Arus Pendek Listrik Sebabkan Kebakaran di Lapas Tangerang

0
12
(Ilustrasi: Cameron Casey/pexels)

Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Kota Tangerang, Banten, mengalami kebakaran pada Rabu (8/9) dini hari. Hingga Rabu pagi jumlah korban tewas sebanyak 41 orang – termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 42 tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.

Ini terkait dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mewakili Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI menyampaikan belasungkawa kepada para korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten. Dalam tragedi pada Rabu (8/9/2021) dini hari tersebut, diketahui sebanyak 41 orang tewas, 73 napi terluka, dan delapan di antaranya luka berat. Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan korsleting listrik.

“Pertama, saya atas nama Komisi III DPR RI mengucapkan bela sungkawa terhadap seluruh korban kebakaran Lapas Tangerang,” papar Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta Menteri Hukum dan HAM dan jajaran Direktoral Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) untuk sesegera mungkin merelokasi pegawai Lapas dan warga binaan ke tempat yang aman. “Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan atau mengambil keuntungan dari perisitiwa kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang,” kata Herman.

Dalam kesempatan itu, Herman juga meminta agar aparat kepolisian segera melakukan investigasi dan mengusut tuntas insiden kebakaran tersebut. Sehingga, tidak menjadi polemik di tengah-tegah masyarakat. “Saya minta kepada Jajaran Kepolisian untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap kebakaran ini. Saya harapkan peristiwa ini agar diusut secara tuntas,” tandas Anggota Dewan dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II ini.