Menghidupkan Kembali Krakatau Steel

0
12
(Dok: krakatausteel.com)

Jakarta – Komisi VII DPR RI menilai bahwasanya saat ini PT Krakatau Steel (Persero) sangat mampu memenuhi permintaan dan memenuhi kebutuhan plat baja terkait produksi industri dalam negeri.

Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman menilai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut telah mampu memenuhi harapan pemerintah dengan mengimplementasikan teknologi industri 4.0 yang diterapkan pada produksinya.

“PT Krakatau Steel sudah berhasil dan mampu memproduksi salah satu produk koil baja dengan teknologi yang luar biasa, menyesuaikan teknologi yang diharapkan Kementerian Perindustrian yaitu Teknologi 4.0 ” kata Maman saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau langsung berbagai fasilitas PT Krakatau Steel Tbk di Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (9/9/2021).

Lebih lanjut Maman mendorong partisipasi sebesar-besarnya dari seluruh pihak untuk menghidupkan industri dalam negeri, terutama industri baja sebagai salah satu sektor strategis dalam menopang kebutuhan bahan baku bagi industri lainnya. Dirinya juga mengatakan, Komisi VII DPR RI mendorong adanya beberapa regulasi yang pro terhadap upaya meningkatkan produksi industri dalam negeri seperti yang sudah dilakukan Krakatau Steel.

“Insya Allah, dengan semangat untuk menjaga industri objek vital nasional kita, maka dari itu keberadaan kami Komisi VII akan terus memberikan supporting dalam konteks membuat Krakatau Steel menjadi lebih sehat, lebih baik dan lebih maju ke depan,” pungkas politisi Partai Golkar itu lebih lanjut.

Sebelumnya Maman mengatakan, pihaknya mengunjungi Krakatau Steel untuk memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan tersebut dalam upaya menghidupkan industri dalam negeri sebagai produsen baja. Kunjungan Komisi VII DPR RI ini juga untuk mengamati produksi plat baja yang dilakukan produsen plat baja terbesar Indonesia tersebut, dalam memenuhi kebutuhan produksi dan permintaan baja nasional.

“Pada prinsipnya kehadiran kami di sini, ingin masuk dalam konteks pengawasan, namun pengawasan itu kita coba terjemahkan salah satunya sebagai problem solver terhadap bottlenecking yang terjadi pada mitra kita, diantaranya perindustrian dalam hal ini PT Krakatau Steel sebagai salah satu produsen baja di Indonesia” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat I itu.