Kredit Perbankan Tumbuh Lampaui Target, OJK Catat Penyaluran Capai Rp9.135 Triliun

0
7
Kredit Perbankan Tumbuh Lampaui Target, OJK Catat Penyaluran Capai Rp9.135 Triliun
Kredit Perbankan Tumbuh Lampaui Target, OJK Catat Penyaluran Capai Rp9.135 Triliun (Foto/Gedung OJK)
Pojok Bisnis

Kredit Perbankan Tumbuh dua digit menjadi salah satu indikator yang membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis terhadap ketahanan sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kondisi industri jasa keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi sehat.

Friderica menyampaikan optimisme tersebut dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar Metro TV di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Menurutnya, Indonesia perlu merespons berbagai tekanan ekonomi secara bijak dan tetap menjaga optimisme di tengah dinamika yang terjadi.

Gejolak geopolitik menjadi salah satu tantangan yang turut memengaruhi perekonomian domestik. Ketegangan di berbagai kawasan dunia dapat mendorong kenaikan harga minyak dan memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Meski menghadapi risiko tersebut, Friderica menilai fundamental sektor jasa keuangan dalam negeri masih cukup kuat. Kondisi itu terlihat dari sejumlah indikator, terutama rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) serta tingkat likuiditas perbankan.

PT Mitra Mortar indonesia

Kredit Perbankan Tumbuh Lampaui Target OJK

OJK mencatat intermediasi perbankan terus mengalami pertumbuhan pada level dua digit. Hingga periode pelaporan terakhir, penyaluran kredit mencapai Rp9.135 triliun atau tumbuh 13,58 persen secara tahunan.

Realisasi tersebut berada di atas target pertumbuhan kredit yang sebelumnya ditetapkan OJK sebesar 12 persen untuk tahun ini. Menurut Friderica, capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan masih berjalan positif di tengah berbagai tekanan ekonomi.

“Intermediasi di sektor perbankan terus tumbuh,” kata Friderica dalam acara tersebut.

Selain penyaluran kredit, dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan perkembangan positif. DPK perbankan tercatat tumbuh 11,21 persen dengan nilai sekitar Rp10.300 triliun.

Likuiditas dan Modal Perbankan Tetap Kuat

Kondisi permodalan dan likuiditas yang terjaga menjadi salah satu alasan OJK melihat prospek sektor keuangan secara positif. Kredit Perbankan Tumbuh di atas target turut memperkuat keyakinan regulator bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas untuk menopang aktivitas ekonomi nasional.

Friderica menegaskan gejolak global tetap perlu diantisipasi dengan kebijakan yang prudent. Dengan fundamental yang relatif solid, OJK berharap sektor jasa keuangan mampu menjaga stabilitas sekaligus terus menjalankan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan