Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dimulai pada Juni diperkirakan membawa manfaat besar bagi perekonomian Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah ekonom menilai Dampak Ekonomi di Piala Dunia tidak serta-merta menghasilkan keuntungan sebesar yang selama ini diproyeksikan oleh penyelenggara turnamen.
Federasi sepak bola dunia atau FIFA memperkirakan ajang empat tahunan tersebut akan mendatangkan miliaran dolar AS melalui lonjakan wisatawan yang memenuhi hotel, restoran, pusat hiburan, hingga berbagai sektor jasa lainnya. Prediksi tersebut menjadi kabar positif bagi ekonomi Amerika Serikat yang masih menghadapi tekanan akibat inflasi tinggi dan melambatnya daya beli masyarakat.
Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa Dampak Ekonomi Piala Dunia kerap kali lebih rendah dibandingkan proyeksi awal. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada turnamen sepak bola, tetapi juga berbagai ajang olahraga dan budaya berskala internasional lainnya.
Ekonom dari College of Holy Cross, Victor Matheson, menilai manfaat ekonomi dari turnamen sebesar Piala Dunia biasanya tidak tersebar merata. Beberapa sektor memang berpotensi menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan, terutama hotel, restoran, dan tempat hiburan yang berada di sekitar lokasi pertandingan.
Sebaliknya, sejumlah pelaku usaha lain justru berisiko kehilangan pelanggan karena perubahan pola konsumsi wisatawan. Menurut Matheson, dalam setiap perhelatan besar selalu terdapat pihak yang memperoleh keuntungan besar dan pihak lain yang tidak merasakan dampak serupa.
Dampak Ekonomi di Piala Dunia Diperkirakan Tambah PDB AS
FIFA memperkirakan turnamen ini dapat memberikan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar US$17 miliar bagi Amerika Serikat. Sementara itu, total aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia diprediksi mencapai US$11 miliar.
Meski nilainya terlihat besar, laporan Saxo Bank menyebut kontribusi tersebut sebenarnya hanya mewakili porsi yang sangat kecil terhadap keseluruhan ekonomi Amerika Serikat. Estimasi manfaat yang dihasilkan bahkan diperkirakan tidak mencapai 0,1 persen dari total PDB tahunan negara tersebut.
Laporan itu menyimpulkan bahwa Dampak Ekonomi di Piala Dunia tidak cukup signifikan untuk menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan ukuran ekonomi Amerika Serikat yang sangat besar, tambahan pendapatan dari turnamen ini hanya memberikan efek terbatas pada pertumbuhan secara keseluruhan.
Pergerakan Ekonomi Pildun dan Sorotan Harga Tiket!
Matheson juga menyoroti sebagian besar pemasukan turnamen akan mengalir langsung kepada FIFA melalui penjualan tiket, merchandise, dan berbagai hak komersial lainnya. Kondisi tersebut membuat tidak semua dana yang dibelanjakan wisatawan akan berputar di perekonomian lokal.
Perdebatan juga muncul terkait harga tiket pertandingan yang dinilai terlalu mahal. Beberapa kategori kursi bahkan dibanderol lebih dari US$1.000. Harga tersebut menuai kritik karena dianggap membatasi akses penonton sekaligus mengurangi peluang belanja wisatawan di sektor usaha lokal.
Meski demikian, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut. Menurutnya, harga tiket ditentukan berdasarkan mekanisme pasar dan tingginya permintaan masyarakat. Ia menilai kondisi itu menunjukkan besarnya minat publik terhadap turnamen, sekaligus menjadi bagian dari Dampak Ekonomi Piala Dunia yang terus menjadi sorotan menjelang kick-off kompetisi.
