Pelarangan Bahan Tambahan pada Produk Tembakau Tuai Penolakan, Industri Khawatir Terpukul

0
8
Pelarangan Bahan Tambahan pada Produk Tembakau Tuai Penolakan, Industri Khawatir Terpukul
Pelarangan Bahan Tambahan pada Produk Tembakau Tuai Penolakan, Industri Khawatir Terpukul (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Wacana pelarangan bahan tambahan pada produk tembakau yang tengah dibahas dalam Rancangan Keputusan Menteri Kesehatan (RKMK) memicu respons dari berbagai kalangan. Pelaku industri, serikat pekerja, hingga asosiasi usaha menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap sektor usaha dan tenaga kerja yang bergantung pada industri hasil tembakau.

Menurut sejumlah pihak, bahan tambahan pada produk tembakau selama ini menjadi salah satu unsur penting yang membedakan karakter setiap merek. Penggunaan mentol, pemanis, maupun ekstrak tertentu dinilai berperan dalam menciptakan cita rasa dan aroma khas yang menjadi identitas produk di pasar.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–SPSI, Henry Wardana, menilai aturan yang terlalu ketat terhadap industri legal justru berisiko mendorong pertumbuhan rokok ilegal. Ia mengingatkan bahwa produk ilegal sering kali tidak memiliki standar yang jelas terkait bahan baku maupun proses produksinya.

Henry menegaskan pemerintah perlu mempertimbangkan dampak ekonomi secara menyeluruh sebelum menetapkan kebijakan baru. Menurutnya, keseimbangan antara aspek kesehatan dan keberlangsungan lapangan kerja harus menjadi perhatian utama.

PT Mitra Mortar indonesia

Bahan Tambahan pada Produk Tembakau Dinilai Punya Peran Penting

Ia menambahkan, pembatasan terhadap bahan tambahan di rokok tembakau dapat memengaruhi preferensi konsumen. Jika produk legal kehilangan karakter rasa yang selama ini diminati, sebagian konsumen dikhawatirkan beralih ke produk ilegal yang masih menawarkan variasi serupa.

Pandangan senada disampaikan Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wachjudi. Ia menjelaskan bahwa setiap produsen memiliki formulasi berbeda untuk menghasilkan aroma dan rasa tertentu yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

Menurut Benny, larangan terhadap bahan tambahan pada produk tembakau tidak hanya berdampak pada rokok konvensional, tetapi juga berpotensi memengaruhi industri rokok elektronik. Ia menilai kebijakan tersebut dapat mengganggu keberlangsungan usaha yang selama ini berkembang dengan mengandalkan inovasi produk.

Selain itu, Benny mengingatkan bahwa regulasi yang berlaku saat ini masih memberikan ruang bagi penggunaan bahan tambahan yang telah terbukti aman secara ilmiah dan memenuhi standar food grade. Karena itu, ia berharap pemerintah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan final.

Pelaku industri berharap proses penyusunan regulasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, kebijakan terkait bahan tambahan pada produk tembakau dapat menghasilkan solusi yang seimbang antara kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan sektor usaha.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan