Libur Imlek 2026 Dongkrak Ekonomi, Perputaran Uang Capai Rp9 Triliun

0
46
Libur Imlek 2026 Dongkrak Ekonomi, Perputaran Uang Capai Rp9 Triliun
Libur Imlek 2026 Dongkrak Ekonomi, Perputaran Uang Capai Rp9 Triliun (Foto Ilustrasi, Ornamen Berbuansa Imlek)
Pojok Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan perputaran uang di libur imlek 2026 menembus angka di atas Rp9 triliun. Proyeksi tersebut dihitung dari kombinasi aktivitas konsumsi masyarakat, perjalanan wisata, hingga belanja ritel yang meningkat selama perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Kadin Indonesia Sarman Simanjorang menjelaskan, perhitungan didasarkan pada estimasi jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai sekitar 11,25 juta jiwa. Menurutnya, momentum perayaan keluarga, tradisi makan bersama, serta kunjungan antarkerabat menjadi pendorong utama tingginya perputaran uang di libur imlek tahun ini.

Ia memperkirakan pengeluaran untuk jamuan makan keluarga saja bisa mencapai sekitar Rp2,8 triliun. Asumsi tersebut dihitung dari rata-rata satu keluarga beranggotakan empat orang yang mengalokasikan sekitar Rp1 juta untuk kebutuhan perayaan, termasuk makanan khas, bingkisan, dan kebutuhan rumah tangga.

Selain konsumsi rumah tangga, mobilitas masyarakat juga menjadi penyumbang penting. Perjalanan menggunakan kereta api maupun kendaraan pribadi diperkirakan melibatkan lebih dari 3 juta orang dengan nilai transaksi miliaran rupiah dari pengeluaran perjalanan dan belanja selama di tujuan.

PT Mitra Mortar indonesia

Belanja Transportasi dan Ritel Ikut Terkerek

Kadin juga mencatat sektor transportasi udara berkontribusi signifikan. Penumpang pesawat selama periode libur diperkirakan mencapai 1,7 juta orang dengan nilai transaksi tiket sekitar Rp1,7 triliun. Di sisi lain, pusat perbelanjaan dan toko ritel turut menikmati lonjakan transaksi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Dari seluruh komponen tersebut, Sarman menilai perputaran uang di libur imlek menjadi salah satu penggerak konsumsi rumah tangga pada awal tahun. Konsumsi domestik selama momen perayaan diyakini menopang aktivitas ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.

Menurutnya, peningkatan konsumsi tidak berhenti pada Imlek. Setelah periode tersebut, masyarakat akan memasuki bulan Ramadhan dan Idulfitri, yang secara historis juga mendorong belanja besar-besaran. Rangkaian momentum itu diyakini membantu mengejar target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen pada awal tahun.

Dampak ke Inflasi dan Harga Pangan

Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan lonjakan aktivitas ekonomi juga berpotensi memicu tekanan harga. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kenaikan permintaan musiman berisiko menaikkan inflasi, terutama pada komoditas pangan.

Ia menyebut ada beberapa faktor yang memicu tekanan harga. Pertama, konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang Ramadhan. Kedua, aktivitas perjalanan dan wisata selama Imlek turut memperbesar permintaan makanan dan minuman di hotel, restoran, dan destinasi wisata.

Ketiga, program Makan Bergizi Gratis dinilai mendorong permintaan bahan pangan dalam jumlah besar dari distributor utama. Kondisi ini membuat pedagang pasar tradisional harus bersaing mendapatkan pasokan, sehingga harga ayam, telur, dan beras berpotensi naik.

Meski demikian, kalangan dunia usaha tetap memandang perputaran uang di libur imlek sebagai sinyal positif bagi ekonomi domestik. Tingginya transaksi dianggap mampu menjaga roda usaha kecil, sektor jasa, hingga pariwisata tetap bergerak pada awal tahun.

Sarman menambahkan, dengan pengawasan distribusi dan stabilisasi pasokan, manfaat ekonomi dari perputaran uang di libur imlek dapat lebih optimal tanpa memicu lonjakan harga berkepanjangan. Pemerintah diharapkan menjaga kelancaran logistik pangan agar peningkatan konsumsi musiman tetap berujung pada pertumbuhan ekonomi, bukan tekanan inflasi.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan