Sabtu, September 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 138

Pinjol Ilegal Masih Marak! OJK dan Satgas PASTI Blokir Ribuan Nomor Penagih

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang meresahkan masyarakat. Selama periode Januari hingga 31 Maret 2025, sebanyak 1.123 entitas pinjol ilegal dan 209 penawaran investasi bodong berhasil ditindak dan dihentikan oleh OJK.

Tak hanya itu, Satgas PASTI bersama OJK juga menemukan ribuan nomor kontak yang digunakan oleh penagih utang (debt collector) dari layanan pinjol ilegal. Sebanyak 1.643 nomor telah diajukan untuk diblokir ke Kementerian Komunikasi dan Digital guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

“Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik penagihan yang tidak etis dan sering kali mengintimidasi,” ungkap Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, dalam konferensi pers virtual, Sabtu (12/4/2025).

Indonesia Anti-Scam Centre Terima Puluhan Ribu Laporan

Dalam upaya mempercepat penanganan kasus keuangan ilegal, OJK bersama industri jasa keuangan dan sistem pembayaran telah membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sebagai pusat pelaporan dan pengawasan penipuan transaksi keuangan.

Hingga akhir Maret 2025, IASC telah menerima 79.969 laporan. Dari jumlah tersebut, 55.028 laporan berasal dari kanal perbankan dan penyedia sistem pembayaran, sementara 24.941 laporan disampaikan langsung oleh para korban.

Dari laporan-laporan itu, terdeteksi 82.336 rekening yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan, dan sebanyak 35.394 rekening telah diblokir. Jumlah kerugian yang tercatat mencapai Rp1,7 triliun, dengan Rp134,7 miliar dana korban telah berhasil dibekukan sebagai bagian dari langkah mitigasi.

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menyatakan bahwa IASC akan terus mengembangkan kapasitasnya demi mempercepat proses pelaporan dan tindak lanjut terhadap berbagai kasus penipuan digital di sektor keuangan.

Ribuan Pengaduan Masuk Lewat APPK

Selama kurun waktu 1 Januari hingga 14 Maret 2025, OJK juga mencatat telah menerima 102.319 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), termasuk 9.068 laporan pengaduan.

Sebagian besar pengaduan berasal dari sektor perbankan (3.383 laporan), disusul industri financial technology (3.303 laporan), perusahaan pembiayaan (1.941 laporan), serta sektor asuransi dan pasar modal.

Dengan terus meningkatnya aktivitas digital dan maraknya modus penipuan finansial, OJK menegaskan komitmennya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat perlindungan terhadap konsumen sektor jasa keuangan.

Cari Kerja Susah, Usaha Nggak Gampang – Terus Harus Gimana?

Di luar sana, banyak yang merasa hidup itu seperti main game level sulit: cari kerja susah, tapi waktu niat usaha, eh… realitanya juga nggak gampang. Mau ngelamar kerja, syaratnya tinggi. Mau usaha sendiri, modalnya pas-pasan, belum lagi harus siap mental kalau dagangan nggak laku. Jadi, sebenarnya harus gimana?

Pertama-tama, penting banget untuk jujur sama diri sendiri: apa sih yang bener-bener kamu bisa dan kamu suka? Kadang kita terlalu fokus mikirin hasil, tapi lupa proses. Padahal, di zaman sekarang, skill dan kepekaan ngeliat peluang itu jauh lebih penting daripada sekadar punya modal gede.

Kalau cari kerja kantoran belum juga nemu yang cocok, coba alihkan tenaga ke hal-hal kecil yang bisa dikembangkan. Misalnya, punya keahlian desain? Mulai dulu dari jasa desain buat UMKM. Jago masak? Coba jualan kecil-kecilan dari rumah. Nggak harus langsung besar, yang penting mulai. Mulailah dari lingkaran kecil. Teman dekat, tetangga, keluarga—mereka bisa jadi pelanggan pertama yang bantu kamu latihan jualan.

Gabungkan Logika dan Kreativitas

Usaha bukan cuma soal jualan, tapi soal cara kita nyari celah. Banyak orang mikir semua peluang udah habis. Padahal, peluang itu nggak selalu datang dari hal baru — kadang dari hal lama yang dikemas ulang. Misalnya, orang tua jualan gorengan, kamu bisa bantu promosikan lewat TikTok biar lebih ramai.

