Membeli Rokok Lebih Diprioritaskan? Ini Perbandingan Belanja Rokok dan Pangan

0
10
Membeli Rokok Lebih Diprioritaskan? Ini Perbandingan Belanja Rokok dan Pangan
Membeli Rokok Lebih Diprioritaskan? Ini Perbandingan Belanja Rokok dan Pangan (Dok Foto: Wikimedia Commons)
Pojok Bisnis

Kebiasaan membeli rokok masih menyerap porsi besar anggaran rumah tangga di Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau bahkan lebih tinggi dibandingkan belanja sejumlah bahan pangan bergizi, seperti daging, telur, susu, dan buah-buahan.

Dalam publikasi Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026, BPS mencatat rata-rata pengeluaran rokok dan tembakau mencapai Rp94.180 per kapita setiap bulan. Nilai tersebut setara 11,57 persen dari total pengeluaran makanan penduduk dan menjadi kelompok pengeluaran terbesar kedua setelah makanan jadi.

Sementara itu, rata-rata belanja daging hanya mencapai Rp40.352 per kapita per bulan. Pengeluaran untuk telur dan susu tercatat sebesar Rp44.915. Jika digabungkan, kedua kelompok pangan tersebut masih berada di bawah anggaran yang digunakan masyarakat untuk membeli rokok.

Pengeluaran untuk buah-buahan juga relatif lebih rendah, yakni Rp48.784 per kapita per bulan. Angka ini memperlihatkan besarnya alokasi konsumsi rumah tangga untuk produk tembakau dibandingkan sejumlah sumber protein dan vitamin.

PT Mitra Mortar indonesia

Pengeluaran Rokok di Perdesaan Lebih Tinggi

Kesenjangan tersebut semakin terlihat di wilayah perdesaan. Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran penduduk desa untuk rokok dan tembakau mencapai Rp100.951 per kapita setiap bulan.

Sebaliknya, belanja daging di perdesaan hanya sebesar Rp26.046 per kapita per bulan. Pengeluaran untuk telur dan susu tercatat Rp38.016, sedangkan buah-buahan mencapai Rp37.563.

Data itu menunjukkan anggaran untuk membeli rokok di perdesaan jauh melampaui pengeluaran untuk daging. Bahkan, nilainya lebih besar dibandingkan gabungan belanja daging, telur, susu, dan buah-buahan.

Tantangan Pemenuhan Gizi Keluarga

Perbedaan alokasi belanja tersebut menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting. Pengeluaran rumah tangga yang terbatas membuat prioritas konsumsi berpengaruh terhadap kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

Kebiasaan membeli rokok dengan anggaran besar berpotensi mengurangi ruang belanja untuk kebutuhan penting lainnya. Karena itu, data pengeluaran ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendorong pola konsumsi yang lebih sehat, terutama bagi keluarga rentan yang perlu menjaga kecukupan gizi sehari-hari.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan