Top Mortar Gak Takut Hujan
Home News Kemitraan Kaos Berdesain Anak Muda Makin Moncer

Kemitraan Kaos Berdesain Anak Muda Makin Moncer

0
Kaos anak muda (dok bukalapak.com)

 

Dari berbagai turunan usaha di bidang fesyen, usaha clothing bisa dibilang sebagai salah satu usaha yang banyak diminati oleh anak muda. Usaha clothing merupakan sebuah usaha pembuatan pakaian, dalam hal ini kaos, yang disablon dengan berbagai tema atau motif.

Pelaku usaha clothing, biasanya hanya bermodalkan desain tema yang akan dipasang pada sebuah kaos polos yang bisa dibeli atau dipesan ke perusahaan konveksi. Seperti diungkapkan pelaku usaha clothing Fiki Satiri, kebanyakan dari usaha clothing ini adalah anak muda yang kreatif dan memiliki banyak ide untuk dituangkan ke dalam sebuah kaos. Karena menurut mereka, kaos merupakan media yang sangat cocok untuk mengekspresikan keinginan anak muda. Kaos bisa dipakai dan dibawa ke mana-mana sehingga banyak orang yang akan tahu tentang ekspresi yang mereka buat.

Usaha clothing ini sendiri bukanlah usaha baru di bidang fesyen, namun dengan berbagai kreativitas yang terus dikembangkan membuat usaha ini terus bertahan bahkan semakin berkembang. Menurut pengamat marketing Cahyo Adi Nugroho, karena kaos merupakan salah satu kebutuhan utama di samping makanan, maka prospek usaha di bidang fesyen ini akan terus berkembang asalkan pelaku usaha mau terus berkreasi dan menciptakan sesuatu yang baru.

Tema yang Sedang Tren

Kreativitas dalam menentukan tema pada produk clothing, tentunya pelaku usaha juga harus memperhatikan tren yang ada saat ini dan sesuai dengan selera anak muda yang notabene adalah target pasar utama. Tema yang sedang tren dan banyak dituangkan dalam produk clothing, menurut Fiki Satiri yang telah berkecimpung di bidang clothing selama bertahun-tahun, tema yang banyak diminati saat ini adalah yang berhubungan dengan Korea seperti boyband, girlband dan artis Korea lainnya, dan juga tema tentang isu-isu sosial.

Apa yang dikatakan oleh Fiki, diakui oleh pelaku usaha clothing Imas Nuraida, pemilik Smart Fashion. Pelaku usaha clothing asal Bandung ini menuturkan, dari berbagai tema clothing yang dibuatnya, tema yang berhubungan dengan Korea seperti halnya boyband dan girlband Korea merupakan tema yang banyak diminati pasar. “Karena saat ini tren Korea sedang menjamur di kalangan anak muda, maka clothing yang berbau Korea banyak diminati,” ujar Imas.

Selain tema Korea, tema clothing yang menyangkut isu-isu sosial kemasyarakatan ternyata juga banyak diminati konsumen. Seperti yang diungkapkan oleh Iskandar, pemilik clothing Kampoeng Merdeka. Mantan aktivis mahasiswa ini mengungkapkan, dengan mengangkat isu-isu sosial pada tema kaos clothing-nya seperti tema yang sedang hangat saat ini di antaranya tentang pemberantasan korupsi membuat usaha clothing yang dirintis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan tersebut banyak diminati. Apalagi dengan masalah sosial masyarakat yang tidak ada habisnya di negara ini, membuat Iskandar tentunya tidak pernah kehabisan ide dalam membuat tema pada kaos clothingan-nya.

Tidak hanya mengandalkan tema dan desain, bahan kaos yang digunakan juga menjadi faktor penentu kesuksesan menggaet konsumen. Pelaku usaha clothing menggunakan bahan berkualitas yaitu Cotton Combad. Bahan ini cocok digunakan di negara tropis seperti Indonesia karena tidak panas dan nyaman saat dipakai.

Dari segi harga jual, karena target pasar usaha ini kebanyakan anak muda maka harga jual yang ditetapkan pelaku usaha haruslah terjangkau. Satu buah kaos kebanyakan dijual dengan harga tidak lebih dari Rp 100 ribu. Dengan harga jual yang terjangkau tersebut, tentunya produk clothing ini banyak diminati konsumen anak muda.

Kerja Sama.

Seperti usaha-usaha sebelumnya tentunya usaha clothing ini juga menawarkan kerja sama kepada siapa saja yang ingin menjadi Mitra usaha. Dari kedua pelaku usaha clothing tersebut di atas, keduanya menawarkan kerja sama dalam bentuk kemitraan baik itu distributor maupun reseller yang tentunya dengan investasi yang terjangkau.

Seperti yang ditawarkan oleh Imas Nuraida. Untuk bisa bergabung menjadi Mitra usaha clothing Smart Fashion, Imas menawarkan tiga paket kemitraan, yaitu Paket Hemat Rp 50 ribu, Paket Cerdas Rp 150 ribu, dan Paket Ideal Rp 300 ribu.

Berbeda dengan Imas yang mengandalkan katalog sebagai media promosi para Mitranya, pelaku usaha lain Iskandar pemilik Kampoeng Merdeka memiliki cara yang berbeda. Iskandar menawarkan dua paket kemitraan dengan konsep yang unik, yaitu Paket Camat dengan investasi Rp 30, dan Paket Kepala Desa (Kades) yang terdiri atas Kades Honor dengan sistem dropship tanpa investasi namun sebelumnya Mitra mendaftar diri ke Pusat dan Kades PNS dengan investasi sebesar Rp 500 ribu.

Balik Modal Cepat

Dengan investasi yang terjangkau dan permintaan yang banyak membuat balik modal dalam usaha ini terhitung cepat. Seperti dikatakan Imas, Mitranya bisa balik modal sekitar satu bulan. Sedangkan Iskandar dengan investasi yang lebih bervariasi mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta balik modal yang ditetapkannya sekitar 6 bulan.

Selain balik modal yang cepat, keuntungan per bulan pun bisa dibilang lumayan. Kedua pelaku usaha clothing tersebut mengaku keuntungan yang diperoleh para Mitra berkisar antara 30% dari omset yang didapat.

Promosi dan Pemasaran

Dikatakan pengamat marketing Cahyo Adi Nugroho, promosi paling ampuh dalam memasarkan produk clothing untuk pemula yaitu dengan memasarkan langsung kepada teman dan sahabat, karena hal tersebut selain tidak memerlukan biaya tentunya tepat pada sasaran yang dituju.

Pemasaran lain yang bisa dilakukan ialah dengan membuka outlet di tempat yang banyak dikunjungi anak muda seperti kampus dan temapat-tempat kongkow dan juga tidak ada salahnya jika mencoba dunia maya sebagai media pemasaran. Sementara dari segi kendala, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi pelaku usaha.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version