Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu

Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu

0
7
Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu
Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu (Foto Ilustrasi/Gettyimages)
Pojok bisnis

Transformasi Digital Sektor Farmasi terus didorong Kemenperin sebagai bagian dari percepatan implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengujian teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri farmasi guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing manufaktur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi industri. Menurutnya, perusahaan manufaktur tidak lagi cukup hanya mengandalkan proses produksi konvensional apabila ingin bersaing di pasar internasional.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi canggih seperti AI mampu membantu industri meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus memperkuat daya saing sektor kimia dan farmasi. Karena itu, pemerintah terus mempercepat adopsi teknologi digital melalui berbagai program pendampingan dan kolaborasi.

PT Mitra Mortar Indonesia

Upaya tersebut dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, lembaga ini juga memfasilitasi implementasi teknologi digital secara langsung di lingkungan industri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan salah satu program yang dijalankan ialah Proof of Concept (PoC), yaitu proses pengujian solusi digital dalam kondisi operasional nyata sebelum diterapkan secara luas. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi risiko investasi teknologi sekaligus memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kolaborasi Percepat Transformasi Digital Sektor Farmasi

Sebagai implementasi program tersebut, selama April hingga Juni 2026 BPSDMI memfasilitasi pengujian System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama Bogor Technology. Teknologi tersebut diterapkan di PT Kalbe Farma Tbk dengan fokus pada sistem predictive maintenance berbasis AI serta pemantauan kondisi mesin produksi secara real time.

Solusi SIAT memanfaatkan teknologi machine learning untuk menganalisis performa peralatan produksi. Melalui sistem tersebut, potensi gangguan mesin dapat dideteksi lebih awal sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, serta menyusun jadwal perawatan yang lebih efektif berdasarkan data.

Selain menguji kemampuan analisis prediktif, pelaksanaan PoC juga mengevaluasi tingkat akurasi sistem, kemudahan integrasi dengan infrastruktur digital yang telah dimiliki perusahaan, hingga peluang pengembangannya pada tahap implementasi berikutnya.

Kegiatan penutupan fasilitasi PoC berlangsung di PIDI 4.0 dan dihadiri Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian sebagai pembina sektor industri farmasi.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri menilai kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri menjadi model yang efektif dalam mempercepat Transformasi Digital Sektor Farmasi. Menurutnya, sinergi tersebut membuktikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebatas konsep, melainkan solusi nyata yang mampu meningkatkan efisiensi industri.

Top Mortar Semen Instan