Shin Tae-yong Gagal Bawa Garuda Muda Masuk Final SEA Games 2021

(Dok: bola.net)

Nam Dinh – Shin Tae-yong gagal membawa Garuda Muda ke babak final di laga SEA Games 2021 Vietnam. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memastikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia tetap aman meski gagal membawa Garuda Muda meraih emas.

“Kalau Shin Tae-yong kan kontraknya empat tahun. Aman. Insya Allah aman,” kata Iwan Bule, sapaan akrab Iriawan, di Nam Dinh, Kamis (19/5)

Apalagi, kata dia, peran Shin sebagai pelatih masih sangat dibutuhkan dalam menyiapkan diri menghadapi Piala Dunia U-20.

“Yang bersangkutan lebih dipertanggungjawabkan di U-20 nanti,” kata Iwan.

Tim Nasional U-23 Indonesia gagal melangkah ke final cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2021 setelah kalah 0-1 dari Thailand.

Satu-satunya gol pada pertandingan tersebut dilesakkan oleh pemain senior Thailand Weerathep Pomphan pada babak tambahan pertama.

Kekalahan itu membuat Indonesia mengulang pencapaian SEA Games 2015 dan 2017 ketika skuad Garuda Muda juga gagal masuk fase puncak.

Skuad asuhan pelatih Shin Tae-yong juga tak bisa memenuhi target PSSI untuk merebut medali emas SEA Games 2021.

Kekalahan Timnas Indonesia U-23 atas Thailand di semifinal SEA Games 2021membuat Shin Tae-yong merasa kecewa akan penampilan anak asuhnya.

Timnas Indonesia U-23 harus mengakui kemenangan Thailand dengan skor tipis 1-0 pada babak semifinal SEA Games. Dalam duel tersebut, banjir akan kartu merah dan kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit.

Pelatih Shin Tae-yong mengaku kecewa kepada anak asuhnya yang mendapatkan kartu merah dan kartu kuning dalam laga semifinal SEA Games yang berlangsung pada Kamis (19/5/2022).

Tercatat ada tiga nama pemain Indonesia yang mendapatkan kartu merah, yakni Ricky Kambuaya yang mengisi lini tengah, Firza Andika sebagai fullback kiri, dan Rachmat Irianto yang menjadi fullback kanan menggantikan Asnawi Mangkualam yang tidak bisa bermain lantaran akumulasi kartu.

Shin Tae-yong menyesali kejadian tersebut, ia pun mengungkapkan jika anak asuhnya tidak menunjukkan sikap seorang kesatria dalam laga tersebut.

“Saya menyesali pemain harus menerima kartu kuning dan kartu merah. Para pemain tidak memperlihatkan sikap kesatria,” ungkap pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut.

Namun, harapan mendapatkan medali dari sepak bola putra masih ada dengan memperebutkan medali perunggu pada Minggu (22/5).

Indonesia akan melawan Malaysia yang kalah 0-1 dari tuan rumah Vietnam dalam semifinal lainnya.

Artikel SebelumnyaRudy Salim Pengusaha Sukses yang Dekat dengan Artis
Artikel SelanjutnyaKPK Tahan Dirjen Holtikultura Kementan