Banjir Bangkok Ganggu Bisnis dan Perdagangan, Pemulihan Ekonomi Thailand Terancam

0
15
Banjir Bangkok Ganggu Bisnis dan Perdagangan, Pemulihan Ekonomi Thailand Terancam
Banjir Bangkok Ganggu Bisnis dan Perdagangan, Pemulihan Ekonomi Thailand Terancam (Dok Foto: Al Jazeera)
Pojok Bisnis

Banjir Bangkok yang terjadi setelah hujan deras akhir pekan lalu membuat ribuan warga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke sejumlah pusat evakuasi. Genangan masih merendam sejumlah kawasan ibu kota Thailand, sementara jaringan drainase tidak mampu menampung tingginya curah hujan.

Hujan yang mengguyur Bangkok mencapai sekitar 320 milimeter dalam waktu dua hingga tiga hari. Jumlah tersebut hampir setara dengan curah hujan yang biasanya diterima Bangkok selama satu bulan September. Kondisi ini membuat sejumlah permukiman terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Dampak Banjir Bangkok juga mulai terasa terhadap perekonomian Thailand. Ekonom dari Departemen Ekonomi Universitas Rangsit, Aat Pisanwanich, memperkirakan bencana tersebut dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi Thailand sebesar 0,3 poin persentase tahun ini menjadi sekitar 2,1 persen.

Puluhan Ribu Warga Terdampak Banjir

Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri Thailand Unsit Sampuntharat mengatakan lebih dari 80.000 warga yang berada di kawasan terdampak belum dapat meninggalkan rumah. Pemerintah mengerahkan perahu dan dapur umum bergerak untuk membantu masyarakat yang masih terisolasi.

PT Mitra Mortar indonesia

Secara nasional, banjir telah melanda 41 provinsi sejak 16 September. Sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan lebih dari 580.000 rumah terdampak. Di Bangkok sendiri, sebanyak 5.901 warga telah dipindahkan ke 234 pusat evakuasi.

Kerugian akibat Banjir Bangkok dan bencana banjir di berbagai wilayah Thailand diperkirakan mencapai sedikitnya 11 miliar baht atau sekitar Rp5,8 triliun. Nilainya masih berpotensi meningkat apabila kondisi belum segera pulih.

Aktivitas Bisnis dan Warga Ikut Terganggu

Bangkok serta wilayah timur Thailand diperkirakan menjadi kawasan yang paling merasakan tekanan ekonomi, khususnya sektor perdagangan grosir dan ritel. Industri serta pertanian di wilayah lain juga menghadapi dampak akibat banjir.

Di kawasan Bang Kapi, warga bahkan harus menerobos genangan setinggi pinggang untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sejumlah pedagang menggunakan kotak plastik dan drum sebagai tempat berjualan agar tetap dapat melayani warga.

Kondisi geografis Bangkok turut memperbesar risiko Banjir Bangkok. Ibu kota Thailand tersebut berdiri di atas delta dengan tanah lunak dan berada hanya sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut. Permukaan kota juga terus mengalami penurunan setiap tahun.

Sementara itu, provinsi pesisir Rayong memerintahkan evakuasi pada 28 September setelah dua waduk melewati kapasitasnya. Pengalaman banjir besar pada 2025 yang menewaskan sedikitnya 145 orang menjadi pengingat bahwa ancaman banjir masih menjadi persoalan serius bagi Thailand.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan