CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin Raih Penghargaan Asean Entrepreneur Award

0
40

Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak, dianugerahi penghargaan ASEAN Entrepreneur Award yang ke-5 oleh Maeil Business Newspaper dan ASEAN-Korea Centre di Korea Selatan. Penghargaan ini diserahkan di World Knowledge Forum ke-21 dimana Rachmat juga berkesempatan memaparkan pentingnya bagi pelaku usaha untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di tengah pandemi Covid-19.

World Knowledge Forum (WKF) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2000 dan telah mengundang hampir 50.000 peserta dan lebih dari 4.500 pembicara dari seluruh dunia, termasuk para pemimpin negara, pelaku bisnis global, dan juga pemenang Nobel Prize.

Sejak tahun 2016, ASEAN Korea Centre dan juga Maeil Business Newspaper, bagian dari Maekyung Media Group, grup media terbesar di Korea Selatan, menyelenggarakan ASEAN Entrepreneurship Award dan telah memberikan penghargaan bagi pemimpin-pemimpin perusahaan berprestasi dari seluruh Asia Tenggara.

Belum lama ini Bukalapak melaporkan berhasil meningkatkan jumlah pelaku UMKM yang bergabung menjadi Pelapak dan Mitra Bukalapak, yakni mencapai lebih dari 3 juta di 7 bulan pertama tahun ini.

Total Processing Value (TPV) juga dilaporkan tumbuh signifikan, yakni hampir 400% dari kuartal I 2018 hingga kuartal II 2020. Capaian ini  didominasi oleh transaksi yang berasal dari  kota-kota di luar tier 1 dan pertumbuhan market share yang tetap stabil walau di masa pandemi.

Sementara itu, selama masa pandemi, pertumbuhan rata-rata produk virtual di Bukalapak mencapai lebih dari 60% dibandingkan sebelum masa pandemi. Kenaikan ini berfokus pada produk-produk seperti pulsa dan paket data, pembayaran tagihan, streaming voucher, voucher belajar untuk kursus online, dan pembelian gift card.  Sedangkan dalam hal inovasi pembayaran, transaksi di warung Mitra Bukalapak yang menggunakan metode pembayaran QRIS naik lebih dari 50%.

Meski transaksinya meningkat, Rachmat menegaskan, tujuan utama Bukalapak bukan semata mengejar transaksi. “Sebagai organisasi bisnis, its not about transaction, namun bagaimana menciptakan nilai tambah, efisiensi, dan peluang pasar baru,” katanya saat jumpa pers virtual.