FIFA Diproyeksikan Kantongi Rp177 Triliun dari Gelaran Piala Dunia 2026

0
15
FIFA Diproyeksikan Kantongi Rp177 Triliun dari Gelaran Piala Dunia 2026
FIFA Diproyeksikan Kantongi Rp177 Triliun dari Gelaran Piala Dunia 2026 (Foto/Wikimedia Commons)
Pojok Bisnis

Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya berakhir dengan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi juara, tetapi juga mencatat sejarah sebagai turnamen sepak bola paling menguntungkan yang pernah digelar FIFA. Selain menghadirkan persaingan sengit di lapangan, Gelaran Piala Dunia edisi kali ini diperkirakan menghasilkan pendapatan fantastis yang melampaui seluruh penyelenggaraan sebelumnya.

Berdasarkan analisis Sports Value yang mengacu pada Laporan Tahunan FIFA, total pendapatan turnamen diproyeksikan menembus USD10,9 miliar sepanjang 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 56 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang membukukan pemasukan sekitar USD7 miliar. Sebelumnya, turnamen di Qatar juga telah mencatat kenaikan sekitar 32 persen dibandingkan edisi 2018 di Rusia.

Lonjakan pendapatan tersebut tidak lepas dari perubahan format kompetisi yang melibatkan lebih banyak peserta dan pertandingan. Selain itu, status Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama turut memperluas jangkauan pasar, meningkatkan minat sponsor, serta mendongkrak jumlah penonton yang hadir langsung di stadion.

Hak siar televisi menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar. Nilainya diperkirakan melampaui USD4,2 miliar, sekaligus menjadi rekor baru bagi FIFA. Di sisi lain, kontribusi sponsor diprediksi menembus lebih dari USD2,8 miliar seiring tingginya antusiasme perusahaan global untuk menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

PT Mitra Mortar indonesia

Gelaran Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Pendapatan FIFA

Peningkatan paling mencolok berasal dari penjualan tiket pertandingan dan layanan hospitality. Jika pada Piala Dunia 2022 pendapatan dari sektor ini mencapai sekitar USD950 juta, maka pada edisi 2026 nilainya diperkirakan melonjak hingga sekitar USD3 miliar. Artinya, terjadi kenaikan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan turnamen sebelumnya.

Besarnya skala kompetisi juga berdampak pada kebutuhan infrastruktur. Pengeluaran yang berkaitan dengan stadion dan operasional pertandingan bahkan disebut setara dengan total biaya enam edisi Piala Dunia sebelumnya jika digabungkan.

Di luar aspek bisnis, FIFA juga meningkatkan nilai hadiah bagi peserta. Spanyol sebagai juara dunia memperoleh hadiah sebesar USD51 juta, naik signifikan dibandingkan bonus USD42 juta yang diterima Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022.

Argentina yang finis sebagai runner-up membawa pulang USD34 juta. Inggris di posisi ketiga memperoleh USD30 juta, sedangkan Prancis sebagai peringkat keempat menerima USD28 juta.

Sementara itu, negara-negara yang mencapai babak perempat final mendapatkan hadiah USD20 juta. Tim yang terhenti di babak 16 besar memperoleh USD16 juta, peserta yang lolos hingga fase 32 besar menerima USD12 juta, dan seluruh tim yang hanya bermain di fase grup tetap memperoleh hadiah USD10 juta.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan