Konflik Internasional Memanas, Harga Perhiasan Emas Lokal Ikut Terkerek

0
54
Konflik Internasional Memanas, Harga Perhiasan Emas Lokal Ikut Terkerek
Konflik Internasional Memanas, Harga Perhiasan Emas Lokal Ikut Terkerek (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Kenaikan harga perhiasan emas di pasar domestik mulai terasa setelah harga emas global kembali menembus level psikologis USD 5.000 per ounce pada perdagangan pertengahan pekan. Lonjakan harga perhiasan emas ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor mencari instrumen lindung nilai. Situasi tersebut membuat pasar logam mulia bergerak aktif, termasuk berdampak langsung pada harga perhiasan emas di berbagai toko ritel dalam negeri.

Data perdagangan internasional menunjukkan harga emas spot menguat sekitar 1,5% ke posisi USD 5.071,48 per ounce pada sesi sore waktu London. Sementara itu, kontrak berjangka pengiriman April juga naik sekitar 1,7% menjadi USD 5.080,90 per ounce. Penguatan tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran konflik setelah pemerintah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk, pesawat tempur, serta armada pengintai ke kawasan sekitar Iran.

Pasar menilai eskalasi militer itu sebagai faktor risiko global yang berpotensi memicu gejolak ekonomi. Logam mulia kembali dipilih sebagai aset aman (safe haven) untuk melindungi nilai kekayaan ketika ketidakpastian meningkat.

Meski begitu, sejumlah analis melihat respons pasar belum sepenuhnya agresif. Analis komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut pergerakan emas yang cenderung berputar di sekitar USD 5.000 menunjukkan pelaku pasar masih menunggu kepastian arah konflik. Investor, kata dia, masih mempertimbangkan apakah ketegangan tersebut hanya tekanan diplomatik atau benar-benar akan berujung konfrontasi terbuka.

PT Mitra Mortar indonesia

Sementara itu, analis Natixis Bernard Dahdah memperkirakan harga emas berpotensi melonjak hingga 15% apabila konflik militer benar-benar terjadi. Lonjakan diprediksi terjadi dalam beberapa minggu awal sebelum pasar mulai menyesuaikan diri terhadap dampak ekonomi yang muncul.

Dampak ke Pasar Domestik

Pergerakan global itu langsung tercermin pada harga perhiasan emas di dalam negeri. Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas batangan, tetapi juga pada produk perhiasan yang banyak diperdagangkan masyarakat.

Di gerai Raja Emas, Sabtu (21/2/2026), harga emas kadar 24 karat tercatat sekitar Rp2.665.000 per gram untuk kategori premium, sementara versi standar berada di kisaran Rp2.520.000 per gram. Untuk kadar 23 karat berada di Rp2.245.000 per gram dan 22 karat di Rp2.146.000 per gram.

Harga kemudian menurun bertahap mengikuti kadar kemurnian. Perhiasan 21 karat dijual sekitar Rp2.050.000 per gram, 20 karat Rp1.951.000, dan 19 karat Rp1.852.000. Sementara kadar 18 karat—yang umum dipakai cincin dan gelang—sekitar Rp1.756.000 per gram.

Untuk kadar menengah, 17 karat berada di Rp1.657.000, 16 karat Rp1.558.000, serta 15 karat Rp1.461.000 per gram. Kadar lebih rendah seperti 14 karat hingga 10 karat berkisar Rp1.362.000 sampai Rp969.000 per gram. Bahkan kadar 9 karat hingga 5 karat masih dipasarkan dengan rentang Rp873.000 hingga Rp480.000 per gram.

Kondisi serupa juga terlihat di jaringan penjualan Laku Emas. Di tempat ini, emas 24 karat dijual sekitar Rp2.586.000 per gram. Untuk 23 karat berada di kisaran Rp2.247.000 dan 22 karat Rp2.148.000 per gram. Kadar 21 karat tercatat Rp2.054.000, sedangkan 20 karat Rp1.955.000 per gram.

Pada kategori populer 18 karat, harga berada di sekitar Rp1.756.000 per gram, hampir sama dengan pasar ritel lainnya. Adapun kadar 14 karat berada di Rp1.362.000 dan 10 karat sekitar Rp969.000 per gram.

Pengamat pasar menilai kenaikan harga perhiasan emas domestik masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika konflik meningkat, permintaan logam mulia diperkirakan kembali menguat karena masyarakat cenderung memindahkan aset ke instrumen yang dianggap aman.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan