Fakta TKA di Morowali Tak Sesuai Isu yang Beredar, Moeldoko Sampaikan Ini

0
306

Berempat.com – Pemerintah telah menegaskan bahwa isu jutaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali tidak benar. Pasalnya, menurut pantauan langsung DPR dan investigasi media lokal tak menemukan hal tersebut di lapangan.

“Ternyata tadi kita lihat tidak seperti yang kita gembar-gemborkan ada jutaan TKA dan sebagainya. Kondisi di lapangan hanya 10,9 persen TKA di Morowali. Hanya 3.121 TKA, tidak lebih dari itu. Temen-temen sendiri yang investigasi,” ujar Kepala Staf Presiden Moeldoko usai melangsungkan video conference di kantornya, Selasa (7/8).

Menurut informasi, jumlah TKA di Morowali saat ini hanya 10,9% atau 3.121 pekerja dari total pekerja lokal yang berjumlah 25.447 orang. Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyebut bahwa hal itu masih sesuai aturan.

“Itu artinya kawasan Industri di Morowali membuka perluasan kesempatan kerja untuk TKI, sekaligus juga memberikan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi, sehingga TKI bisa memiliki kompetensi lebih baik,” terang Hanif.

Atas fakta-fakta di lapangan tersebut, Moeldoko pun berharap tak ada lagi pihak yang menggunakan persoalan TKA dimobilisasi demi kepentingan politik.

“Kalau itu yang terjadi tak akan selesai. Isu ini akan berkembang terus. Sangat tidak bijaksana jika ini dikembangkan terus,” ungkapnya.

Karenanya, Mantan Panglima TNI itu menginginkan segenap masyarakat jangan resah, jangan skeptis, dan tidak terprovokasi atas isu TKA. Sebab dari hasil investigasi media lokal di Morowali, isu TKA tidak seperti yang digambarkan selama ini, yakni ada jutaan TKA dan terdapat senjata ilegal.

“Mungkin ada ilegal, tapi 1-2 ketangkep dipenjara atau dipulangkan. Maknanya kita tegas terhadap pelanggaran itu. Tidak kita biarkan, karena Menaker telah menyiapkan tim pengawas,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Tim  KSP bersama sejumlah awak media melakukan media visit ke kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Upaya tersebut dilakukannya untuk menjawab isu banyak TKA asal Tiongkok yang bekerja di kawasan industri itu.

“Hasil penyelidikan Pemerintah, DPR dan investigasi media lokal di Morowali Industrial Park (MIP) ditemukan fakta bahwa isu TKA yang selama ini beredar adalah tidak benar,” terang Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.