Ini Dia Jasa Waste Management di Indonesia

0
893
Dok Eco Bali

Menurut data tahun 2019 jumlah sampah yang dihasilkan Indonesia mencapai 66 – 67 juta ton. Angka ini pun meningkat 1 ton dari tahun sebelumnya yakni 64 juta ton. Berdasarkan laporannya kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen.

Eco Bali

Besarnya jumlah sampah plastik melahirkan sejumlah jasa waste management di Indonesia. Eco Bali salah satunya. Waste Management yang diinisiasi PT Bumi Lestari Bali ini berdiri sejak 2006 di Bali ini memiliki visi menekan sekecil mungkin sampah yang dilakukan dalam berbagai aktivitas kehidupan (zero waste). Berbagai jenis aktivitas yang dilakukan  mulai dari pengelolaan limbah, edukasi, desain produk hingga mempromosikan pengomposan. Dengan demikian semakin menekan jumlah pembuagan residu hingga 70-80% melalui daur ulang dan pengomposan.

Lebih dari 5.000 ton sampah telah dikumpulkan dan diolah, memberikan edukasi lebih dari 300 sesi pendidikan di sekolah untuk lebih dari 15.000 siswa dan 1.000 guru, 2,500 sesi pelatihan lingkungan untuk rumah tangga dan bisnis hingga 350 instalasi kompos di rumah tangga dan villa.

Dalam mengumpulkan sampah plastik, Eco Bali bekerja sama dengan berbagai acara yang digelar di Bali mulai dari festival, konser, pembersihan pantai, konferensi, lokakarya, pameran, pasar, hingga paket khusus untuk pernikahan. Eco Bali juga turut menjaga kebersihan pantai Bali dengan menyediakan kantong sampah yang dapat digunakan kembali di sejumlah titik di kawasan wisata pantai.

Adapun sejumlah perusahaan besar telah menggunakan jasa Eco Bali di antaranya Tetra Pck, Aqua, The Body Shop, Eco 8 smart, Bali Buda, Bye Bye Plastic Bags, the One Island One Voice initiative, Project Clean Uluwatu to Making Oceans Plastic Free dan lainnya.

Waste4Change Indonesia

Selain Eco Bali, ada juga managemen jasa pengelahan sampah lain seperti yang dilakukan PT. Wasteforchange Alam Indonesia yang lebih beken dengan nama Waste4Change Indonesia. Waste4Change merupakan kewirausahaan lingkungan berbasis sosial yang menawarkan jasa pengelolaan sampah dengan cara yang bertanggung jawab.

Didirikan pada tahun 2014 oleh Mohamad Bijaksana Junerosano yang juga merupakan penggiat solusi permasalahan sampah dan pendiri Greeneration Indonesia, Waste4Change memiliki misi untuk mewujudkan zero-waste to landfill (tidak ada sampah yang berakhir di TPA) serta perubahan perilaku dan pola pikir menuju pengelolaan sampah indonesia yang lebih baik.

Adapun aktivitas yang dilakukan mulai dari riset dan studi terkait persampahan, edukasi, dan pendampingan, pengangkutan dan pengolahan sampah hingga daur ulang sampah dan program EPR (Extended Producer Responsibility).

Melalui layanan yang diberi nama Responsible Waste Management (RWM), Waste4Change menyediakan manajemen sampah untuk mengurangi jumlah timbulan sampah yang menumpuk di TPA. Berbagai jenis layanan ini Waste4Change menyediakan fasilitas mulai dari Kantong sampah, pelatihan induksi teknis sebanyak satu kali, pengangkutan sampah dalam kondisi terpilah hingga memberikan laporan tentang alur sampah.

Beberapa peruasahaan yang telah menjadi klien dari Waste4Change Indonesia seperti Vida Bekasi yang telah bekerja sama sejak tahun 2014. Dengan pengangkutan sampah 3 hari/minggu, jumlah sampah yang terkumpul untuk di daur ulang mencapai 112.000 kg/ bulan. Selain itu ada juga Wisma Barito yang telah bekerjasama setahun lalu dengan jumlah sampah terkumpul 6.922 kg/bulan. Berikutnya ada Javara, Mang Kebayan, Sekolah Seniman Pangan, Binus Schooll Beklasi.

Disamping melayani perusahaan PT. Wasteforchange Alam Indonesia juga melayani sejumlah kegiatan seperti Playfest 2019, Milo Jakarta International Run 10K 2018 serta berbagai event yang digelar Ismaya Group, Jakarta Fashion Week, Jakpro, Nestle, Pertanmina, The Body shop , Wardah, hingga pihak perbankkan seperti CIMB.

Yang terbaru, Waste4Change Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam Program Pembersihan Sampah Sungai Bekasi 2020 dengan menggunakan See Hamster, perahu pembersih sampah sungai buatan Jerman.

Dengan sampah yang dihasilkan di kota ini mencapai 1.913 ton/hari dan potensi sampah yang terbuang ke laut mencapai 775 ton/hari menjadikan bekasi kota percontohan pembersihan sampah sungai.

Komunitas plastik untuk kebaikan (KPUK)

Tak ingin ketinggalan menekan jumlah sampah plastic, Komunitas plastik untuk kebaikan (KPUK) yaknki komunikas yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Didirikan bertepatan dengan hari pahlawan tanggal 10 November 2019. Anggota komunitas terdiri dari beragam profesi seperti karyawan swasta, wartawan, mahasiswa, pelajar hingga ibu rumah tangga yang punya satu pandangan dan tujuan terhadap penyelesaian permasalah sampah di Indonesia

Saat ini anggota komunitas mencapai lebih dari 100 orang yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang Selatan, Tangerang, Yoyakarta. KPUK sedniri bermarkas di Jalan Dahu no 87, Legoso, Pisangan, Ciputat Timur. Basecamp ini merupakan sarana untuk melakukan proses pemilahan sampah plastik, melakukan edukasi dan pelatihan pilah sampah plastik kepada warga masyarakat, serta anggota dan relawan KPUK.

Guna mendorong ikut meningkatkan kepedulian masyarakat akan sampah plastik KPUK melakukan serangkaian aktivitas seperti melakukan aksi clean up di area publik seperti aksi pungut sampah di CFD Jakarta, waduk gintung.

Berikutnya mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah dari rumah, edukasi kader PKK Kelurahan Cireunde, Tangsel, edukasi kader Posyandu Catelia – Cempaka Putih, Tangsel, Penukaran botol plastik bekas dengan sembako seperti pernah dilakukan di Waduk Gintung hingga sedekah sampah botol untuk membantu pemulung/duafa.

Adapun program yang dijalankan mendirikan bank sampah, perangkat desa (RT/RW/Lurah), pengelola perumahan, Industri Daur Ulang, Asosiasi, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Organisasi Kemsayarakatan seperti Aisyiyah,  Muhamaddyah dan Muslimat NU, sekolah dan LSM.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.