Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden yang melibatkan Taksi Green SM di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan pihaknya telah memanggil pengelola Green SM untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional armada tersebut.
Langkah ini diambil setelah terjadinya rangkaian kecelakaan yang melibatkan kereta api di lokasi yang sama. Berdasarkan informasi awal, satu unit Taksi Green SM diduga mengalami kendala teknis hingga berhenti di perlintasan rel. Dalam waktu berdekatan, kendaraan tersebut kemudian tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas dari arah Cikarang.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, insiden lain terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di titik yang sama. Peristiwa ini semakin memperbesar perhatian terhadap keselamatan operasional transportasi, termasuk kendaraan berbasis listrik seperti Taksi Green SM.
Evaluasi Operasional dan Koordinasi Lintas Sektor
Dudy mengungkapkan telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk segera bertemu dengan manajemen perusahaan guna membahas langkah evaluasi. Fokus utama evaluasi adalah memastikan standar keselamatan operasional kendaraan benar-benar terpenuhi, terutama saat melintasi jalur rawan seperti perlintasan sebidang.
Pemanggilan terhadap pengelola Taksi Green SM dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi ini juga mencakup aspek teknis kendaraan, prosedur operasional, hingga kesiapan pengemudi dalam menghadapi kondisi darurat.
Meski demikian, Kementerian Perhubungan menegaskan tidak akan berspekulasi terkait penyebab pasti kecelakaan. Proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi agar hasilnya objektif dan sesuai prosedur.
Perusahaan Nyatakan Kooperatif
Di sisi lain, pihak operator Taksi Green SM melalui pernyataan resminya menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Perusahaan menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan siap mendukung penuh proses investigasi yang tengah berlangsung.
Manajemen juga memastikan seluruh informasi yang dibutuhkan telah disampaikan kepada otoritas terkait. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan hasil penyelidikan.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap moda transportasi yang beroperasi di area berisiko tinggi. Pemerintah berharap hasil evaluasi terhadap Green SM dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi secara lebih luas.
