JPS Optimistis PAM Jaya Mampu Permudah Akses Air Bersih untuk Warga DKI

(Dok: jakarta.go.id)

Jakarta – Kontrak kerja sama antara Jakarta Public Service (JPS) dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta akan berakhir di tahun 2023. Meski begitu, JPS optimistis Perusahaan Daerah Air Minum (PAM) Jaya akan semakin mempermudah akses air bersih bagi warga.

Direktur Eksekutif JPS, Mohamad Syaiful Jihad mengatakan, langkah-langkah strategis harus sudah mulai disusun PAM Jaya agar layanan air bersih melalui sistem perpipaan ini berjalan dengan baik.

“Evaluasi harus dilakukan dengan upaya menghadirkan inovasi-inovasi agar akses air bersih bisa menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Terutama, di wilayah-wilayah yang belum dijangkau layanan PAM Jaya,” ujarnya, Selasa (14/12).

Syaiful menjelaskan, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat diperlukan masyarakat. Sehingga, pemerintah harus bisa hadir memastikan warga mendapatkan layanan air bersih dengan harga terjangkau atau tidak memberatkan, khususnya golongan warga tidak mampu.

“Saya berharap nantinya ada skema subsidi bagi warga kurang mampu. Upaya mempermudah dan memberikan akses air bersih bagi semua warga Jakarta merupakan salah satu janji dari Pak Anies Baswedan. Ini adalah niatan yang baik dan harus direalisasikan karena nyata akan memberikan manfaat,” terangnya.

Menurutnya, rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan dan Ciliwung serta jaringan perpipaan sebagai offtaker dari SPAM Jatiluhur merupakan langkah strategis yang baik.

“PAM Jaya harus juga memastikan suplai air baku agar pasokan air bersih kepada pelanggan tidak mengalami gangguan dan kualitasnya terjamin. Sehingga, kepercayaan pelanggan kepada PAM Jaya dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Syaiful menambahkan, akses air bersih mudah melalui jaringan perpipaan ini diharapkan dapat terus mengurangi penggunaan air tanah. Sehingga, terjadinya penurunan muka tanah (land subsidance) juga bisa diminimalisir.

“Ada orientasi pelestarian lingkungan juga. Sehingga, warga juga perlu terus disosialisasi dan diedukasi untuk mengurangi penggunaan air tanah. Terlebih, Jakarta juga menjadi wilayah di tepian laut, kalau penurunan permukaan tanah terus terjadi maka dipastikan ada bahaya atau bencana yang mengintai,” tandasnya.

Untuk diketahui, PAM Jaya akan membangun tiga SPAM di tahun 2022 dengan target rampung pada 2024.

SPAM Pesanggrahan akan melayani area di Kecamatan Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Cilandak, Pasar Minggu dan Kecamatan Jagakarsa dengan suplai air mencapai 750 liter per detik.

Kemudian, SPAM Ciliwung akan menambah suplai sebesar 200 liter per detik dengan peningkatan cakupan layanan sekitar 0,9 persen, dan menambah sekitar 15.000 sambungan atau KK yang terlayani air bersih.

Area layanan SPAM Ciliwung ini mencakup Kecamatan Pasar Minggu seperti Warung Jati Barat, Pejaten, Rawajati Timur, Kalibata, dan sebagian Kecamatan Jagakarsa.

Selain itu, ada juga proyek SPAM Jatiluhur yang menambah suplai air sekitar 4.000 liter per detik dengan peningkatan cakupan layanan sekitar 14,4 persen dan potensi penambahan sambungan baru sekitar 240.000 pelanggan.

Adapun cakupan wilayahnya yakni, Cilincing, Marunda Kepu, Rorotan, Sunter Utara, Gunung Sahari, Muara Karang, Pondok Kopi dan sekitarnya.