Atau sebaliknya, kalau kamu tetap pengen kerja tapi saingannya banyak, kenapa nggak mulai dari magang, freelance, atau project kecil-kecilan dulu? Dari situ kamu bisa bangun portofolio, kenalan, dan nambah peluang kerja yang lebih besar. Jangan lupa juga untuk terus update skill. Banyak banget kelas online gratis sekarang, mulai dari belajar coding, desain, copywriting, sampai ke pengelolaan keuangan usaha.

Jadi Apa Solusinya?

Nggak ada jalan yang mudah. Tapi menyerah juga bukan pilihan. Kuncinya adalah fleksibel. Nggak kaku. Mau kerja? Usaha? Kenapa nggak dua-duanya dicoba pelan-pelan sambil terus belajar?

Jangan terlalu idealis di awal. Kadang, langkah pertama memang harus dijalani dengan kondisi yang jauh dari sempurna. Tapi dari situ, kamu bisa tahu medan, tahu strategi, dan tahu siapa target kamu sebenarnya. Yang penting, kamu gerak. Karena rezeki kadang datang bukan dari yang kita rencanakan, tapi dari yang kita berani lakukan.

Jadi, jangan terlalu stres kalau belum punya pekerjaan tetap atau usaha yang mapan. Banyak orang sukses justru memulai dari fase paling nggak nyaman dalam hidup mereka. Nikmati prosesnya, kembangkan potensi yang kamu punya, dan tetap buka mata sama peluang-peluang kecil yang mungkin selama ini terlewatkan.

Ekonomi ASEAN Terancam, Ini Seruan Sri Mulyani di Forum Menteri Keuangan

0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya sinergi antarnegara ASEAN dalam memperkokoh fondasi ekonomi kawasan, terutama di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat. Hal itu disampaikannya dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (AFMGM) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-10 April lalu.

Dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 3 triliun dan jumlah penduduk lebih dari 650 juta jiwa, Sri Mulyani meyakini ASEAN memiliki kekuatan kolektif yang besar untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan.

Pertemuan ini digelar di tengah memanasnya tensi perdagangan dunia, terutama setelah Presiden AS, Donald Trump, menerapkan kebijakan tarif resiprokal bertajuk “Liberation Day”. Kebijakan tersebut menyasar lebih dari 60 negara yang dianggap menguntungkan diri secara sepihak dalam perdagangan dengan Amerika Serikat.

“Kebijakan ini menghancurkan sistem perdagangan global berbasis aturan yang sudah dibangun sejak era pasca Perang Dunia II, termasuk lembaga seperti WTO dan Bretton Woods yang notabene digagas sendiri oleh AS,” jelas Sri Mulyani.

Ia menambahkan, sistem tersebut dulunya dimaksudkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, namun belakangan justru dianggap menjadi biang relokasi industri manufaktur dari AS ke negara lain serta meningkatnya angka pengangguran di dalam negeri mereka.

Ketidakpastian Global dan Respons ASEAN

Lebih jauh, Sri Mulyani menjelaskan bahwa kebijakan agresif AS memaksa banyak negara untuk melakukan perundingan dagang secara bilateral. China pun tak tinggal diam, merespons dengan tarif tandingan yang kemudian dibalas balik oleh AS melalui kenaikan tarif hingga mencapai 125 persen.

Kondisi ini memunculkan gelombang ketidakpastian besar di level global, dengan risiko tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi yang mulai dirasakan banyak negara. Dalam forum tersebut, para menteri keuangan ASEAN menyampaikan kondisi ekonomi masing-masing yang turut terdampak oleh dinamika perdagangan global ini.

Diskusi pun mengerucut pada upaya bersama dalam meredam gejolak, termasuk merancang langkah mitigasi risiko serta pendekatan diplomatik yang bisa ditempuh dalam berhadapan dengan AS.

“ASEAN punya posisi strategis untuk saling menguatkan. Potensi kita sangat besar jika mampu bekerja sama menjaga kestabilan kawasan,” tegas Menkeu Sri Mulyani.

Menanggapi tantangan global tersebut, pemerintah Indonesia tengah mempercepat reformasi struktural melalui deregulasi serta pelonggaran aturan perdagangan dan investasi domestik. Tak hanya itu, diplomasi ekonomi juga terus diperkuat agar Indonesia bisa tetap kompetitif dan aman dari dampak turbulensi eksternal.

Presiden Prabowo Subianto pun telah menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk menyiapkan kebijakan-kebijakan responsif yang mampu menjaga daya tahan perekonomian nasional dalam menghadapi tekanan dari luar negeri.

“Langkah ini adalah bagian dari amanat konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia, demi perdamaian dan keadilan sosial,” tutup Sri Mulyani.

Harga Emas Naik Lagi! Antam Capai Rp1,889 Juta per Gram

0

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik dan melonjak tajam, serta mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah perdagangan logam mulia di Indonesia. Kenaikan harga ini terjadi di tengah tren permintaan yang tinggi dan dinamika pasar global.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, Jumat (11/4/2025), harga emas Antam untuk ukuran 1 gram kini dipasarkan seharga Rp1.889.000, mengalami kenaikan sebesar Rp43.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan yang sama, yakni Rp43.000. Kini, harga buyback berada di angka Rp1.739.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran berat per Jumat, 11 April 2025:

  • 0,5 gram: Rp994.500

  • 1 gram: Rp1.889.000

  • 2 gram: Rp3.718.000

  • 3 gram: Rp5.552.000

  • 5 gram: Rp9.220.000

  • 10 gram: Rp18.385.000

  • 25 gram: Rp45.837.000

  • 50 gram: Rp91.595.000

  • 100 gram: Rp183.112.000

  • 250 gram: Rp457.515.000

  • 500 gram: Rp914.820.000

  • 1.000 gram: Rp1.829.000.000

Pegadaian Juga Catat Kenaikan Harga

Tidak hanya Antam, harga emas di PT Pegadaian (Persero) juga menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan. Berdasarkan situs resmi Pegadaian, harga emas Antam 1 gram kini mencapai Rp1.896.000, naik sebesar Rp38.000. Sementara itu, emas UBS naik Rp42.000 menjadi Rp1.853.000 per gram.

Berikut ini adalah daftar harga emas di Pegadaian untuk masing-masing jenis dan berat:

Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp1.000.000

  • 1 gram: Rp1.896.000

  • 2 gram: Rp3.731.000

  • 3 gram: Rp5.570.000

  • 5 gram: Rp9.249.000

  • 10 gram: Rp18.440.000

  • 25 gram: Rp45.971.000

  • 50 gram: Rp91.861.000

  • 100 gram: Rp183.640.000

  • 250 gram: Rp458.828.000

  • 500 gram: Rp917.440.000

  • 1.000 gram: Rp1.834.000.000

Emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp1.002.000

  • 1 gram: Rp1.853.000

  • 2 gram: Rp3.675.000

  • 5 gram: Rp9.081.000

  • 10 gram: Rp18.065.000

  • 25 gram: Rp45.072.000

  • 50 gram: Rp89.959.000

  • 100 gram: Rp179.845.000

  • 250 gram: Rp449.478.000

  • 500 gram: Rp897.072.000

Emas Galeri 24:

  • 0,5 gram: Rp998.000

  • 1 gram: Rp1.851.000

  • 2 gram: Rp3.631.000

  • 5 gram: Rp9.005.000

  • 10 gram: Rp17.832.000

  • 25 gram: Rp44.712.000

  • 50 gram: Rp89.335.000

  • 100 gram: Rp178.494.000

  • 250 gram: Rp446.233.000

  • 500 gram: Rp892.026.000

  • 1.000 gram: Rp1.784.000.000

Lonjakan harga emas ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor maupun masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai salah satu instrumen lindung nilai. Namun, tetap bijak dalam berinvestasi dengan memperhatikan kondisi pasar dan tujuan keuangan pribadi.

Jangan Remehkan HaKI, Ini Penting Buat UMKM yang Mau Naik Kelas

Di tengah gempuran persaingan bisnis yang makin ramai, pelaku UMKM nggak cukup cuma jualan doang. UMKM juga harus paham juga soal perlindungan karya dan ide lewat HaKI alias Hak Kekayaan Intelektual. Banyak yang belum sadar kalau ide, nama brand, atau desain produk mereka itu punya nilai hukum yang bisa dijaga supaya nggak gampang ditiru orang lain.

Padahal, buat pelaku usaha kecil sekalipun, HaKI bisa jadi tameng penting supaya usaha nggak tiba-tiba ditelikung kompetitor. Nggak jarang juga kita denger cerita merek UMKM yang udah susah payah dibangun, malah didaftarin orang lain duluan. Kan nyesek ya?

