Incumbent Effect, Tak Mampu Dongkrak Kelesuan Ekonomi

0
238

Pasca diumumkannya hasil rekapitulasi Pemilu 2019 yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, membuat publik terkaget-kaget.

Jauh-jauh hari Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menjadwalkan pengumuman hasil rekapitulasi secara nasional pada 22 Mei 2019. Belakangan, sempat ada isu, penetapan rekapitulasi diundur pada 25 Mei dan 28 Mei 2019. Namun secara mendadak, KPU mela kaukan mengumumkan Selesa (21/05/2019) dini hari sekitar pukul 01.46 WIB di saat masyarakat tertidur pulas.

Pengamat politik UNAIR, Soko Widodo berharap kondisi perpolitikan yangs elama 18 bulan ini cukup memanas bisa mereda dengan pengumuman hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU lebih cepat tersebut.

Namun meski KPU telah mengumumkah dengan hasil petahana Jokowi-Amin lebih unggul dari paslon oposisi Prabowo-Sandi, ada hal lain yang sama sekali tidak mengejutkan masyarakat. Yakni sektor ekonomi. Perekonomian Indonesia tetap seperti biasanya, tidak menggeliat dan masih membebani rakyat. Apalagi jelang Hari Raya Lebaran.

Dengan demikian, pengumuman kemenangan Jokowi-Amin yang diumumkan KPU secara senyap dini hari tersebut sama sekali tidak berpengaruh bagi beban ekonomi rakyat. Tidak ada incumben effect ini merupakan bukti bahwa Jokowi-Amin tidak memiliki kepercayaan dari rakyat. Khususnya di sektor ekonomi yang kian lesu.

Berikutnya, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tak terbendung. Seperti cabai, ayam potong segar, dan sejumlah komoditas sayur-mayur terus merangkak naik. Bahkan hanya dalam sepekan terakhir, sejumlah komoditas pangan tersebut mengalami beberapa kali kenaikan.

Pasar dan rakyat tidak menyambut baik kemenangan Jokowi-Amin. Rakyat malah menyambut dengan unjuk rasa karena kemenangan tersebut didapat secara tidak fair atau penuh kecurangan.

Yang dikhawatirkan, kondisi ketidakpercayaan rakyat terhadap presiden terpilih secara curang ini akan memicu anjloknya ekonomi nasional dalam waktu dekat. Rakyat akan merasakan jepitan ekonomi yang semakin membebani jika dipimpin oleh presiden yang tidak memiliki legitimasi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.