Samsung Smart Learning Class, Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh

0
115

Sebagai tindakan preventif mencegah penyebarluasan pandemi, pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah. Pembelajaran daring tentu membawa tantangan tersendiri khususnya bagi guru dan juga siswa yang menjalani. Survey yang dilakukan UNICEF melalui kanal U-Report bahkan menyatakan 69% siswa merasakan kejenuhan selama periode learn from home. Sementara bagi para guru, berdasarkan hasil survey yang dibagikan oleh SMERU Research Institute, 28,2% tenaga pengajar belum dapat optimal memanfaatkan teknologi.

Samsung Electronics Indonesia sangat memahami tantangan tersebut terutama mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karenanya, semenjak tahun 2017, Samsung melalui program Samsung Smart Learning Class (SSLC) telah bekerjasama dengan beberapa sekolah yang ada di Indonesia, salah satunya SMA Plus Negeri 17 Palembang, untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

“Jauh sebelum pandemi, SSLC hadir dengan tujuan awal memperkenalkan cara baru dalam proses belajar mengajar, juga agar guru dan siswa dapat meningkatkan kemampuan serta membiasakan diri pada teknologi dan perangkat digital. Kami sangat senang, ketika pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh, bekal pemanfaatan teknologi yang kami berikan melalui program SSLC ini, khususnya kepada para guru di SMA Plus Negeri 17 Palembang, bisa membantu mereka dan juga siswa melaksanakan proses belajar mengajar yang tetap efektif meski tidak dilakukan secara luring.”, ujar Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.

Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Dr. Parmin, S.Pd., M.M. pun mengamini bahwa kegiatan SSLC yang selama ini telah dilakukan Samsung di sekolah yang dipimpinnya, bisa membantu guru lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya di era pembelajaran jarak jauh. “Dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, bukan hanya murid yang perlu untuk menyesuaikan dengan teknologi, tetapi juga kami para guru. Memang tidak mudah, tapi karena kami sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas SSLC dari Samsung, alhamdulillah proses belajar mengajar kami dengan 1.030 orang siswa dapat berjalan dengan baik dan efektif”, ujar Dr. Parmin.

Manfaat lain yang dirasakan dari hadirnya program SSLC dalam mendukung pembelajaran jarak jauh di SMA Plus Negeri 17 Palembang, adalah adanya Samsung Galaxy Tab A with S Pen yang selama ini juga disediakan melalui program SSLC. Perangkat S Pen serta layar besar berukuran 8 incinya sangat memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar.

“Para guru matematika terbantu sekali dengan hadirnya S Pen. Cukup masuk ke aplikasi video conference dan mereka tinggal share screen dari tab yang digunakannya kemudian bisa langsung, istilahnya, mencoret-coret rumus sehingga siswa kami lebih mengerti dibandingkan hanya dengan verbal saja. Kemudian yang kedua, layarnya yang berukuran 8 inci membuat video conference yang kami laksanakan lebih nyaman. Apalagi dengan kamera depan 5 Mp-nya, menurut siswa kami kualitas gambarnya jernih, sehingga mereka bisa dengan jelas melihat apa yang disampaikan para gurunya. Dan yang terpenting jika dibandingkan dengan laptop, menggunakan Galaxy Tab dirasa lebih fleksibel. Karena, ketika guru olah raga kami ingin mencontohkan suatu gerakan tertentu, tab ini bisa dibawa ke luar ruangan dan gerakan yang akan dikirimkan ke para siswa dapat direkam dengan memanfaatkan kamera utama 8 Mp-nya”, tambah Dr. Parmin.

Program SSLC juga membekali para guru dan siswa dengan aplikasi e-book dari pesona edu. Hadirnya e-book ini membantu guru mempertahankan konsentrasi para siswa agar tetap “betah” menatap layar, karena e-book dari pesona edu memiliki program interaktif dengan video dan gambar. Tak hanya itu, e-book tersebut sangat bermanfaat bagi guru yang mengajar mata pelajaran kimia karena dilengkapi dengan tabel dan juga rumus yang tersaji dengan menarik.

“Kunci keberhasilan kegiatan pembelajaran jarak jauh memang secara garis besar terletak pada guru sebagai penggerak dalam perubahan masa depan pendidikan, namun peran serta dari berbagai pihak juga cukup penting. Kami berharap, melalui teknologi dan pembekalan yang diberikan oleh SSLC, proses pembelajaran jarak jauh dapat secara optimal membekali kemampuan siswa untuk berpikir kritis, bekerjasama, berkomunikasi, serta berpikir kreatif dan inovatif. Tak hanya itu, interaksi guru dan siswa juga diharapkan dapat semakin baik”, tutup Ennita.