Jenis HaKI yang Penting untuk UMKM

  1. Hak Merek
    Ini yang paling umum. Nama usaha, logo, bahkan slogan bisa kamu daftarkan. Kalau sudah resmi tercatat, kamu punya hak penuh buat gunain itu semua secara eksklusif. Jadi kalau ada yang nekat nyontek, kamu punya dasar hukum buat ambil tindakan.

  2. Desain Industri
    Kalau produkmu punya bentuk, tampilan, atau kemasan yang beda dari yang lain, kamu bisa daftar desain industri. Ini penting buat kamu yang jual produk handmade, fashion, kemasan makanan unik, dan sebagainya.

  3. Hak Cipta
    Bikin lagu, gambar, ilustrasi produk, desain baju, atau tulisan di media sosial? Itu semua masuk kategori karya cipta. Secara otomatis hak cipta itu sudah melekat sejak kamu bikin karyanya. Tapi kalau didaftarkan, perlindungannya jadi makin kuat.

  4. Paten
    Ini untuk kamu yang bikin produk atau teknologi baru yang orisinal dan punya manfaat nyata. Meski prosesnya panjang dan agak ribet, tapi paten cocok buat pelaku UMKM yang suka berinovasi.

Kenapa Harus Peduli Sama HaKI?

Karena ide dan kreativitas juga punya harga. Apalagi buat kamu yang jualan dengan ciri khas, mulai dari nama brand yang catchy, desain kemasan yang lucu, sampai produk unik yang kamu racik sendiri. Kalau nggak dilindungi, siapa aja bisa nyontek seenaknya. Nggak cuma rugi secara bisnis, tapi juga bisa bikin brand kamu kehilangan kepercayaan konsumen.

Daftarin HaKI itu bukan cuma buat keren-kerenan. Tapi langkah nyata supaya bisnis kamu punya pijakan hukum yang kuat. Apalagi sekarang, pengurusan HaKI juga makin gampang dan bisa diakses online lewat laman resmi DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).

Tarif Impor Ditunda, Nilai Tukar Rupiah Naik Tipis Hadapi Gejolak Global

0

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil mencatatkan penguatan pada akhir perdagangan Kamis, 10 April 2025. Meski masih bertahan di kisaran tinggi, mata uang Garuda menunjukkan tren positif seiring meredanya ketegangan perdagangan global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.832 per dolar AS, menguat sebesar 49,5 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.872 per dolar.

Sementara itu, data dari Yahoo Finance mencatat penguatan yang lebih signifikan. Di platform tersebut, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp16.794 per dolar AS, naik 65 poin atau 0,39 persen dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp16.859 per dolar.

Referensi dari kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia juga memperlihatkan tren serupa. Kurs Jisdor menunjukkan rupiah menguat ke Rp16.779 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp16.943.

Dampak Kebijakan AS terhadap Pergerakan Rupiah

Kinerja positif rupiah ini ditengarai dipicu oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang memutuskan untuk menunda penerapan tarif impor baru selama 90 hari. Kebijakan ini berlaku bagi mayoritas negara mitra dagang AS, di mana besaran tarif yang sebelumnya direncanakan naik kini dibatasi hanya 10 persen.

Namun, pengecualian diberikan untuk Tiongkok, yang justru mengalami lonjakan tarif hingga 125 persen, menandakan ketegangan antara kedua negara masih belum mereda.

Trump menyampaikan bahwa penangguhan tarif ini berlaku bagi negara-negara yang tidak melakukan aksi balasan terhadap kebijakan perdagangan AS.

“Negara yang tidak membalas tarif dari kami, akan diberi kelonggaran. Mereka hanya akan dikenakan tarif umum sebesar 10 persen,” ujar Donald Trump dalam pernyataan resminya.

Kebijakan pemangkasan tarif ini dijadwalkan berlaku hingga Juli 2025, dengan kemungkinan evaluasi lebih lanjut tergantung pada dinamika perdagangan global dan respons dari negara-negara mitra.

Meskipun pasar menyambut baik langkah ini, pelaku usaha dan analis tetap mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih tinggi. Rupiah, meski menguat, tetap berada dalam tekanan jika konflik dagang kembali memanas.

Bahas Soal TKDN Hingga PHK, Ini Sorotan Utama di Forum Sarasehan Ekonomi!

