Kebijakan yang Membuat Sri Mulyani Terpilih Sebagai Menteri Keuangan Terbaik 2018

0
534
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Kumparan/Yudhistira Amran Saleh)

Berempat.com – Berbarengan dengan berlangsungnya IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, majalah Global Markets memilih Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai The Finance Minister of the Year, atau Menteri Keuangan Terbaik untuk Asia Timur dan Pasifik 2018.

Gobal Markets memilih Sri Mulyani lantaran mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dianggap berhasil mempertahankan reputasi keuangan Indonesia di tengah kondisi yang menantang.

“Bagi kami, reformasi di bidang perpajakan bukanlah kemewahan maupun pilihan. Itu adalah keharusan,” ujar Sri saat menerima penghargaan di Bali, Sabtu (13/10).

Penghargaan ini makin melengkapi beberapa apresiasi serupa yang pernah diterima Sri. Sebelumnya, Sri pernah didaulat sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets Forum, Menteri Keuangan terbaik 2006 oleh majalah Euromoney, dan Menteri Terbaik Dunia pada World Government Summit di Dubai, Februari 2018.

Sri pun mengungkapkan, kebijakan fiskal dan anggaran negara adalah dua alat fundamental Kementerian Keuangan yang harus bisa dipercaya dan dapat menjadi tulang punggung reformasi kebijakan agar dapat diarahkan untuk pembangunan ekonomi.

Dengan sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Sri pun yakin bahwa reformasi fiskal dapat dipertahankan dalam tiga aspek penting dari anggaran negara Indonesia, yaitu pendapatan, pengeluaran, dan pembiayaan. Semua bertujuan untuk membangun anggaran negara yang lebih sehat, penuh kehati-hatian, dan lebih produktif.

Menurut Global Markets, Sri Mulyani telah mampu mengatasi dua persoalan saat kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk kali kedua, yaitu pengumpulan pajak dan penyerapan anggaran pemerintah.

Global Markets menjabarkan, pada 2017 Indonesia berhasil menyerap 91% pajak dari target. Hal tersebut dianggap sebagai sebuah lompatan besar dibanding dua tahun lalu yang menyerap 83%. Keberhasilan tersebut dinilai lantaran kebijakan amnesti pajak yang diterapkan sehingga dapat membantu membawa kekayaan Indonesia yang ada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia.

Selain itu, Global Markets melihat bahwa belanja pemerintah Indonesia bisa tumbuh sangat cepat dalam tiga tahun sejak 2015 yang mencapai 21,1% dari PDB. Kemudian serapan APBN pun meningkat ke level tertinggi dalam 6 tahun terakhir, yakni dari 73% pada tahun 2016 menjadi 97% di tahun 2017.

Sri Mulyani juga dianggap berperan dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Angka kemiskinan di Indonesia diketahui turun dari 0,6% antara September 2016-September 2017. Presentase tersebut menjadi penurunan terbesar dalam lima tahun.

“Kita terus memastikan pengelolaan anggaran yang baik, kredibel, akuntabel dan prudent. Anggaran kita susun untuk mencapai tujuan pembangunan. Pengelolaan anggaran juga dilakukan secara prudent, dan lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan,” terang perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Forbes 2008 tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.