Meredanya Konflik Timur Tengah Dorong Pemulihan Pasar Kripto

0
10
Meredanya Konflik Timur Tengah Dorong Pemulihan Pasar Kripto
Meredanya Konflik Timur Tengah Dorong Pemulihan Pasar Kripto (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Optimisme terhadap pemulihan pasar kripto kembali menguat setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda. Kesepakatan awal yang dicapai Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz menjadi katalis positif yang mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Membaiknya situasi global membuat pelaku pasar mulai meninggalkan sikap defensif yang mendominasi beberapa pekan terakhir. Investor kembali memburu instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi setelah ketidakpastian yang sempat membayangi pasar internasional menunjukkan tanda-tanda mereda.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan perkembangan tersebut memberikan dorongan kuat terhadap pemulihan pasar kripto. Menurutnya, saat risiko geopolitik berkurang, investor cenderung meningkatkan alokasi dana pada aset yang memiliki volatilitas tinggi seperti Bitcoin dan berbagai aset digital lainnya.

Dampak positif langsung terlihat pada pergerakan harga Bitcoin yang sempat menembus level 65.900 dolar AS pada perdagangan Senin. Berdasarkan data CoinMarketCap, aset kripto terbesar di dunia itu bergerak di kisaran 63.900 hingga 65.900 dolar AS atau naik sekitar 2 persen dalam sehari.

PT Mitra Mortar indonesia

Kenaikan tersebut membuat Bitcoin berada hampir 8 persen di atas titik terendahnya pekan lalu yang sempat turun di bawah level 60.900 dolar AS. Kondisi ini semakin memperkuat sinyal pemulihan pasar kripto setelah periode tekanan yang cukup panjang akibat sentimen global.

Pemulihan Pasar Kripto Didukung Sentimen Global yang Membaik

Selain Bitcoin, sejumlah aset digital utama lainnya juga mencatatkan performa positif. Ethereum naik sekitar 5,1 persen menjadi 1.758 dolar AS, sementara Solana menguat 6,6 persen ke level 72,6 dolar AS. XRP turut mengalami kenaikan sebesar 7,1 persen dan diperdagangkan di kisaran 1,2 dolar AS.

Di kelompok aset berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah melonjak sekitar 11,6 persen hingga mencapai 67,8 dolar AS.

Penguatan tersebut terjadi bersamaan dengan membaiknya sentimen risiko global. Pemulihan pasar kripto juga didukung oleh turunnya harga minyak mentah Brent lebih dari 4 persen setelah pasar menilai ancaman gangguan pasokan energi mulai berkurang.

Meredanya ketegangan geopolitik turut mendorong investor kembali masuk ke berbagai instrumen investasi yang sebelumnya ditinggalkan akibat tingginya ketidakpastian. Situasi ini menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi aset digital untuk bergerak menguat.

Tidak hanya aset kripto, pasar saham Asia dan kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat juga bergerak di zona hijau. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global dalam jangka pendek.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan