Top Mortar Gak Takut Hujan
Home News Juara Indonesia Barista Championship 2020 Galang Dana Perangi Stunting

Juara Indonesia Barista Championship 2020 Galang Dana Perangi Stunting

0

Bagi Mikael Jasin, filantropi bukan lagi hal yang asing baginya. Ia juga tak asing dengan istilah “revelling in the glory of suffering” — untuk tujuan yang baik tentunya. Setiap tahun, sang juara Indonesia Barista Championship 2019 ini mengadakan acara tahunan “sufferfest“, dimana ia secara sukarela ‘menyiksa diri’ dan mengadakan aksi nyata sebagai upaya memberikan harapan dan inspirasi bagi ribuan anak Indonesia. Tahun lalu, Mikael tidak mengonsumsi kalori selama tujuh hari, dan tahun ini ia berencana untuk mengendarai sepedanya selama 24 jam non-stop dari Jakarta ke Yogyakarta mulai tanggal 13 November mendatang.

Aksi bersepeda nonstop ini dilakukan Mikael untuk menggalang dana demi membantu penanggulangan stunting di Manggarai Barat, NTT, di mana angka stunting mencapai 43%. Penanggulangan stunting ini khususnya berfokus pada ibu hamil dan perawatan di 1000 hari pertama kehamilan.

Keinginan dan tekad untuk membantu memberikan awal kehidupan yang terbaik bagi anak-anak inilah yang mendorong Mikael untuk berkenalan dengan 1000 Days Fund — sebuah organisasi yang bertekad untuk mengakhiri stunting di beberapa daerah paling terpencil di Indonesia. Bersama dengan 1000 Days Fund, Mikael akan menggalang dana guna mendistribusikan 1.600 selimut cerdas (smart blankets) yang akan diberikan langsung kepada para ibu hamil yang mengikuti empat kelas kehamilan di Puskesmas setempat. Selimut cerdas bukan hanya sebuah hadiah yang baik bagi para calon orang tua, tapi juga merupakan hadiah yang dapat membawa perubahan.

“Bagi orang yang kenal saya, tentu mereka tahu bahwa ada tempat khusus di dalam hati saya untuk Flores. Dengan bekerja sama dengan 1000 Days dalam membagikan selimut cerdas kepada para ibu hamil, saya yakin akan dapat meningkatkan kesejahteraan para wanita dan anak-anak di setiap desa yang memiliki tingkat stunting tertinggi di dunia,” kata Mikael. “Melakukan perubahan pada 1.000 hari pertama masa kehidupan merupakan cara terbaik guna memberikan dukungan pada jutaan anak dan ibu yang berjuang untuk mendapatkan informasi yang tepat, perawatan kesehatan, dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk berkembang,” lanjutnya.

Informasi dan pengetahuan yang diperlukan para ibu dalam menghadapi 1000 hari pertama di masa kehamilan tersebut dapat didapat dari Selimut Cerdas. Dengan adanya selimut cerdas, maka para ibu dapat dengan mudah memantau perkembangan bayi selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang adalah periode paling penting dan berpengaruh bagi tumbuh kembang sang calon bayi.

Bagi banyak orang, mengumpulkan dana untuk memerangi stunting di Flores mungkin tampak seperti sebuah tindakan yang baik namun sembrono. Akan tetapi, bagi Mikael, aksinya ini merupakan sebuah investasi paling berharga untuk masa depan NTT. Mikael mengatakan bahwa konsep memberikan solusi inovatif, berbasis bukti, dan terukur sebagai upaya pencegahan stunting merupakan alasan mengapa dirinya ingin mewujudkan perubahan dengan berkolaborasi dengan 1000 Days Fund.

“Dengan menerapkan solusi berbasis sains yang sangat efektif, serta melakukan investasi paling berharga untuk masa depan NTT, saya pastikan bahwa dana amal yang saya kumpulkan ini akan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak di Flores dengan anak-anak lainnya di mana pun di dunia untuk menjalani kehidupan yang sehat, bahagia, dan produktif,” ungkap Mikael.

Stunting, atau tinggi badan anak yang relatif lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya, disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak mencukupi, tingkat kebersihan yang buruk, serta seringnya terjangkit infeksi dan penyakit. Masalah ini kerap dikaitkan dengan kerugian yang parah, seperti penurunan IQ hingga 10 poin serta gangguan kapasitas kognitif, bahasa, dan sensorik-motorik. Anak-anak yang menderita stunting juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mereka rentan terhadap berbagai penyakit, misalnya diare. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak yang menderita stunting cenderung lebih sering membolos sekolah daripada teman-teman mereka yang tidak menderita stunting.

Mikael berencana melakukan perjalanan ke Flores dan mengunjungi Puskesmas untuk membantu mendistribusikan selimut cerdas dan menyebarkan informasi terkait intervensi stunting.

Misi 1000 Days Fund adalah memberikan solusi nasional yang terukur terkait dengan pencegahan stunting, yaitu dengan memberikan akses informasi di rumah (in-home access) dan memberikan pelatihan bagi sukarelawan kesehatan desa. Dibandingkan harus bergantung dengan harapan palsu dan aplikasi, 1000 Days Fund lebih memilih untuk bekerja bahu membahu dengan puskesmas atau melalui LSM yang telah memiliki program kesehatan masyarakat yang sudah mapan. Kami juga berupaya untuk melatih para kader dan memasang height charts di setiap rumah bersama-sama dengan para kader. Hal ini dapat memperkuat pesan yang ingin kami sampaikan dan memposisikannya sebagai fonts of knowledge.

Exit mobile version