Target Lapangan Kerja di 2027 menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun depan. Melalui kebijakan ekonomi yang diarahkan pada pertumbuhan berkualitas, pemerintah menargetkan terciptanya antara 2,57 juta hingga 3,49 juta pekerjaan baru sebagai bagian dari strategi memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Wihadi Wiyanto, mengatakan sasaran tersebut telah menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Selain memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga membidik pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen dengan peningkatan porsi pekerjaan formal mencapai 40,81 persen.
Menurutnya, target Lapangan Kerja di 2027 juga diiringi upaya menekan tingkat pengangguran terbuka hingga berada pada kisaran 4,3 sampai 4,87 persen. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus memperkuat kualitas tenaga kerja nasional.
Hilirisasi dan Industrialisasi Jadi Penggerak Ekonomi
Dalam penyusunan kebijakan fiskal tahun depan, pemerintah menjadikan hilirisasi dan industrialisasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor industri.
Pemerintah juga menyusun delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat industri dalam negeri agar mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Pendidikan dan Sinergi Daerah Diperkuat
Selain sektor industri, pemerintah memberi perhatian besar pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Langkah ini dinilai penting agar tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Wihadi menegaskan keberhasilan program Lapangan Kerja di 2027 tidak hanya bergantung pada pembangunan kawasan industri, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, setiap program disusun dengan mempertimbangkan potensi daerah, karakteristik wilayah, serta kesiapan masing-masing pemerintah daerah.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap target Lapangan Kerja di 2027 dapat tercapai secara optimal. Hilirisasi, investasi, penguatan kualitas SDM, dan sinergi antardaerah diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesempatan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.
