Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Cadangan Beras Melonjak 244 Persen, Indonesia Lebih Siap Hadapi Musim El Nino

Cadangan Beras Melonjak 244 Persen, Indonesia Lebih Siap Hadapi Musim El Nino

0
Cadangan Beras Melonjak 244 Persen, Indonesia Lebih Siap Hadapi Musim El Nino (Dok Foto: Bapanas)

Hadapi Musim El Nino menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan Indonesia kini memiliki cadangan beras yang jauh lebih kuat dibandingkan saat menghadapi fenomena El Nino pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan stok yang melimpah, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Saat melakukan kunjungan kerja di Sidoarjo, Jawa Timur, Amran menjelaskan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023, ketika stok nasional masih berada di kisaran 1,5 juta ton.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino pada 2023 terjadi antara Oktober hingga Desember. Menjelang periode tersebut, tepatnya awal September 2023, stok CBP yang dikelola pemerintah hanya sekitar 1,52 juta ton.

Kini kondisinya jauh berbeda. Data per 22 Juli 2026 menunjukkan stok beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,24 juta ton. Artinya, persediaan beras nasional meningkat lebih dari 240 persen dibandingkan menjelang puncak El Nino tiga tahun lalu.

Stok Beras Dinilai Cukup Hadapi Musim El Nino

Amran menilai pengalaman menghadapi kekeringan pada 2015, 2023, hingga 2024 menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi Hadapi Musim El Nino tahun ini. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan agar distribusi pangan tetap berjalan dan pasokan beras tidak terganggu.

Menurutnya, kebutuhan beras selama musim kemarau umumnya berada di kisaran 3 juta ton. Dengan stok yang kini mencapai lebih dari 5 juta ton, pemerintah masih memiliki cadangan lebih dari 2 juta ton setelah kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran. Pemerintah memastikan cadangan pangan berada dalam kondisi aman sekaligus siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasokan maupun harga.

Selain menjaga stok, pemerintah juga terus menggulirkan berbagai program penyaluran beras. Hingga 22 Juli 2026, realisasi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai sekitar 507,75 ribu ton atau lebih dari 61 persen dari target distribusi periode Maret hingga Desember sebanyak 828 ribu ton.

Distribusi Beras Terus Diperkuat

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September. Sebanyak 997,2 ribu ton beras dijadwalkan mulai disalurkan sekaligus pada Agustus melalui Perum Bulog kepada sekitar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan pemerintah Hadapi Musim El Nino sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi tekanan cuaca terhadap sektor pertanian.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara tahunan pada Juni 2026 berada di angka 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan Mei yang mencapai 4,55 persen. Sementara secara bulanan, inflasi beras hanya sebesar 0,45 persen atau masih berada di bawah satu persen.

Exit mobile version