak terjadi eksodus pelaku usaha dari platform digital.

Dukungan Pengusaha dan Tantangan di Lapangan

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung kebijakan ini dengan catatan penerapan dilakukan secara adil dan proporsional. Ketua Apindo menilai, langkah ini sudah tepat untuk memperkuat basis pajak nasional tanpa membunuh potensi ekonomi digital yang tengah berkembang pesat.

Namun di lapangan, masih banyak pedagang yang belum memahami sepenuhnya bagaimana mekanisme pajak ini akan berjalan. Sebagian merasa cemas terhadap potensi penurunan margin keuntungan, terutama jika harus bersaing harga dengan toko besar yang sudah lebih dulu mapan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa penyesuaian terhadap pajak e commerce ini dilakukan demi meningkatkan penerimaan negara secara berkeadilan. Selama ini, kontribusi sektor digital terhadap pajak dinilai belum optimal, padahal transaksi online terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan diberlakukannya kebijakan pajak e-commerce, para pelaku usaha digital diharapkan segera mempersiapkan diri. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus berdialog dengan pelaku industri guna memastikan regulasi ini tidak menghambat pertumbuhan ekosistem e-commerce nasional, melainkan justru memperkuatnya dalam jangka panjang.

Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia, Sertifikasi Produk Halal Jadi Prioritas

0

Upaya percepatan Sertifikasi Produk Halal terus menjadi fokus pemerintah seiring meningkatnya permintaan pasar akan produk-produk yang sesuai prinsip syariah. Menyongsong penerapan wajib halal secara menyeluruh pada 2026, pemerintah mendorong kolaborasi antarlembaga, khususnya antara laboratorium halal milik negara dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) terakreditasi, guna memperkuat ekosistem halal nasional.

Melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor industri halal. Kepala BSKJI, Andi Rizaldi, menyatakan bahwa Sertifikasi Produk Halal tak hanya membutuhkan regulasi yang kokoh, tetapi juga infrastruktur teknis yang mumpuni, termasuk laboratorium pengujian yang andal.

“Kami berperan aktif memperkuat laboratorium halal di bawah BSKJI. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan jadi kunci mempercepat proses sertifikasi yang terpercaya,” ujar Andi di Jakarta, Kamis (26/6).

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dorong Akses Layanan Halal yang Merata

Salah satu bentuk konkret sinergi itu adalah kerja sama antara BBSPJIHPMM Makassar—unit pelaksana teknis di bawah BSKJI Kemenperin—dengan PT Mutu Agung Lestari, lembaga independen yang juga berstatus sebagai LPH. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan fasilitas laboratorium halal BBSPJIHPMM untuk mendukung proses pengujian produk secara ilmiah dan terstandar.

Fasilitas tersebut memiliki cakupan layanan meliputi pengujian makanan dan minuman, jasa pengolahan dan distribusi, hingga analisis bahan turunan babi, etanol, serta DNA hewani. Laboratorium ini juga telah mengantongi akreditasi nasional dan ditopang sumber daya manusia kompeten.

Kepala BBSPJIHPMM, Shinta Virdhian, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan PT Mutu Agung Lestari akan memperluas akses layanan halal, terutama di luar sentra industri. “Sinergi ini bertujuan memastikan sertifikasi halal berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.

Di sisi lain, Andi Rizaldi menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi nasional menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat transformasi dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Dengan adanya kerja sama seperti ini, pemerintah berharap proses sertifikasi menjadi lebih terjangkau dan merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Sertifikasi Produk Halal kini bukan hanya tuntutan religius, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong industri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Program LAKSMI Buka Peluang Usaha Mikro Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat pelaku usaha perempuan, Kementerian UMKM menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Eramet untuk meluncurkan program LAKSMI atau Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi. Program ini menyasar langsung para perempuan pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam peluncuran program LAKSMI yang berlangsung Selasa (24/6) di Jakarta, menekankan bahwa kontribusi perempuan di sektor UMKM sangat besar. Saat ini, sekitar 64,5 persen UMKM nasional dikelola oleh perempuan. “Ini bukan sekadar statistik, melainkan kekuatan nyata yang menopang ekonomi bangsa,” ujarnya.

Namun demikian, Maman tidak menampik bahwa perempuan pelaku usaha masih menghadapi hambatan serius, terutama dalam akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas bisnis. Data global dari World Bank dan World Economic Forum menunjukkan masih ada sekitar 740 juta perempuan di dunia yang belum memiliki rekening bank, sehingga terhambat dalam memperoleh akses modal.

Pelatihan, Pendampingan, hingga Dana Hibah

Program LAKSMI hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pelatihan, pendampingan, hingga pemberian hibah bagi pelaku usaha mikro perempuan yang lolos kurasi. Pada tahap awal, program ini akan menjaring 1.200 peserta dari dua wilayah: 800 dari Jakarta dan 400 dari Ternate, Maluku Utara.

Di Jakarta, peserta akan disaring menjadi 380 orang yang akan mengikuti masterclass literasi keuangan dan pemasaran digital, dilanjutkan dengan sesi mentoring bagi 200 orang terpilih. Dari jumlah tersebut, 50 pengusaha perempuan terbaik akan mendapatkan dana hibah dan kesempatan tampil di demo day. Proses serupa juga berlangsung di Ternate, yang akan menjaring 25 perempuan mikro terbaik.

Menteri Maman menyebut, LAKSMI merupakan kelanjutan dari kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Program ini juga melengkapi sejumlah inisiatif afirmatif seperti penyaluran KUR untuk sektor produktif, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta upaya penghapusan piutang macet.

Sementara itu, Menteri PPA, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi kunci dalam mengurangi angka kekerasan berbasis gender. Menurutnya, banyak kasus kekerasan rumah tangga yang berakar dari tekanan ekonomi. “Kalau perempuan memiliki penghasilan sendiri dan mandiri, maka keluarga akan lebih sejahtera dan aman,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas ruang aman bagi perempuan, tak hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga akses untuk belajar dan memimpin usaha sendiri. Peluncuran program ini turut dihadiri perwakilan dari pemerintah daerah, mitra swasta, serta lembaga pendukung lainnya.