Selama Pandemi, Rush Hour Gencarkan Jualan Online dan Ekspansi ke Perumahan

0
77

Rush Hour didirikan tahun 2014 dan merupakan resto cepat saji yang halal yang biasanya menyajikan menu secara dine in.

Eric Koesnadi mendirikan Rush Hour karena passion memasak yang tinggi dan ingin membawa rasa masakan chinese-western ke Indonesia, dimulai dari kota Jakarta. Passionnya dimulai waktu mereka sekolah sambil kerja di restoran di Amerika. “Dulu kita lihat orang-orang kok kalau masak kelihatannya keren banget, pokoknya saya pengen suatu saat kaya gitu”, ujarnya.

Di awal berdirinya, Rush Hour hanya berupa dapur rumahan. Eric memasak dan mengantarkan sendiri masakannya ke apartemen sekitar. Beberapa lama kemudian, Eric memutuskan untuk membuka gerai di area perkantoran. Setelah melakukan riset, Rush Hour pun akhirnya memiliki outlet pertama kali di food court di daerah Sudirman-Thamrin pada tahun 2015. Hingga kini, Rush Hour telah memiliki beberapa gerai.

Kini sejak pandemi Covid-19 Rush Our justru lebih banyak melakukan pemasaran secara online. “Pandemi ini cukup berat, dulu offline kita buka gerai di perkantoran dan saat ini kita beradaptasi ke bisnis online. Selain itu kita saat ini juga kembangkan ke lokasi perumahan, tidak hanya perkantoran. Tips usaha kita harus menjaga harga jual makanan tetap terjangkau dan wajar,” jelas Eric.