
Swasembada Susu masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Pemerintah memperkirakan kebutuhan populasi sapi perah nasional harus mencapai sekitar 2 juta ekor agar mampu memenuhi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri secara mandiri. Sementara saat ini jumlah sapi perah yang tersedia baru sekitar 540 ribu ekor yang tersebar di berbagai daerah.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan lebih dari 1,4 juta ekor sapi perah untuk mewujudkan target tersebut.
Menurutnya, peningkatan populasi ternak menjadi salah satu langkah utama untuk memperkuat pasokan susu nasional. Namun, upaya mencapai Swasembada Susu tidak hanya bergantung pada jumlah ternak, melainkan juga produktivitas yang dihasilkan setiap ekor sapi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas sapi perah di Indonesia saat ini rata-rata sekitar 12,5 liter susu per ekor per hari. Angka tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui perbaikan manajemen peternakan, kualitas pakan, serta penggunaan bibit unggul.
Jika produktivitas mampu ditingkatkan hingga 15 hingga 20 liter per hari, kebutuhan tambahan populasi sapi perah diperkirakan tidak perlu mencapai 2 juta ekor. Dengan demikian, target Swasembada Susu dapat dicapai secara lebih efisien.
Swasembada Susu Didukung Penambahan Populasi dan Produktivitas
Kementerian Pertanian telah memulai langkah penambahan populasi sapi perah sejak tahun lalu. Sepanjang 2025, Indonesia mendatangkan sekitar 15 ribu ekor sapi perah bunting untuk mempercepat regenerasi dan meningkatkan populasi nasional.
Sebagian besar sapi tersebut kini telah melahirkan. Anak sapi betina yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan populasi baru dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, populasi sapi perah yang telah ada di dalam negeri juga terus berkontribusi melalui kelahiran anak sapi setiap tahun.
Makmun memperkirakan tambahan populasi dari proses regenerasi alami dapat mencapai hampir 100 ribu ekor per tahun. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam upaya mengejar target Swasemdada Susu yang telah ditetapkan pemerintah.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga mengusulkan konsep Dapur Susu Indonesia (DaSI) untuk mendukung penyediaan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang agar koperasi dan pelaku usaha lokal dapat berperan dalam pengolahan serta distribusi susu ke berbagai wilayah.
Konsep DaSI dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk susu sekaligus menciptakan rantai pasok yang lebih merata. Dengan kombinasi peningkatan populasi sapi perah, perbaikan produktivitas, dan penguatan distribusi, pemerintah berharap target Swasembada Susu dapat diwujudkan secara bertahap.