0

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut, pemerintah Indonesia menginisiasi Sarasehan Ekonomi sebagai ruang dialog terbuka dan inklusif. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serikat pekerja, dan tokoh masyarakat dalam upaya merespons tantangan ekonomi nasional secara komprehensif.

Diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (8/4), forum ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertindak sebagai moderator. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum ini, mulai dari dorongan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK sebagai respons atas meningkatnya pemutusan hubungan kerja, hingga masukan mengenai penyederhanaan birokrasi, fleksibilitas kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan pemberian insentif bagi sektor padat karya.

Presiden Prabowo menanggapi dengan cepat berbagai usulan yang mengemuka dalam diskusi.

“Satgas PHK harus segera dibentuk. Libatkan berbagai elemen—pemerintah, buruh, akademisi, perguruan tinggi, hingga BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Airlangga menekankan bahwa pemerintah telah merancang serangkaian stimulus untuk menopang sektor industri padat karya yang menjadi salah satu kontributor utama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah akan menanggung pajak penghasilan bagi karyawan dengan gaji maksimal Rp10 juta per bulan. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan alasan bagi perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja, tegasnya.

Aspirasi Buruh, Pengusaha, dan Akademisi Warnai Diskusi

Dari sisi serikat buruh, muncul permintaan agar pemerintah lebih serius melindungi pekerja terdampak disrupsi industri. Mereka juga mendorong pelatihan ulang bagi pekerja serta adaptasi teknologi yang mendukung dunia usaha.

Masalah TKDN pun tak luput dari sorotan. Para pelaku usaha meminta agar kebijakan tersebut diberi fleksibilitas, agar tetap mendorong penggunaan produk dalam negeri namun tidak membebani sektor industri.

“Kalau TKDN dipaksakan, kita bisa kalah dalam kompetisi. Saya mendukung agar pendekatannya lebih fleksibel. Mungkin kita beri insentif sebagai gantinya,” kata Presiden Prabowo.

Keluhan terkait birokrasi perizinan dan investasi turut disampaikan oleh kalangan akademisi dan asosiasi industri. Mereka mendorong pemangkasan prosedur serta sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Beberapa sektor seperti manufaktur, tekstil, makanan dan minuman, serta furnitur disebut membutuhkan perhatian segera agar tetap bertahan di tengah tekanan global.

Presiden Prabowo juga kembali menekankan pentingnya sektor pangan sebagai tulang punggung stabilitas nasional.

“Ketika tekanan global semakin kuat, yang paling penting adalah ketahanan pangan. Selama kebutuhan pangan terpenuhi, kita akan tetap tangguh,” tegasnya.

Sarasehan ini mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik dan komitmen untuk merumuskan kebijakan ekonomi secara partisipatif. Menko Airlangga menambahkan, tantangan saat ini membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi diyakini mampu membentuk ekosistem ekonomi yang tangguh, adaptif, dan membuka jalan bagi pertumbuhan yang inklusif.

Biar Dagangan Makin Laku! Ini Cara Paham Strategi 4P Tanpa Ribet

Pernah denger istilah “4P” dalam dunia pemasaran? Buat kamu yang lagi merintis usaha atau udah mulai jualan tapi masih bingung gimana caranya biar produkmu lebih laku, strategi ini wajib banget kamu kenal.

Bukan cuma teori yang diajarkan di bangku kuliah, strategi 4P ini bisa banget diterapin langsung di lapangan. Yuk, ikut Berempat.com bahas lebih jelas.

1. Product (Produk) – Jual Apa yang Dibutuhkan, Bukan Sekadar Apa yang Kamu Suka

Pertanyaan pertama yang harus kamu jawab: produkmu ini menyelesaikan masalah siapa? Jangan cuma jual barang karena kamu suka aja, tapi coba pikirin apa benar ada pasar yang butuh produk itu?

Misalnya, kamu jual skincare. Apakah produknya cocok untuk kulit tropis? Aman buat remaja? Punya keunikan yang bikin orang mau coba? Semakin kamu kenal produkmu, semakin mudah juga buat kamu jualannya.

2. Price (Harga) – Murah Boleh, Tapi Jangan Bikin Rugi

Nentuin harga itu tricky. Terlalu mahal bisa bikin orang mundur, terlalu murah bisa bikin bisnis nggak tahan lama. Kuncinya, sesuaikan dengan segmen pasar dan nilai produkmu.

Kalau produkmu premium, jangan ragu pasang harga yang sesuai. Tapi kasih juga alasan kenapa harganya pantas: kualitas, kemasan, bahan, atau layanan tambahan.

