Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Ini Deretan Penyebab Rupiah Melamah

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Ini Deretan Penyebab Rupiah Melamah

0
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Ini Deretan Penyebab Rupiah Melamah (Foto Ilustrasi)

Isu mengenai Penyebab Rupiah Melamah kembali menjadi perhatian setelah nilai tukar rupiah bergerak melemah di tengah tekanan ekonomi global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut belum mencerminkan lemahnya fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menjelaskan tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu oleh sentimen eksternal yang sedang melanda pasar keuangan global. Salah satu faktor utama berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield yang kini berada di kisaran 4,5 hingga 4,6 persen.

Menurut Fithra, kenaikan yield tersebut membuat investor global mulai menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk kembali masuk ke pasar Amerika Serikat. Kondisi itu menjadi salah satu Penyebab Rupiah Melamah dalam beberapa pekan terakhir.

“Spread yield antara obligasi AS dan Indonesia membuat arus modal kembali ke Amerika Serikat. Ini memberi tekanan pada mata uang negara berkembang,” ujar Fithra, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai secara fundamental rupiah sebenarnya masih layak berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS. Namun tekanan global membuat kurs sempat bergerak hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar AS.

Selain faktor pasar obligasi, lonjakan harga minyak dunia juga menjadi Penyebab Rupiah Melamah berikutnya. Kenaikan harga energi menyebabkan kebutuhan impor meningkat sehingga permintaan dolar AS ikut bertambah.

Fithra menyebut tekanan dari kenaikan harga minyak memberikan pengaruh sekitar 180 basis poin terhadap pelemahan rupiah. Di sisi lain, meningkatnya volatilitas pasar global, terutama di bursa saham Amerika Serikat, turut memperbesar tekanan terhadap mata uang domestik.

Faktor Global Jadi Penyebab Tekanan Rupiah yang Terus Melemah

Menurut Fithra, meningkatnya indeks volatilitas global atau VIX menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi pergerakan rupiah. Ketidakpastian pasar membuat investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS.

Selain itu, laporan dan penilaian dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional terhadap pasar saham dan obligasi juga ikut memengaruhi sentimen investor. Faktor tersebut dinilai menjadi tambahan Penyebab Rupiah Melamah di tengah kondisi pasar global yang belum stabil.

Tekanan musiman juga ikut berperan, salah satunya berasal dari repatriasi dividen investor asing yang biasanya terjadi pada Mei. Saat investor membawa kembali keuntungan ke negara asal, permintaan dolar meningkat dan menekan rupiah.

Tak hanya itu, musim haji juga disebut menjadi salah satu Penyebab Rupiah Melamah karena kebutuhan valuta asing meningkat untuk keperluan perjalanan ibadah.

Meski menghadapi tekanan, pemerintah optimistis rupiah dapat kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menjaga stabilitas harga energi, termasuk melalui kerja sama pembelian minyak dari Rusia untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak global.

Exit mobile version