Mondelez Indonesia Ajak Keluarga Miliki Kebiasaan #Ngemilbijak

0
116

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat turut memberi pengaruh yang besar dalam hal kebiasaan ngemil, sesuai dengan hasil survei State of Snacking 2019 dari Mondelez International, yang menemukan bahwa 85% orangtua di Indonesia menurunkan kebiasaan ngemil mereka. Terlebih lagi, saat pandemi ini membuat banyak orang memilih ngemil bersama keluarga untuk mengisi waktu atau mengurangi rasa bosan di rumah. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan baik, Mondelez Indonesia mengajak para orangtua utamanya ibu untuk menerapkan kebiasaan #NgemilBijak, yang kali ini dihadirkan melalui kolaborasi dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN).

Khrisma Fitriasari selaku Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia menjelaskan, Mondelez Indonesia percaya kebiasaan #NgemilBijak dapat diterapkan oleh keluarga Indonesia berkat peranan orangtua utamanya seorang ibu. “Kebiasaan #NgemilBijak untuk seluruh anggota keluarga dapat dimulai dari para orangtua, sehingga seluruh anggota keluarga bisa mendapatkan manfaat camilan secara lebih seimbang, baik untuk tubuh dan juga pikiran,” jelas Khrisma.

Kebiasaan ngemil lebih bijak dapat dilakukan dengan: 1) Mengenali isyarat tubuh yang membuat ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu ngemil untuk mengembalikan mood. 2) Kemudian, memilih camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika ngemil. 3) Memaksimalkan semua indera selama ngemil sehingga dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil. Oleh karenanya, sebaiknya ngemil tidak dilakukan sembari berkegiatan lain.

Alfa Kurnia selaku perwakilan dari komunitas IIDN menjelaskan, memilih asupan keluarga adalah tugas penting untuk seorang ibu. “Selain mengenyangkan dan enak, tentu makanan yang dikonsumsi keluarga harus bernutrisi, termasuk camilan. Sebisa mungkin ngemil harus bijak. Baik dari segi jumlah camilan yang bisa dikonsumsi maupun jenis camilannya,” jelas Alfa Kurnia.

Lebih lanjut mengenai langkah Mondelez Indonesia dalam mendorong penerapan #NgemilBijak, Psikolog Klinis Tara De Thouars menjelaskan bahwa orang tua utamanya ibu menjadi contoh bagi anak-anaknya, oleh karena itu kebiasaan ngemil seperti cara, sikap, bahkan frekuensi ngemil akan dilihat dan diikuti oleh anak-anaknya. Tak jarang, tanggung jawab seorang ibu menimbulkan rasa cemas atau bersalah jika anaknya tumbuh kekurangan, sehingga cenderung memberikan makanan berlebih pada anaknya.

Tara menjelaskan bahwa penerapan #NgemilBijak dalam keluarga bisa dimulai dengan menerapkan tiga tips berikut. “Pertama, membenahi perilaku ngemil sehingga menjadi contoh yang baik untuk anaknya, dengan membiasakan ngemil secara sadar dengan memperhatikan isyarat tubuh agar tidak kelebihan asupan. Ajaklah anggota keluarga untuk makan secara perlahan dan menikmati setiap gigitannya, dengan tidak melakukan hal lain seperti nonton TV atau main gadget sehingga hubungan yang lebih hangat diantara anggota keluarga pun dapat tercipta. Kedua, mengatasi kecemasan dan perasaan bersalah yang membuat ibu malah tidak memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dan tips terakhir, mengutamakan apa yang lebih baik untuk anaknya bukan sebatas apa yang diinginkan oleh anaknya,” ungkap Tara.

Sebagai salah satu pemimpin global dalam industri makanan ringan, Mondelez International dengan produk-produknya yang ikonik seperti biskuit Oreo, cokelat Cadbury, dan Keju KRAFT telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. “Hadirnya kampanye #NgemilBijak ini sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni “To Empower People to Snack Right” dimana Mondelez International terus berinovasi melalui produk-produknya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan menawarkan camilan yang tepat, pada waktu yang tepat, serta dibuat dengan cara yang tepat pula,” tutup Khrisma.

Untuk mengetahui inspirasi #NgemilBijak lainnya dari Mondelez International, buka https://www.snackmindful.com/id/