3. Place (Tempat) – Jualan di Mana Itu Penting!

Nggak semua produk cocok dijual di tempat yang sama. Ada yang cocoknya di marketplace, ada juga yang lebih laku di Instagram atau TikTok Shop.

Kenali target pasar kamu nongkrongnya di mana. Kalau mereka lebih sering scroll IG, ya aktiflah di sana. Kalau mereka suka belanja di Shopee, pastikan tokomu tampil rapi dan terpercaya.

4. Promotion (Promosi) – Bukan Cuma Andelin Diskon!

Promosi itu bukan cuma ngasih potongan harga. Bisa lewat konten yang menarik, testimoni pelanggan, endorse, atau giveaway kecil-kecilan.

Buat audiens penasaran, kasih alasan kenapa mereka harus beli sekarang juga. Tapi ingat, promosi juga harus konsisten, bukan cuma pas awal buka usaha aja.

Strategi 4P itu ibarat fondasi buat bikin jualan kamu makin solid. Kalau empat elemen ini kamu pahami dan terapkan dengan baik, peluang untuk jualan makin laris itu makin besar. Jadi, sebelum buru-buru bikin promosi, cek dulu… apakah kamu udah benar-benar paham 4P?

PSSI dan KONAMI Resmi Jalin Kerja Sama, Akhirnya Timnas Indonesia Hadir di eFootball

0

Kehadiran Tim Nasional Indonesia di dunia sepak bola digital kini menjadi kenyataan. Kerja sama resmi antara KONAMI dan PSSI yang difasilitasi oleh PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) menghadirkan Timnas Indonesia sebagai bagian dari jajaran tim nasional di eFootball. Ini menjadi langkah penting dalam membawa semangat Garuda ke panggung global—bukan hanya di lapangan, tapi juga di dunia virtual.

Era Baru untuk Sepak Bola Indonesia di Ranah Digital

Untuk pertama kalinya, pecinta sepak bola tanah air bisa merasakan langsung atmosfer pertandingan Timnas Indonesia secara digital, lengkap dengan atribut resmi seperti kostum, logo, dan karakter pemain yang sudah sepenuhnya dilisensikan. Dengan ini, pengalaman bermain menjadi lebih nyata dan personal, memperkuat kedekatan emosional antara fans dan tim kesayangan mereka.

Marsal Irwan Masita selaku Direktur PT Garuda Sepakbola Indonesia menyampaikan, kehadiran Timnas di eFootball™️ merupakan wujud nyata dari antusiasme dan kebanggaan masyarakat terhadap skuad Merah Putih.

“Melalui platform ini, kami membuka ruang baru bagi para pendukung untuk merasakan sendiri sensasi menjadi bagian dari Timnas, dan tentu saja, mempererat keterikatan mereka dengan para pemain idola,” ungkap Marsal.

Di sisi lain, Junichi Taya, General Producer Konami Digital Entertainment, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal lisensi semata, melainkan upaya untuk membawa sepak bola Indonesia ke panggung global.

“Kami tidak hanya ingin menghadirkan Timnas Indonesia sebagai konten, tapi juga memberikan ruang kepada para pemain Indonesia untuk tampil di panggung internasional. Ini tentang menciptakan peluang dan mengangkat sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hadir Sejak Akhir 2024, Pembaruan Besar Datang Juni 2025

Timnas Indonesia sudah bisa dimainkan di eFootball sejak Desember 2024, dengan daftar pemain berdasarkan skuad saat pertandingan FIFA Matchday melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024. Untuk memperkaya detail visual dan nuansa autentik, KONAMI juga menampilkan jersey terbaru dari Erspo yang digunakan Timnas saat itu.

Sebagai tambahan, update berikutnya dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2025 dengan sejumlah fitur baru yang memperkaya representasi Timnas di dalam game. Dalam update tersebut, sejumlah nama baru akan memperkuat skuad digital Garuda, termasuk Ole Romeny, Dean James, dan Joey Pelupessy. Tak hanya itu, desain baru untuk jersey penjaga gawang juga akan ditambahkan, serta beberapa penyesuaian teknis demi menghadirkan Timnas Indonesia dengan tampilan yang semakin presisi.

Dengan kolaborasi ini, KONAMI dan PSSI berharap bisa membuka era baru dalam cara masyarakat Indonesia mendukung dan merayakan sepak bola nasional. Kini, dukungan tidak hanya datang dari tribun stadion, tetapi juga dari balik layar monitor dan perangkat gaming.

Harga Saham IHSG Bangkit, Tapi Ancaman Tarif Global Masih Membayangi

0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Rabu pagi (9/4/2025) dengan performa solid. Dalam lima menit pertama, IHSG langsung melesat lebih dari 1%, memulihkan sebagian pelemahan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada pukul 09.12 WIB, IHSG tercatat menguat 77,86 poin atau setara 1,3% ke posisi 6.074. Dari 609 saham yang ditransaksikan, 280 di antaranya bergerak naik, 150 melemah, dan 179 stagnan. Nilai transaksi pasar mencapai Rp1,69 triliun dengan volume perdagangan sekitar 2,34 miliar lembar saham melalui 136.096 kali transaksi.

Teknologi Dorong Pemulihan, Perbankan Ikut Menyusul

Kenaikan IHSG pagi ini menjadi angin segar setelah anjlok lebih dari 7% pada sesi perdagangan Selasa (8/4/2025), yang sempat menyeret indeks kembali ke bawah level psikologis 6.000.

Menurut data dari Refinitiv, sektor teknologi menjadi tulang punggung pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kali ini. Sementara itu, sebagian besar sektor lainnya masih belum pulih sepenuhnya dan cenderung bergerak di zona merah.

Dari sisi kontribusi terhadap indeks, saham-saham unggulan seperti TLKM memberi dorongan terbesar dengan 11,68 poin. Disusul oleh BBCA (9,75 poin), BBRI (9,21 poin), dan BMRI (8,04 poin). Sebelumnya, saham-saham bank besar ini mengalami koreksi dalam pada perdagangan sebelumnya—BBRI merosot 10,12% ke 3.640, BBCA turun 8,53%, dan BMRI terkoreksi 10,19%. Sementara BBNI menjadi yang paling stabil dengan penurunan relatif ringan sebesar 4,95%.

Di sisi lain, tekanan datang dari saham seperti MLPT dan INDF, yang masing-masing menyumbang penurunan -1,75 dan -1,3 poin terhadap indeks.

Meski penguatan IHSG pagi ini membawa optimisme, para analis memperingatkan bahwa pemulihan ini bisa saja hanya bersifat teknikal dan sesaat—yang biasa disebut sebagai dead cat bounce.

Tim riset CNBC Indonesia mengamati bahwa pergerakan naik ini mungkin hanya berusaha menutup gap yang tercipta pada 26 Maret 2025 di level 6.300. Untuk level penahan (support) terdekat, analis melihat angka 5.700 sebagai batas bawah, berdasarkan pola candle pada perdagangan 20 Mei 2021.

Kinerja positif bursa global, terutama di Asia dan Eropa, menjadi salah satu pemicu sentimen positif. Nikkei 225 Jepang, misalnya, mencatat lonjakan 6% pada perdagangan sebelumnya, memberi sinyal bahwa pemulihan global mulai terbentuk.

Namun, sejumlah tekanan eksternal masih membayangi pasar. Rencana pemberlakuan tarif resiprokal oleh Presiden Trump yang dijadwalkan berlaku malam ini menjadi salah satu sentimen negatif utama. Ditambah dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang menyentuh titik terendah sepanjang sejarah, kekhawatiran di pasar belum sepenuhnya mereda.

Ketidakpastian Global Masih Jadi Momok

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara mitra dagang turut meningkatkan volatilitas di pasar global. Beberapa negara seperti China dan Prancis sudah melakukan aksi balasan, sementara Indonesia masih menempuh jalur negosiasi yang ditargetkan rampung pertengahan bulan ini.

Dalam laporan CNBC Internasional, analis dari perusahaan riset GlobalData, Murthy Grandhi, menegaskan bahwa masa depan perekonomian sangat ditentukan oleh arah kebijakan yang jelas dan langkah diplomatik yang terstruktur.

“Kekhawatiran akan perang dagang yang kembali memanas menambah tekanan terhadap perekonomian global, sekaligus mengguncang kepercayaan investor yang memang sudah rentan,” ujarnya.

Dengan situasi yang masih dinamis, pelaku pasar diharapkan tetap waspada, mengingat tren pasar belum sepenuhnya stabil dan sentimen global masih berisiko menyeret IHSG kembali ke zona merah.