‘Fit and Proper Test’ Calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas

0
11

Jakarta – Komisi VII DPR RI menyelenggarakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Senin (28/6/2021). Seleksi itu dilaksanakan DPR untuk periode masa jabatan 2021-2025. Ada 18 nama yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Komisi VII berdasar Surat Presiden Nomor R-20/Pres/05/2022 tanggal 3 Mei 2021.

“Sesuai undangan dan jadwal yang disampaikan, saat ini Komisi VII DPR RI melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas periode jabatan 2021-2025. Komisi VII meminta kepada masyarakat luas dengan identitas jelas untuk memberikan masukan terhadap calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas pada daftar yang tertera di atas,” terang Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto ketika membuka rapat.

Dari 18 nama calon yang disampaikan Presiden, 7 peserta yang akan melakukan tes di hari ini di antaranya adalah Abdul Halim, Adi Purwanto, Agus Maulana, Basuki Trikora Putra, Budi Santoso Syarif, Danu Prijambodo, Didik Sasongko Widi.

Kemudian, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, Ferdy Novianto, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Kusnendar, Oman Rochmana, Robert Heri, Saleh Abdurrahman, Wahyudi Anas, dan Yapit Sapta Putra dijadwalkan mengikuti tes di keesokan harinya.

DPR berharap ada peningkatan kinerja pada keanggotaan periode 2021-2025 nanti. Seperti yang disampaikan Anggota Fraksi Golkar Dyah Roro Esti pada saat pendalaman yang menginginkan para calon terpilih dapat memiliki konsep mengenai energi berbasis lingkungan seperti yang sudah menjadi tren di luar negeri

“BBM yang sifatnya ramah lingkungan. Jadi saat ini, ada sebuah tren baik tren global juga di Indonesia yang sedang mendorong adanya transisi energi. Lalu kemudian, tentu ini sangat amat berkaitan dengan situasi ekonomi nasional kita juga. Di satu sisi ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” terang Politisi dapil Jatim X ini.

Sesuai dengan visi tahun 2045 bahwa Indonesia berpotensi untuk bisa menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi dunia, Dyah Roro berpandangan, BPH Migas harus bisa hadir untuk menyalurkan BBM ramah lingkungan, sesuai daripada kebutuhan masyarakat. Ia berharap penerapan BBM ramah lingkungan diprioritaskan pada periode jabatan ini.

“Jadi bagaimana kita betul-betul bisa menyiasati agar perkembangannya bisa dijaminkan, lalu kemudian distribusinya nanti di seluruh nusantara. Mengingat sangat dinamis ya negara Indonesia ini dan kami berharap bahwa BPH Migas bisa hadir untuk betul-betul menyalurkan BBM tersebut sesuai daripada kebutuhan masyarakat,” tandasnya.