Program Kompor Listrik Dinilai Efektif Kurangi Beban Subsidi LPG

0
82
Program Kompor Listrik Dinilai Efektif Kurangi Beban Subsidi LPG
Program Kompor Listrik Dinilai Efektif Kurangi Beban Subsidi LPG (Foto Ilustrasi Kompor Listrik)
Pojok Bisnis

Penguatan Program Kompor Listrik kembali didorong sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan global yang kian meningkat. Inisiatif ini dinilai relevan untuk mengurangi beban subsidi energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini terus membengkak.

Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, menilai Program Kompor Listrik perlu kembali diakselerasi oleh pemerintah, terutama dalam situasi geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia, sehingga diperlukan strategi alternatif untuk menjaga stabilitas energi domestik.

Ridwan menjelaskan, pemanfaatan energi listrik di sektor rumah tangga dapat menjadi salah satu solusi untuk mendiversifikasi sumber energi nasional. Dengan mendorong penggunaan kompor listrik, ketergantungan terhadap LPG impor dapat ditekan, sehingga memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam mengelola anggaran subsidi energi.

Ia mengungkapkan, tren belanja subsidi LPG menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, pada 2025, Indonesia masih harus memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan LPG melalui impor. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam jangka panjang, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang sulit diprediksi.

PT Mitra Mortar indonesia

Dorongan Efisiensi dan Ketahanan Energi

Lebih lanjut, Ridwan menekankan bahwa Program Kompor Listrik tidak hanya berkaitan dengan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga berdampak pada ketahanan energi nasional. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang semakin merata, penggunaan kompor listrik dinilai lebih efisien dan berkelanjutan bagi rumah tangga.

Namun demikian, keberhasilan implementasi program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur serta pemahaman masyarakat. Sosialisasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar masyarakat dapat beralih ke penggunaan energi listrik tanpa kendala berarti.

Ridwan juga menambahkan bahwa penguatan Program Kompor Listrik perlu diiringi dengan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan alat, insentif, hingga edukasi publik. Dengan pendekatan yang komprehensif, manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

Pasokan Energi Nasional Masih Aman

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kondisi pasokan energi nasional masih dalam kategori aman. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa ketersediaan BBM, LPG, dan listrik tetap terjaga sesuai dengan standar cadangan nasional.

Ia menegaskan bahwa meskipun terjadi dinamika global, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi hingga ke berbagai daerah. Dalam waktu dekat, tambahan pasokan LPG juga akan masuk untuk memperkuat stok nasional.

Dengan kondisi tersebut, penguatan Program Kompor Listrik menjadi langkah strategis jangka menengah hingga panjang. Selain mendukung efisiensi energi, program ini juga berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan