IKN Bakal Jadi Kota Hutan dan Netral Karbon

0
495
IKN
IKN Bakal Jadi Kota Hutan dan Netral Karbon
Pojok Bisnis

Pemerintah terus menjalin kerja sama dengan mitra-mitra berbagai sektor untuk mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Salah satu kerja sama terbaru adalah dengan Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memfasilitasi kerja sama dalam perencanaan dan pembangunan di Ibu Kota Nusantara.

Kerja sama dengan ADB akan difokuskan pada pengembangan IKN sebagai kota hutan netral karbon, sesuai dengan rencana awal. Kesepakatan itu disepakati dalam Rapat Umum Tahunan ke-56 ADB antara Bambang Susantono, Ketua Otorita IKN, dan Ahmed M. Saeed, Wakil Presiden ADB.

Menurut MoU tersebut, ADB dan Pemerintah Indonesia berjanji untuk bekerja sama guna memastikan perencanaan yang baik untuk Ibu Kota Nusantara, dengan dampak lingkungan minimal, dan target emisi nol pada tahun 2045. MoU ini juga menegaskan komitmen bersama antara ADB dan Pemerintah Indonesia untuk memobilisasi potensi pembiayaan dari fasilitas pembiayaan iklim dan kerja sama pemerintah-swasta guna mendorong pembangunan Ibu Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan.

“Adanya IKN merupakan kesempatan unik untuk menerapkan praktik terbaik internasional dalam perencanaan, pembangunan, dan pembiayaan kota. Kami sangat senang bahwa ADB mendukung Otorita IKN dalam pengembangannya dengan rencana yang efektif untuk mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan pintar yang netral karbon,” ujar Ahmed M. Saeed.

Top Mortar gak takut hujan reels

Pada bulan Maret 2022, Otorita IKN didirikan sebagai sebuah lembaga dengan tingkat setara menteri yang berada langsung di bawah kepemimpinan presiden. Tugas otorita ini mencakup perencanaan dan pembangunan IKN, serta pengawasan transisi pemerintahan ke IKN dan pengelolaan kota tersebut di masa depan.

Ketua Otorita IKN, Bambang Susantono, menyatakan bahwa IKN akan terus berupaya menjadi ibu kota hutan berkelanjutan pertama di dunia dan kota netral karbon pertama di Indonesia pada tahun 2045.

“Untuk itu, kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional seperti ADB untuk membantu IKN berkontribusi pada agenda global dalam mengatasi perubahan iklim, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” tambahnya.

ADB memiliki komitmen untuk mewujudkan kawasan Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus berupaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Sebagai bank pembangunan yang didirikan pada tahun 1966, ADB memiliki 68 anggota, dan 49 diantaranya berada di wilayah asia serta pasifik

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan