Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Tumbuh Hampir 90 Persen, Transaksi Video Commerce Jadi Andalan Baru UMKM

Tumbuh Hampir 90 Persen, Transaksi Video Commerce Jadi Andalan Baru UMKM

0
Tumbuh Hampir 90 Persen, Transaksi Video Commerce Jadi Andalan Baru UMKM (Dok Foto: Ekon)

Pemerintah melihat Transaksi Video Commerce sebagai salah satu peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan perdagangan berbasis konten video dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM. Upaya tersebut diperlukan agar produk buatan dalam negeri memiliki ruang yang semakin besar di pasar domestik sekaligus berpeluang menembus pasar global.

“Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Airlangga dalam Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8).

Harbolnas 2026 akan berlangsung pada 10-16 Desember mendatang. Pemerintah menargetkan nilai transaksi selama ajang tersebut dapat mencapai Rp40 triliun, naik dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun. Kenaikan transaksi diharapkan ikut menopang konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.

Transaksi Video Commerce Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Potensi ekonomi digital Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di platform digital. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati USD100 miliar. Indonesia juga disebut menjadi pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara.

Jumlah penjual yang memanfaatkan model perdagangan tersebut telah mencapai sekitar 800.000. Sementara itu, Transaksi Video Commerce tumbuh hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut didukung basis pengguna media sosial aktif yang telah melampaui 180 juta orang.

Pemerintah menilai perkembangan ini membuka peluang besar bagi UMKM, terutama pelaku usaha yang menjual produk kreatif dan artisan. Format video memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk secara lebih interaktif sehingga calon pembeli dapat memperoleh gambaran barang sebelum melakukan transaksi.

Airlangga juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Salah satunya melalui pengembangan algoritma rekomendasi yang mampu menyesuaikan penawaran dengan karakteristik dan minat konsumen.

UMKM Didorong Tembus Pasar Global

Selain memperkuat perdagangan domestik, pemerintah menyiapkan integrasi platform digital dengan pasar ekspor. Implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN dinilai dapat memperluas potensi pasar ekonomi digital kawasan hingga USD2 triliun, dengan Indonesia berpotensi menyumbang sekitar USD600 miliar.

Dukungan sistem pembayaran juga terus diperluas melalui QR Cross-Border atau QRIS antarnegara ASEAN. Sistem tersebut memberikan kemudahan transaksi bagi pelaku usaha yang menyasar konsumen dari negara lain.

Dengan perkembangan tersebut, Transaksi Video Commerce diharapkan tidak berhenti sebagai tren perdagangan digital. Pemerintah ingin pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap UMKM melalui peningkatan penjualan, perluasan pasar, serta kesempatan masuk ke rantai perdagangan internasional.

Exit mobile version