Kian Serius Ekspansi, GO-JEK Atur Pertemuan Dengan Pemerintah Filipina

0
287

Berempat.com – Berhasil di Tanah Air, GO-JEK tampak kian serius dan matang untuk ekspansi ke luar negeri. Seperti yang sering dirumorkan, Filipina menjadi salah satu negara tujuan GO-JEK memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara. GO-JEK bahkan dikabarkan sudah mengatur pertemuan dengan pihak pemerintah Filipina untuk bisa mengetahui aturan transportasi di sana.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota dewan regulator transportasi Filipina, Aileen Lizada kepada Reuters, Jumat (20/4) lalu. Namun, belum ada tanggapan dari pihak GO-JEK terkait pernyataan Lizada tersebut hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya diketahui pula bila pemerintah Filipina telah menyetujui akreditasi perusahaan jasa transportasi berbasis teknologi seperti Hype Transport System Inc, HirNa Mobility Solutions Inc, dan Golag Inc untuk bisa menjadikan pasar Filipina semakin kompetitif.

Keputusan ekspansi GO-JEK ke Filipina pun saat ini terbilang tepat mengingat salah satu raksasa transportasi daring, UBER telah angkat kaki dari kawasan Asia Tenggara.

Bahkan, rencana ekspansi GO-JEK dalam waktu dekat ini sempat disampaikan oleh CEO GO-JEK Nadiem Makarim melalui surat elektronik ke para karyawannya. Dalam surat tersebut dituliskan bahwa GO-JEK sedang fokus untuk ekspansi di tiga negara di Asia Tenggara pada pertengahan tahun ini.

Sejauh ini, tiga negara yang sering diisukan menjadi tempat berlabuh GO-JEK selanjutnya adalah Thailand, Vietnam, dan Fillipina.

“Persiapan sedang berjalan, dalam beberapa pekan, negara baru segera diumumkan. Ini akan diikuti oleh tiga negara lain di Asia Tenggara pada pertengahan tahun,” tulis Nadiem.

Mengingat pertengahan tahun sudah semakin dekat, maka bukan tak mungkin bila yang disampaikan oleh Lizada adalah benar. Apalagi, berkaca dengan pelbagai problematika yang muncul di Indonesia sendiri terkait keberadaan transportasi daring, maka tak heran bila GO-JEK harus buru-buru mengetahui aturan dan regulasi di negara tetangga tersebut.

Di sisi lain, Filipina tergolong menjadi negara yang memiliki aturan ketat untuk transportasinya. Karena diketahui bahwa pemerintah Filipina hanya membatasi setiap perusahaan transportasi daring hanya boleh memiliki 65.000 armada yang beredar. Angka tersebut bahkan akan ditinjau setiap tiga bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.