Rasio Pembayaran Dividen Wika Tahun Ini Lebih Kecil

Wika. (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Berempat.com – Pada tahun lalu, PT Wijaya Karya Tbk. (Wika) telah membukukan laba bersih sebesar Rp 1,20 triliun. Dan kini, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di hari Selasa (24/4), Wika pun sepakat membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih tersebut, yakni Rp 240,41 miliar.

“Dividen ini setara dengan Rp 26,8 per saham,” ujar Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Tbk. A.N.S Kosasih pada pemaparan publik di Jakarta, Selasa (24/4).

Kosasih menyatakan, sesuai dengan aturan yang berlaku dividen tersebut akan dibagikan 30 hari setelah RUPST. Namun, rasio pembayaran (payout ratio) dividen tahun ini diakui Kosasih lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, perusahaan mengurangi pembagian dividen kali ini seiring dengan investasi yang dilakukan.

“Karena pada tahun 2017-2018 perusahaan banyak melakukan investasi, sehingga dividen tidak kencang. Kami juga ada investasi yang perlu waktu lama untuk balik modal seperti jalan tol 8-10 tahun,” sambung Kosasih.

Hal lainnya yang membuat rasio pembayaran dividen tahun ini lebih kecil lantaran WIKA menjadi kontraktor project financing yang mengharuskan perusahaan mengeluarkan modal lebih dulu untuk menjalankan beberapa proyek pemerintah, khususnya berbagai proyek strategis nasional.

Tahun ini, Wika pun optimis kinerjanya bisa membaik dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, hingga April 2018 Wika mendapatkan beragam kontrak baru senilai Rp 1,5 triliun dari luar negeri. Berbagai kontrak tersebut berasal dari Myanmar, Malaysia, Algeria, dan Filipina.

“Aktifnya Wika melakukan ekspansi mancanegara turut memberikan dampak positif bagi perseroan,” ungkap Kosasih.

Artikel SebelumnyaAskrindo Syariah Tambah Pembiayaan Syariah Rp 1,5 Triliun ke LPDB-KUMKM
Artikel SelanjutnyaPlatform Penyedia Tempat, WeWork Resmi Jajal Pasar Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.