Sudah Saatnya BI Modernisasi Sistem Transaksi UMKM

0
2
(Dok: dpr.go.id)

Jakarta – UMKM masih perlu didorong untuk dapat terakselerasi secara digital dalam rangka memperkuat ketahanannya sehingga semakin mampu menjadi pendorong ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea mengatakan, pihaknya mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menyosialisasikan dan melakukan pendampingan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang di khususkan untuk UMKM. Dirinya berkeinginan agar UMKM bisa mengakses program yang dibuat BI, untuk itu sistem digitalisasi harus diterapkan pada sistem transaksi UMKM.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Kita lihat, UMKM ini menjadi kunci pemulihan ekonomi. Untuk itu kita mendorong BI menerapkan digitalisasi pada sistem transaksi UMKM agar semua tercatat,” kata Marinus di Kantor Wilayah Bank Indonesia Serang, Banten, Jumat (4/6/2021).

Marinus mendorong digitalisasi pada sistem pembayaran UMKM dilakukan melalui program yang dibuat Bank Indonesia yaitu Quick Responses Code Indonesian Standard (QRIS). Program tersebut bisa memudahkan transaksi maupun penyaluran kredit sehingga ekonomi nasional bisa terdorong.

“Penggunaan transaksi digital melalui QRIS dapat mendukung UMKM tercatat hal ini akan mempermudah penyaluran kredit, kemudian penggunaannya lebih mudah mengakses informasi permodalan dan mempermudah transaksi jual beli sehingga meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Menurut data BPS, unit usaha UMKM menempati 99,9 persen dari total unit usaha di Indonesia dengan jumlah 62,9 juta unit usaha. Dari data tersebut, dapat ditentukan bahwa UMKM menjadi backbone perekonomian Indonesia. Karena selama ini telah mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar dan berkontribusi maksimal terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, UMKM masih perlu didorong untuk dapat terakselerasi secara digital dalam rangka memperkuat ketahanannya sehingga semakin mampu menjadi pendorong ekonomi. “99,9 persen itu punya akses terhadap kredit yang terbatas dan kurang jadi perlu melakukan akselerasi digital. BI perlu lebih keras lagi mensosialisasikan program atau stimulus yang di berikan untuk UMKM. Agar semua UMKM di Indonesia bisa mendapatkan akses tersebut,” pungkasnya.