Perkembangan Pelabuhan Patimban Tumbuhkan Peluang Pengembangan Kawasan Industri dan Iklim Investasi

0
11

Pertumbuhan kawasan industri selalu mengikuti perkembangan infrastruktur. Finalisasi studi kelayakan akses jalan tol ke pelabuhan di Patimban, dan dimulainya proses lelang beberapa waktu lalu ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak.

Monica Koesnovagril, Director Advisory Services, Colliers International Indonesia mengatakan Konektivitas antara Patimban dengan beberapa daerah seperti Subang dan sekitarnya akan memberikan dampak positif. Daerah seperti Cibitung, Cikarang dan Karawang memiliki harga tanah yang rata-rata cukup tinggi. Dengan demikian, terdapat potensi pengembangan kawasan industri baru di Subang dan sekitarnya yang harga tanahnya masih relatif lebih rendah.

“Pemilik atau pengguna kawasan industri di Subang akan lebih dekat dengan pelabuhan baru. Pelabuhan Patimban diproyeksikan akan memberikan pelayanan yang setara dengan Pelabuhan Tanjung Priok, namun dengan akses yang lebih mudah dari kawasan Bekasi-Karawang-Subang. Pelabuhan Patimban memiliki potensi yang besar dan akan menjadi sangat menarik,” ujarnya.

Mengingat pembangunan pelabuhan masih dalam tahap awal, pasar properti industri di sekitarnya belum terbentuk, namun dalam waktu dekat akan ada kawasan industri yang siap diluncurkan. Saat ini adalah saat yang tepat bagi kawasan industri untuk mulai bersiap, terutama yang masih dalam tahap awal pembangunan. Banyak perusahaan telah melakukan studi kelayakan pasar, terutama untuk wilayah Subang dan sekitarnya.

Sementara itu, Rivan Munansa, Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia mengatakan Patimban telah menjadi magnet baru bagi pertumbuhan kawasan industri dan pengembangan koridor yang sudah ada saat ini. Subang saat ini menjadi daerah yang paling diminati karena selain dekat dengan Patimban, juga terletak di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Timur akan semakin meningkatkan posisi strategis Subang. Hal tersebut juga didukung dengan beroperasinya Bandara Kertajati yang berjarak 40km dari Patimban (melalui Tol Cipali).

“Berada pada lokasi yang strategis, perusahaan dan industri yang berada di Subang berpotensi untuk meningkatkan distribusi produknya lebih luas dan lebih cepat. Beberapa perusahaan telah berpindah atau melakukan perluasan ke daerah Jawa Tengah karena harga tanah dan juga Upah Minimum Regional (UMR) yang lebih rendah. Hal ini kebanyakan berlaku untuk perusahaan padat karya,” katanya.

Kebijakan baru Pemerintah Indonesia diharapkan dapat menarik investor dalam dan luar negeri. Namun, faktor kunci dalam menarik investor, terutama investor asing, adalah adanya regulasi investasi yang jelas dan tetap. Faktor tersebut dapat mendorong investor asing untuk membuka usahanya di Indonesia, bukan di negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam atau Thailand.

Lebih lanjut Rivan menambahkan industri otomotif berpotensi beroperasi di Patimban, terutama di wilayah yang berdekatan dengan pelabuhan. Adanya tren otomotif baru menuju penggunaan mobil listrik dapat menciptakan permintaan ruang industri untuk produk ini. Industri otomotif umumnya membutuhkan lahan yang luas, dan menjadi pemicu berdirinya perusahaan khusus produk turunan otomotif di daerah sekitarnya.

Ketertarikan terhadap kawasan Subang dan sekitarnya juga mencerminkan pandangan positif terhadap pengembangan kawasan industri terkait dengan pengembangan pelabuhan di Patimban. Pertumbuhan fasilitas logistik, e-commerce, dan cold storage juga berpotensi mengisi kawasan industri tersebut. Colliers menganggap bahwa meskipun lingkungan bisnis saat ini cenderung lesu, masih terdapat potensi pertumbuhan yang berkelanjutan pada industri-industri ini.

“Artinya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi developer dan investor untuk bersiap. Tahap persiapan akan memakan waktu yang cukup lama, namun jika dimulai sekarang, pada saat kawasan industri terisi dan penghuni sudah mulai beroperasi, Pelabuhan Patimban juga sudah akan selesai dan beroperasi pada tingkat yang optimal,” pungkas Rivan.