Generasi Muda akan Jadi Pelopor Kebangkitan Bangsa

0
36
(Dok: dpr.go.id)

Jakarta – Generasi muda akan menjadi tonggak kebangkitan bangsa. Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, Anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal optimis generasi muda akan menjadi pelopor kebangkitan bangsa di masa depan dan memandu Indonesia keluar dari masa-masa krisis akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hampir 2 tahun belakangan ini.

“Di Hari Sumpah Pemuda ini, dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk Indonesia, generasi muda kita telah menunjukkan bahwa mereka tahan banting dan mudah beradaptasi di era pandemi. Dibuktikan dengan capaian prestasi baik di bidang olahraga maupun pendidikan serta perkembangan pertumbuhan ekonomi kreatif yang itu semua adalah anak muda,” kata Mustafa dalam keterangan persnya, Kamis (28/10).

Di bidang pendidikan, pada tahun 2021 saja, tercatat 53 prestasi internasional bidang seni, penelitian, dan sains, berhasil diraih oleh peserta didik terbaik Indonesia di bawah binaan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Mustafa menambahkan, di bidang olahraga, tim bulutangkis Indonesia berhasil meraih Thomas Cup setelah penantian selama 19 tahun. Dan pada Pekan Olahraga Nasional Indonesia.

“Kembali digelarnya kompetisi olahraga ini yang sempat terhenti akibat pandemi, membuat Indonesia kembali dapat melahirkan atlet-altet muda potensial. Seperti Irfan Nurkamil (21), kontingen Sumsel yang pada debut pertamanya di PON bisa langsung meraih medali perak lewat cabor anggar. Ini perlu terus didukung dan dipertahankan sehingga bisa,” jelas Mustafa.

Sisi lain, perkembangan ekonomi kreatif Indonesia mengalami peningkatan. Bahkan, berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, sepanjang tahun 2020 diketahui ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan jika dilihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB.

“Ekonomi kreatif Indonesia punya potensi untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Dan itu semua mayorias digawangi oleh anak-anak muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tandas Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI ini.

Politisi dapil Sumatera Selatan I ini menambahkan, pada 28 Oktober 1928 di Kongres Pemuda II, para pemuda dari berbagai penjuru tanah air mengikrarkan diri untuk bersatu demi bangsa dan bernegara terbebas dari penjajahan. Poin utama dari Sumpah Pemuda ini adalah bertanah air satu Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

“Kalau dulu pemuda berjuang melalui peperangan dengan penjajah untuk membebaskan Indonesia, kini pemuda bisa bersatu berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dengan meraih prestasi dan berkontribusi aktif disegala bidang, utamanya di bidang pendidikan, olahraga dana ekonomi kreatif,” pungkas Mustafa.