Penyebab Mati Listrik di Sumatra Akhirnya Dijelaskan, Begini Kronologi Blackout Massal

0
78
Penyebab Mati Listrik di Sumatra Akhirnya Dijelaskan, Begini Kronologi Blackout Massal
Penyebab Mati Listrik di Sumatra Akhirnya Dijelaskan, Begini Kronologi Blackout Massal (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Kondisi kelistrikan di Pulau Sumatra sempat lumpuh akibat gangguan besar yang memicu pemadaman massal di sejumlah daerah. PT PLN (Persero) pun akhirnya mengungkap detail teknis terkait Penyebab Mati Listrik di Sumatra yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan tersebut disebut dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang berdampak pada sistem transmisi utama kelistrikan di wilayah Sumatra.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan sistem kelistrikan Sumatra selama ini disokong dua jalur transmisi utama, yakni koridor timur bertegangan 500 kV dan koridor barat bertegangan 275 kV. Kedua jalur tersebut berfungsi menyalurkan pasokan energi listrik dari wilayah selatan menuju utara Sumatra.

Menurut Edwin, Penyebab Mati Listrik di Sumatra bermula saat terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri menuju Sumsel 5. Gangguan itu membuat dua sirkuit utama mengalami trip secara bersamaan hingga menyebabkan jalur 500 kV di koridor timur keluar dari sistem interkoneksi.

“Pada saat kejadian memang terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama yang memicu gangguan transmisi,” ujar Edwin dalam konferensi pers hasil investigasi blackout Sumatra di Jakarta, Senin (25/5/2026).

PT Mitra Mortar indonesia

Gangguan Sistem Picu Pemadaman Besar

PLN menjelaskan setelah jalur timur terputus, beban listrik secara otomatis berpindah ke koridor barat. Perubahan arus yang sangat besar dalam waktu singkat memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi pada sistem transmisi.

Akibatnya, jalur barat juga melakukan pemutusan otomatis untuk mengisolasi gangguan agar kerusakan tidak meluas ke seluruh jaringan. Kondisi ini menjadi salah satu Penyebab Mati Listrik di Sumatra yang membuat sistem kelistrikan terpecah menjadi dua bagian besar.

Wilayah Sumatra bagian selatan mengalami surplus daya dengan frekuensi tinggi, sementara kawasan utara justru kekurangan suplai listrik sehingga frekuensinya turun drastis. Ketidakseimbangan itu akhirnya menyebabkan pembangkit dan jaringan di sejumlah wilayah berhenti beroperasi.

Pemadaman pun terjadi secara meluas di berbagai daerah di Sumatra. Aktivitas masyarakat dan layanan publik sempat terdampak akibat blackout yang berlangsung dalam beberapa jam.

PLN Pastikan Sistem Sudah Kembali Normal

PLN memastikan proses pemulihan sistem langsung dilakukan sesaat setelah gangguan terjadi. Sejumlah pembangkit utama di Sumatra kini telah kembali beroperasi untuk menyuplai kebutuhan listrik masyarakat.

Edwin menyebut pembangkit besar seperti Pangkalan Susu dan beberapa unit lainnya sudah kembali masuk ke dalam sistem interkoneksi. Dengan normalnya pasokan tersebut, PLN optimistis tidak akan ada lagi pemadaman susulan dalam waktu dekat.

Ia juga menegaskan investigasi teknis masih terus dilakukan guna memastikan Penyebab Mati Listrik di Sumatra dapat diantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. PLN berupaya memperkuat keandalan jaringan transmisi, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan